2021-04-06 19:17:55

PKB Klungkung, Dijegal Demer Tapi Didukung GPS

Politik Oleh: Artaya

Jakarta (Atnews) - Sekretaris Jenderal DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Sekjen Hanura) I Gede Pasek Suardika (GPS) mengatakan wacana pembangunan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Klungkung menjadi ramai.
Sebab selain lahan yang dipakai 320 hektare diperkirakan menelan dana Rp 2,5 Triliun yang dikerjakan di tengah pandemi Covid-19.
"Kali ini saya sejalan dengan Gubernur Bali I Wayan Koster untuk melanjutkan pembangunan tersebut," kata Pasek Suardika ketika dihubungi Atnews di Jakarta, Selasa (6/4).
Hal itu diungkapkan usai dirinya banyak menerima pertanyaan dari masyarakat mengenai pembangunan PKB Klungkung.
Isu itu mencuat setelah Sekretaris Dewan Pertimbangan Partai Golkar Bali, A.A. Ngurah Rai Wiranata menyayangkan pernyataan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih yang menganjal pembangunan kawasan PKB oleh Pemerintah Bali di eks galian C Gunaksa Klungkung. 
Politisi yang akrab disapa Demer yang memiliki kalkulasi penting dalam hitung-hitungan anggaran kalau rencana pembangunan Pusat Kebudayaan itu dilakukan yakni pertama, akan memakan biaya yang katanya sebesar Rp2,5 Triliyun melalui dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Kedua, tentu saja akan menggerus keuangan Daerah sebagai biaya pemeliharaannya.
Untuk itu, Demer meminta agar pembangunan PKB Klungkung dikaji kembali. 
Sementara, Pasek Suardika menilai kawasan yang dipakai adalah kawasan yang telah rusak oleh galian C di Gunaksa Klungkung dan bisa disulap menjadi obyek wisata baru sebagai daya tarik baru ke Bali.
Dengan PKB itu, diharapkan adanya pemerataan pembangunan pariwisata ke Klungkung bisa memberikan stimulan pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut dan Bali pada umumnya.
Secara historis, Klungkung dulu pusat pemerintahan di jaman kerajaan di Bali sehingga untuk kemajuan kebudayaan sangat tepat dipilih.
Biaya yang besar adalah konsekwensi dari ide besar yang ingin dilahirkan dan jika pariwisata berjalan baik, maka tidaklah terlalu mengkhawatirkan. 
Untuk penyempurnaan ide, alangkah baiknya informasi bisa lebih dikembangkan ke bawah sehingga kesalahan atau mis persepsi bisa dieliminir.
Siapkan tenaga kerja lokal yang lebih baik sehingga bisa lebih banyak diserap dengan kualifikasi yang memenuhi standar.
Ia mantan DPR dan DPD Dapil Bali mengakui, ide besar memang menimbulkan dialektika tajam untuk merealisasikannya. Sehingga respon saja secara positif melalui penjelasan lebih detail.
"Harapan yang terakhir, semoga semua berjalan sebaik-baiknya dan tidak sampai ada korupsi di dalamnya," pungkasnya.  (ART/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Gubernur Koster: Kualitas Alam Bali Menurun