2021-04-08 12:53:22

Luhut: Bersatu Kendalikan Covid-19, Vaksinasi Bali Alami Keterlambatan 

Kesehatan Oleh: Artaya

Denpasar (Atnews) – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan keberhasilan mengendalikan Covid-19 sebagai kunci pemulihan ekonomi Bali dan nasional.
Untuk itu diperlukannya kerjasama semua pihak untuk menetapkan protokol kesehatan dan penyuksesan vaksinasi Covid-19.
Naman keterlambatan pelaksanaan vaksinasi di Bali hingga dua bulan dari rencana awal. Akibat  adanya blokade dari beberapa negara sehingga mempengaruhi proses masuknya stok vaksin ke Indonesia.
Hal itu disampaikan dalam acara Bali Economic and Investment Forum 2021: Grand Desain of Bali Economic Recovery yang digelar secara virtual, Kamis (8/4).
Pada kesempatan itu, hadir Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati secara virtual, dimana acara dibuka ditandai dengan pemukulan gong oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Putu Astawa.  
Luhut menyebut vaksinasi merupakan salah satu upaya untuk memulihkan perekonomian Bali yang terkontraksi hingga -9,31 persen atau di atas rata-rata nasional. 
Program vaksinasi memberikan kepercayaan diri bagi pelaku usaha dalam lingkup industri pariwisata untuk kembali melakukan aktivitas ekonomi.
Bahkan Luhut secara khusus meminta Kementerian Kesehatan mempercepat penyuntikan vaksin bagi masyarakat dan pelaku usaha yang bergerak di bidang pariwisata di Pulau Dewata. 
Ia berharap kekebalan kelompok atau herd immunity segera tercapai agar pemulihan ekonomi sejalan dengan penanganan Covid-19.
Selain masalah vaksinasi, Luhut mengklaim saat ini pengendalian Covid-19 sudah mulai membaik secara nasional. 
Menurut dia, keberhasilan penanganan dan pengendalian pandemi akan meningkatkan pergerakan wisatawan.
Selanjutnya, upaya kedua adalah pengetatan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan. 
Luhut menyebut pemerintah perlu merancang aturan terhadap protokol kesehatan yang lebih ketat, utamanya untuk wisatawan mancanegara, setelah gerbang pariwisata internasional dibuka.
Pemerintah, tutur dia, sedang melakukan negosiasi dengan beberapa negara untuk menjalin kerja sama pariwisata berbasis koridor bebas Covid-19 dengan Indonesia. “Kami sedang menjajaki negosiasi dengan beberapa negara untuk membuka travel bubble bagi wisman dengan Bali,” kata Luhut.
Namun tetap pengendalian Covid-19 yang menjadi indikator utama dalam memulihkan kepercayaan negara lain untuk datang kembali ke Indonesia.
"Untuk itu, mari bersatu bersama kendalikan Covid-19," ujarnya. 
Selain itu, Luhut juga mendorong pengembangan investasi bidang pertanian, perikanan dan kelautan. Termasuk pengembangan potensi Health and Wellness Tourism untuk beberapa kota besar di Indonesia seperti Medan, Jakarta dan Denpasar.
Dengan adanya Health and Wellness Tourism diyakini mampu memperlama tinggal wisatawan. 
Ia juga mengingatkan agar bersama-sama menjaga air dan sampah. Kedua hal itu juga akan yang mempengaruhi keberlanjutan pariwisata yang berkualitas. (ART/001) 








Baca Artikel Menarik Lainnya : Gianyar Harus Lebih Hati-hati Hadapi Covid-19