2021-04-08 17:30:27

Demer Kritik, Listibiya Bali Dukung Pembangunan PKB

Pendidikan Oleh: Artaya

Denpasar (Atnews) - Majelis Pertimbangan dan Pembinaan Kebudayaan (Listibiya) Bali menyampaikan dukungan terhadap pembangunan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Gunaksa, Klungkung. Dukungan itu disampaikan jajaran pimpinan Listibiya saat bertemu Gubernur Bali Dr. I Wayan Koster, Selasa (6/04).
Pimpinan Listibiya yang hadir antara lain Prof. Dr. I Made Bandem, Dr. I Wayan Astita, Ida Rsi Agung Wayabiya Suprabu Sogata Karang, dan Drs. I Wayan Geriya. Hadir pula  Plt. Kadisbud Provinsi Bali, I Gede Darmawa
Dalam pertemuan selama hampir dua jam itu, Prof. Dr. I Made Bandem, selaku Ketua Listibiya Provinsi Bali (2016-2021),menegaskan dukungan itu karena Bali membutuhkan ruang (sarana dan prasarana) yang modern dan canggih untuk melahirkan karya seni-karya seni bermutu tinggi serta berkualitas internasional.
"Saya meyakini bahwa pembangunan PKB ini adalah bagian penting dari strategi pembinaan kebudayaan yang bersifat "horizontal" dan "vertikal"," ujar budayawan senior ini.
Pembinaan dan pengembangan yang bersifat horizontal adalah pembinaan dan pengembangan yang menekankan pada pemerataan, dimana kesenian Bali yang bersifat wali dan bebali (sakral dan seremonial) harus ditingkatkan keberadaan dan kualitasnya serta dikembalikan fungsinya untuk kepentingan upacara keagamaan. 
Kesenian ini menjadi sumber penciptaan kesenian balih-balihan (sekuler), dan apabila seni-seni sakral itu punah, maka roh (taksu) kesenian Bali akan punah pula. 
Sebaliknya, pembinaan dan pengembangan yang bersifat vertikal bertumpu sepenuhnya pada peningkatan mutu dan dilakukan dengan mengadakan festival-festival, parade, lomba-lomba, rekonstruksi, kreativitas, inovasi dan cara-cara lainnya agar kesenian itu memiliki standar nasional, dan internasional. Pembinaan dan pengembangan yang bersifat vertikal ini juga dilakukan dengan penetapan standarisasi dan sertifikasi terhadap sekaa-sekaa, sanggar-sanggar seni,  yayasan, dan galeri yang kini jumlahnya mencapai 10.049 buah menurut data Listibiya tahun 2015. Strategi pembinaan dan pengembangan dengan cara terakhir ini mutlak membutuhkan adanya PKB.
"Festival, parade, lomba-lomba, rekonstruksi, serta berbagai kegiatan itu membutuhkan panggung serta ruang pamer dengan standar tinggi, yang tentunya nanti akan tersedia di  PKB," ujarnya.
Sebelumnya, politisi Partai Golkar Gde Sumarjaya Linggih yang akrab dipanggil Demer  sempat mengkritisi pembangunan PKB. dengan meminta agar kebudayaan Bali jangan di-"museum"kan. Pernyataan itu telah memicu bantahan keras dari sejumlah budayawan terkemuka Bali.
Menanggapi hal itu, Prof. I Made Bandem menyatakan bahwa memang keliru jika ada yang beranggapan bahwa PKB bertujuan untuk “memuseumkan kebudayaan Bali.” 
"Kekeliruan terletak pada memaknai arti kata “museum” dan juga arti kata “kebudayaan.”  Museum bukanlah gudang untuk menyimpan benda-benda  mati. 
Ia adalah gedung atau ruangan untuk memamerkan hasil karya kreativitas, karya budaya, peninggalan sejarah, bahkan tengkorak manusia purba. Tentu diikuti dengan “story telling” yang jelas dan menggugah. Fungsi utamanya adalah edukasi, mengajarkan dan memberi inspirasi tentang puncak-puncak kebudayaan," tegasnya.
Prof. Bandem mengingatkan bahwa kebudayaan bukanlah sesuatu yang dibawa manusia sedari lahir. Manusia lahir hanya membawa kecerdasan atau bakat, seperti bakat matematika, bahasa, seni rupa, seni gerak, seni berkomunikasi, dan lain-lainnya. 
"Kebudayaan adalah hasil pendidikan, interaksi, asimilasi, difusi, imaginasi, kreativitas, inovasi, bahkan hasil rekayasa. Jadi dengan demikian kebudayaan bersifat dinamis dan membutuhkan prasarana dan sarana seperti Pusat Kebudayaan Bali untuk pembinaan dan pengembangannya," tutupnya. 
Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan apresiasi atas dukungan Listibiya. 
"Semoga nantinya PKB. akan bisa sungguh-sungguh berperan tidak hanya dalam melestarikan warisan tradisi kita, tetapi juga dalam mengembangkan kesenian dan kebudayaan kita agar dapat menjawab persoalan dan tantangan jaman,"tegasnya.(*IBM/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Kebersamaan Memiliki Nilai Kepuasan