2021-01-13 16:23:23

Masa Pandemi Covid, Sektor Pertanian di Buleleng Tidak Tergoyahkan

Ekonomi Oleh: Atmadja

Buleleng (Atnews) - Daerah Kabupaten Buleleng yang memiliki luas wilayah hampir sepertiga luas wilayah pulau Bali, ternyata hanya memiliki lahan untuk persawahan 9000,49 hektar. Dengan lahan kepemilikan petani yang sempit ini, sehingga disebut petani gurem. Untuk memperluas lahan persawahan sudah tidak mungkin, sehingga yang harus dilakukan adalah intensifikasi lahan untuk memaksimalkan produksi.
Saat ditemui Atnews Jumat lalu, Kepala Dinas Pertanian Buleleng Ir. I Made Sumiarta menjelaskan, Buleleng sejak dulu memiliki lahan sawah tidak terlalu luas. Dia mengakui ada alih fungsi dari lahan sawah untuk fasilitas umun seperti, perumahan tapi prosentsenya kecil hanya satu persen. Disamping itu, juga ada beralih fungsi dari tanah sawah menjadi tanah perkebunan dari padi ke kekomoditas lain seperti cengkeh serta tanaman buah durian dan lainnya.
Namun untuk mempertahankan lahan pertanian/ sawah di Buleleng sehingga tidak ada lagi tanah sawah beralih fungsi, Pemerintah Kabupaten Buleleng bersama DPRD sudah mengagendakan tahun ini untuk membuat Perda tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Menurut Ir.Nyoman Sumiarta dampak pandemi covid terhadap sektor pertanian tidak terlalu berpengaruh, petani biasa saja melaksanakan aktifitas sehari hari, hanya sedikit goncangan akibat pandemi covid ini.
Untuk mengantisipasi sesuatu yang tidak diinginkan pasca covid terutama menyelamatkan para petani dalam pemenuhan pangan, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana membentuk Tim Ekonomi. Tim yang melibatkan jajaran terkait ini membentuk Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) yang kini sudah ada 14 LPM tersebar di 9 Kecamatan. 
"Pemkab Buleleng mengucurkan bantuan penyertaan modal kepada LPM  yang tersebar di semua Kecamatan, fungsinya membeli gabah petani, sehingga tidak ada produksi gabah yang sampai tidak terbeli," ujar Sumiarta.
Setelah gabah diolah menjadi beras, selanjutnya  salah satu perusahaan daerah milik Pemkab yakni PD Swatantra diberi tugas oleh Bupati  untuk mengelola, menampung beras petani. Yang menarik semua ASN diintruksikan untuk membeli beras petani kewat PD Swatantra. Menurut Kadis pertanian yang alumnus Universiras Udayana Denpasar ini, produksi hasil tanaman perkebunan petani seperti mangga, manggis dan buah-buahan lainnya dari petani juga ditampung oleh Koperasi yang dibentuk pemerintah bernama Koperasi Sawa Nadi," tandasnya 
Selain itu, juga telah dirintis kerjasama maupun sinergitas dengan Pemkab Badung dalam memasarkan produksi buah-buahan dari Buleleng, dengan harapan hotel maupun restauran mengambil buah lokal Buleleng. Menyinggung saluran irigasi pengairan untuk mengairi sawah petani, kata Sumiarta secara umum tidak ada masalah, hanya saja ketika musim kemarau ada beberapa subak yang kekurangan air. Terhadap daerah-daerah yang agak keketinfan itu, pemerintah telah membantu dengan membuatkan sumur tanah dangkal serta program embung dengan bak  penampungan air di beberapa subak.
Masa pandemi virus corona ini, Dinas Pertanian membantu seribu bibit untuk ketahanan pangan yg ditanam masyarakat pada lahan pekarangan yang masih kosong. Masih banyak lahan lahan pekarangan yang kosong kurang dimanfaatkan oleh warga. "Bantuan bibit kepada masyarakat ditengah pandemi covid ini, untuk membantu masyarakat dalam kebutuhan sehari hari,"pungkasnya.
Guna mendukung ketersediaan pangan daerah, Bupati Agus Suradnyana membantu petani berupa benih padi hibrida diterima 54 subak didaerah Bali utara ini. Bantuan itu, akan ditanam pada areal 1.482 ha dengan total jumlah benih mencapai 37.050 kg. "Upaya ini untuk mendorong dan memberikan stimulan kepada petani agar tetap melakukan budidaya pertanian, meringankan beban petani, mendukung ketersediaan bahan pangan pokok daerah terutama beras dan penanganan ekonomi akibat pendemi covid pada masyarakat petani," ungkap Kadis Sumiarta.
Menyikapi Pergub No.99/2018 tentang pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikan dan industri lokal Bali, ditindaklanjuti dengan turunnya SE Bupati No.1/2020 tentang pemanfaatan buah lokal. "Ini sangat membantu para petani di Buleleng dalam memasarkan produk pertanian yang selama covid mengalami penurunan yang sangat drastis. Begitu juga dengan dirintisnya pasar/ Peken Pro Tani Distan Buleleng, mendapat sambutan baik dari warga masyarakat, karena melalui peken ini memberikan harga yang layak bagi petani serta menawarkan harga yang terjangkau bagi konsumen,"jelasnya.
Buleleng dengan kondisi geografis yang nyegara gunung, sangat kaya dengan hasil pertaniannya, bahkan memiliki 11 potensi unggulan tersebar di 9 Kecamatan, masing-masing memiliki unggulan yang berbeda. Potensi unggulan pertanian itu, diantaranya padi, mangga, jagung, buah anggur, durian, manggis, rambutan, cengkeh dan kopi.
Kepada Atnews Made Sumiarta menambahkan, ada beberapa program yang telah dilaksanakan seperti pengadaan sarana dan prasarana teknologi pertanian tepat guna, penyediaan sarana produksi pertanian serta memfasilitasi pembibitan pertanian.
Ketika ditanya terkait upaya meningkatkan produksi pertanian dan perkebunan, mantan Kabag Umum Setda Buleleng ini menjelaskan, dilakukan pengembangan intensifikasi, pembenihan/pembibitan tanaman, keamanan produksi tanaman, penanganan pasca panen pengolahan hasil pertanian serta pengembangan peberapan teknoligi pasca panen. (WAN)




Baca Artikel Menarik Lainnya : Banjir di Lereng Gunung Agung Lumpuhkan Akvitas Masyarakat