2021-09-15 13:20:57

Raina Budha Wage Ukir, Danau Batur: Sumber Kesuburan dan Kesejahteraan Krama Bali

Lingkungan Oleh: Artaya

Oleh Jro Gde Sudibya 
Hari ini, 15 September 2021, raina Buda Wage Ukir, sasih Kapat Icaka 1943. Rainan, yang dalam tradisi sosiologi upakara masyarakat Bali direlasikan dengan berkah kesuburan dan kemakmuran  yang diterima oleh krama Bali, melalui kerjanya yang tanpa henti dalam merawat alam menjaga kesuburannya, membudi-dayakan aneka rupa tanaman, dan kemudian memetik hasilnya. 
Rainan, 3 hari pasca rainan Redite Manis Ukir, rainan Bhatara Guru, rainan yang dimaknakan: "terealisasikannya" kekuatan Tuhan Iswara, Tuhan sebagai sumber pengetahuan yang tanpa henti, dalam sistem keyakinan Tuhan Ciwa yang menguasai 8 penjuru Angin. Tuhan Iswara, berada di posisi Timur, dengan pengurip 5,  sumber, inspirasi pengetahuan yang "mengalir" tanpa henti. Pengetahuan ydm., "menyinari" ethos kerja manusia Bali, melahirkan kesuburan, kemakmuran yang "dirayakan" melalui puja bhakti raina Buda Wage Ukir, hari ini.
Mengulas kesuburan dan tingkat kemakmuran  krama Bali, berkait erat dengan peran dan fungsi Danau Batur, Danau yang berada di kawasan Kintamani Utara Kabupaten Bangli.  Dalam sistem keyakinan Tuhan masyarakatnya, Ida Bhatari Dewi Danu, simbolik Tuhan Wisnu  " sumber " pemberi kesuburan dan kesejahteraan, bermakna sangat khusus dalam sistem keyakinan masyarakat.  Bisa kita simak, jika pujawali Ngusaba Gumi ring Purnama Kedasa, yang oleh banyak krama Bali di sebut Odalan Kedasa Batur. Hampir seluruh subak tangkil di Bali, ada pengurusnya, krama ayah Subak pedek tangkil melakukan puja bhakti.
Dari sisi sebut saja kosmoligi ruang Danau Batur, pasokan air Danau Batur terutama berasal dari hutan di sisi Timur, Alas  Hutan Penulisan, yang keluar airnya di sisi Timur Danau, Songan, atau lebih akuratnya Song Ann, Desa Songan sekarang. Danau Batur, agaknya punya kontur kemiringan ke Barat, sehingga air Danau mengalir deras ke Barat, menuju goa Bantang Anyud, kawasan di antara Desa Buahan dan Kedisan. Air Danau Batur yang memgalir keluar lewat Bantang Anyud, diperkirakan paling tidak bercabang 3, sisi Kanan, memasok sistem  subak Kabupaten Gianyar, sisi Tengah memasok kabupaten Bangli dan dan sisi Kiri, memasok sistem subak kabupaten Kelungkung. Air mengalir di bawah tanah, muncul di Goa Aung Gangsar Kadewatan Ubud, bertemu dengan pasokan air yang bersumber dari Hutan Pengejaran, Kintamani Barat, mengairi sistem subak yang ada di Kabupaten: Gianyar, Badung dan Denpasar melalui Tukad Ayung.
Peranan Danau Batur begitu sentral dalam simbolik sistem keyakinan dan sistem holistik persawahan dan juga sistem kehidupan krama Bali, tetapi Danau yang semestinya kita mulyakan, dirawat dan dilestarikan, dihadapkan kepada tekanan tantangan yang tidak ringan.
Pertama, pencemaran dan pendangkalan danau, terutama dari limbah kawasan hutan di seputar danau, membiaknya enceng gondok dan juga budi daya pertanian yang tidak ramah lingkungan. Kedua, budi daya perikanan  yang tidak terkendali dan tidak ramah dengan lingkungan.
Akibatnya, pencemaran Danau telah melewati ambang batas alam untuk menanggulanginya, sehingga kualitas airnya, dan budi daya perikanan yang ada, punya potensi menjadi tidak lagi sehat untuk dikonsumsi.
Di rainan Buda Wage Ukir hari ini, kita mengetuk hati para pengambil kebijakan yang punya swadharma untuk merawat dan melestarikan Danau Batur dan kawasan penyangganya. Karena aturan hukum dalam Perpres No.60/2021, konon sudah mengatur secara lengkap bagagaimana semestinya Danau Batur dirawat, dijaga dan diselamatkan.
Inilah waktunya pengambil kebijakan dan semua stake holder, ngaturang puja bhakti berbentuk karya nyata ring ajeng , ampura, Ida Bhatari Dewi Danu, untuk keselamatan, kelestarian dan keasrian Danau Batur.
Di samping ada banyak peninggalan sastra yang amat kaya di seputaran Lintang Danu, kawasan desa di seputaran  Danau Batur, yang harus diselamatkan.
Rahayu.
*) Jro Gde Sudibya, sekretaris yayasan Kuturan Dharma Budaya, LSM.yang mensosialisasikan pemikiran Mpu Kuturan Raja Kertha.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Benahi Hulu-Hilir Cegah RS Overload, Koordinasi Pusat-Daerah Penanganan Covid di Kaltim