2021-09-15 12:07:25

BPR Kanti Bekali MBG untuk Merespons Peluang di Tengah Pandemi

Ekonomi Oleh: Artaya

Gianyar (Atnews) - Kebijakan penurunan level PPKM Bali dari IV menjadi III yang  ditegaskan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Senin (13/9/2021) disambut antusias oleh Bank Perkreditan Rakyat Sukawati Pancakanti  (BPR Kanti). 
Dengan memantapkan langkah menuju Bali Bangkit, BPR Kanti menggelar Pendidikan dan Pelatihan Micro Business Game (MBG) Sparkassenstiftung Jerman bagi SDM BPR se-Bali bertempat di aula SMA Negeri 1 Sukawati, Gianyar, Rabu (15/9).
Direktur Utama BPR Kanti, Made Arya Amitaba workshop digelar untuk sharing pengalaman dan berdiskusi tentang tantangan-tantangan dan best practice yang dihadapi serta langkah-langkah yang ditempuh bagi keberhasilan pelaksanaan pelatihan Micro Business Game. Kegiatan tersebut ungkapnya merupakan kelanjutan dari kerja sama DPD Perbarindo Bali dengan Sparkassenstiftung dan BPR Kanti. 
Dengan acara MBG, memudahkan peserta pelatihan membuat maupun melakukan analisis keuangan. 
“Dengan kondisi sekarang ini tentu kita tidak bisa terlalu memikirkan atau berandai-andai banyak yang narik deposito, melainkan harus bergerak dan yakin BPR akan tumbuh dan berkembang. Pasti masih ada nasabah potensial. Daripada diam dan mati, kenapa tidak kita bergerak karena BPR sudah siap menyambung keadaan new normal,” ucap Amitaba. 
Ia  menambahkan, krisis pandemi Covid-19 tidak sama dengan krisis moneter 1997/1998 silam. Akhir dari pandemi Covid-19 tidak jelas sehingga BPR tidak bisa hanya diam berpangku tangan menanti wabah usai. Micro Business Game (MBG) Sparkassenstiftung Jerman, jelas Amitaba akan dikemas dalam bentuk permainan sehingga tidak akan membosankan. 
Ke depan, Amitaba optimis BPR Kanti bisa melaksanakan fungsi Apec Bank BPR. BPR Kanti jelasnya bukan sebagai Apec Bank, namuan akan melaksanakan fungsi-fungsi Apec Bank di antaranya memberikan modal kerja. Dalam rangka menjalankan fungsi Apec Bank ini, BPR Kanti dikawal tenaga profesional. 
“Salah satunya bagaimana memberikan modal kerja bagi BPR. Pada minggu lalu, kami sudah virtual meeting dengan Bank Mayapada yang menyiapkan dana Rp 5 triliun rupiah bagi 28 BPR se-Indonesia, salah satunya BPR Kanti. Untuk Rp 5 triliun ini mari kita bersama-sama menggunakan dana besar ini,” ungkapnya. 
Merespons peluang yang terbuka lebar, Amitaba mengajak BPR se-Bali berkolaborasi dengan BPR Kanti. Lebih jauh, Amitaba menilai sudah saatnya BPR se-Bali memiliki produk bersama demi keuntungan bersama. “Bagaimana kalau BPR-BPR kita gabungkan sehingga pelaksanaannya jadi lebih mudah,” ungkapnya.
Sementara itu, Deputi Direktur Pengawasan Bank, IKNB, Pasar Modal dan Perijinan OJK Bali Jimmy Hendrik Simarmata menambahkan 
Kinerja dari 134 BPR hingga Juni 2021 masih terdampak Covid -19. Sampai saat ini jumlah kredit BPR sebesar Rp6,56 T (56,52 persen),  dimana sebesar Rp4,92 T (74,87 persen),  telah dilalukan restrukturisasi kredit terdampak Covid -19.
Total aset BPR di Bali sebesar Rp17,66 T (5,02 persen yoy). Peningkatan tersebut masih dibawah pertumbuhan total aset nasional yang mencapai sebesar 8,35 persen (yoy). 
Pertumbuhan ekonomi mengalami hambatan yang serius, OJK memutuskan memperpanjang masa relaksasi restrukturisasi kredit perbankan selama satu tahun dari 31 Maret 2022 menjadi 31 Maret 2023.
Sedangkan Sekretaris Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat (Perbarindo) Bali Made Suarja MH menyambut baik program restrukturisasi pemerintah. Upaya itu dalam memberikan keringanan bagi nasabah untuk membayar tiap bulannya. 
Mengingat, ekonomi Bali belum pulih akibat pandemi dan kebijakan PPKM. (Gab/ART/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Prihatin Banyak Mahasiswa Putus Kuliah, Stispol Wira Bhakti Siap Jaga Wawasan Kebangsaan dan JSN-45