Banner Bawah

Bansos Merambah ke Perdesaan Bali, Peradaban Mesti Dibangun Berbasis Kemandirian bukan dengan Sikap "Mengemis" ke Penguasa

Admin - atnews

2025-11-07
Bagikan :
Dokumentasi dari - Bansos Merambah ke Perdesaan Bali, Peradaban Mesti Dibangun Berbasis Kemandirian bukan dengan Sikap "Mengemis" ke Penguasa
Jro Gde Sudibya (ist/Atnews)

Oleh Jro Gde Sudibya
Dana bansos ke Desa Pakraman dengan muatan politik tinggi telah menggerus kemandirian Desa Pakraman yang menjadi ciri dasar Desa Pakraman lebih dari 1,000 tahun dalam perjalanan sejarah panjang keberadaannya. Kemandirian menjadi satu kata kunci agar Desa Pakraman relatif steril dari prilaku politik praktis. Bali punya sejarah tentang prilaku politik yang pada akhirnya merugikan masyarakat.

Ketergantungan terhadap  dana bansos tanpa mekanisme pengawasan yang jelas, telah melahirkan prilaku masyarakat yang tergantung -depend society- bahkan bisa mengarah ke prilaku "mengemis" yang sangat bertentangan dengan nilai kemandirian Desa Pakraman.

Kemandirian Desa Pakraman berelasi dengan sistem nilai kehidupan: harga diri, kebanggaan diri, ethos kerja, kejujuran, kebanggaan untuk memberi dan bahkan ke nilai kesucian diri dan kesucian kehidupan.

Peradaban Bali dan Kebudayaan Bali berpijak dan berbasis kepada sistem nilai tsb. Sistem nilai yang melahirkan ethos kerja "Jengah" keberanian dan kemampuan bersaing. "Taksu", proses belajar dan kerja berkepanjangan dengan hasil terbaik yang kemudian menjadi karya-karya besar kehidupan. Ethos kerja yang jauh dari ketergantungan, "menengadahkan"tangan apalagi prilaku "mengemis". Pergeseran prilaku yang mesti diwaspadai oleh krama Bali.

Dana negara untuk peningkatan kesejahteraan krama Desa sangat diperlukan, tugas pemerintah untuk melakukannya sesuai amanat konstitusi. Berbasis teknokrasi birokrasi yang andal, manajemen pembangunan yang transparan, dengan mekanisme pengawasan yang jelas, tidak mesti "cawe-cawe" terhadap kemandirian Desa Pakraman yang merupakan ciri dasariahnya (baca "harga hidup Desa Pakraman).

*) Jro Gde Sudibya, intelektual Bali, penulis buku: Agama Hindu dan Kebudayaan Bali.
Banner Bawah

Baca Artikel Menarik Lainnya : Amlapura Terpapar Hujan Abu Erupsi Gunung Agung

Terpopuler

Ingatkan OUV, Gaduh Jatiluwih Diakui UNESCO, Dewantama; Pemerintah Ingkar Janji!

Ingatkan OUV, Gaduh Jatiluwih Diakui UNESCO, Dewantama; Pemerintah Ingkar Janji!

13 Bangunan Pariwisata di WBD Jatiluwih yang Diakui UNESCO, Satpol Pasangi PP Line Langgar Aturan Tata Ruang, LSD dan LP2B 

13 Bangunan Pariwisata di WBD Jatiluwih yang Diakui UNESCO, Satpol Pasangi PP Line Langgar Aturan Tata Ruang, LSD dan LP2B 

DPRD Badung Mengucapkan HUT Ke-16 Mangupura

DPRD Badung Mengucapkan HUT Ke-16 Mangupura

UNESCO Subak Jatiluwih: Dari Janji Pelestarian Jadi Ujian Kejujuran Bali di Mata Dunia

UNESCO Subak Jatiluwih: Dari Janji Pelestarian Jadi Ujian Kejujuran Bali di Mata Dunia

GPS: Investor Asing Abal-Abal & Modus Magnum, Bahaya PMA Fiktif di Bali

GPS: Investor Asing Abal-Abal & Modus Magnum, Bahaya PMA Fiktif di Bali

Usut Tuntas 'Proyek Siluman' di Mangrove Tahura Ngurah Rai Denpasar

Usut Tuntas 'Proyek Siluman' di Mangrove Tahura Ngurah Rai Denpasar