2021-04-08 20:53:09

Grand Desain NCPI Bali: Pulihkan Kesehatan Sambut Era Baru Pariwisata  

Pariwisata Oleh: Artaya

Badung (Atnews) -  Dewan Pimpinan Wilayah Nawa Cita Pariwisata Indonesia (DPW NCPI) Bali akan menyusun grand desain pemulihan ekonomi era baru pariwisata pasca pandemi Covid-19.
Hal itu disampaikan Ketua Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Bali Agus Maha Usada ketika Seminar Nasional “Bali Economic and Investment Forum (BEIF) 2021: Grand Design of Bali Economic Recovery” di Badung, Kamis (8/4).
Penyusunan bisa dilaksanakan setelah mendapatkan masukan atau arahan dari berbagai pihak termasuk dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Agus Maha Usada tetap berkomitmen akan menjadikan pariwisata sebagai pintu atau penopang sektor lainnya, khususnya pertanian yang menjadi ciri khas budaya Bali. 
Bali yang merupakan barometer nasional diharapkan segera bisa rampung target vaksinasi untuk kekebalan kelompok atau herd immunity segera tercapai agar pemulihan ekonomi sejalan dengan penanganan Covid-19.
Oleh karena, pandemi Covid-19 menyebabkan kehidupan masyarakat dunia seakan mati suri, adanya pengangguran dari sektor pariwisata termasuk kedatangan 25.000 PMI. 
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II tahun 2020 mengalami kontraksi atau minus 5,32%. Bali mengalami dampak paling besar terlihat pada pertumbuhan ekonomi Bali mencapai minus 12,8%. 
Hal itu disebabkan tidak bergeraknya sektor pariwisata sebagai lokomotif ekonomi Bali. Kerugian Bali rata-rata 9 Triliun per bulan.
Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan grand-design atau skenario khusus bagi Bali.
Grand- design atau skenario khusus sebagai upaya penyelamatan ekonomi Bali dalam jangka menengah 2-3 tahun ke depan. 
Untuk menyikapi tantangan perekonomian Bali antara lain: (a) mayoritas usaha wisata pada dasarnya sehat, namun karena adanya pandemi Covid 19 mengalami resiko kebangkrutan sehingga diperlukan kebijakan keuangan khusus.
(b) Memberikan edukasi pada masyarakat, terlebih lagi yang berkecimpung pada industri pariwisata dengan asumsi kemungkinan paska pandemi COVID- 19, ekonomi global dan juga pariwisata global tidak kembali ke model lama, sehingga diperlukan adaptasi merespon perubahan. 
(c) Bagi para pengambil kebijakan wajib menyiapkan koreksi kebijakan ekonomi Bali yang lebih bersahabat terhadap alam dan lingkungan, pariwisata kerakyatan yang ramah terhadap budaya, pengembangan industri tepat guna di sektor pertanian, industri pengolahan, serta potensi industri kesehatan dan pendidikan ke depan serta green industry yangramah lingkungan menjadi peluang diversifikasi perekonomian Bali untuk mendorong transformasi perekonomian Bali.
(d) Kabupaten Badung sebagai cermin pariwisata Bali paling berdampak, (e) Pembangunan Bali dengan visi dan misi "Nangun Sat Kerthi Loka Bali" memberi makna tersendiri bahwa penggalian dan pengembangan potensi lokal sebagai indigieus local, seperti: adat, budaya dan lingkungan mutlak dilakukan.
Sementara itu,  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sepakat agar mengenjot rampungnya target vaksinasi.
Meskipun sudah mulai dilakukan vaksinasi, penerapan protokol kesehatan tidak boleh abai. Pemerintah juga tetap komitmen dalam menerapkan 3T, pengoptimalan PPKM Mikro dan berbagai program PEN dan bantuan kepada masyarakat.
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan keberhasilan mengendalikan Covid-19 sebagai kunci pemulihan ekonomi Bali dan nasional.
Untuk itu diperlukannya kerjasama semua pihak untuk menetapkan protokol kesehatan dan penyuksesan vaksinasi Covid-19.
Namun keterlambatan pelaksanaan vaksinasi di Bali hingga dua bulan dari rencana awal. Akibat  adanya blokade dari beberapa negara sehingga mempengaruhi proses masuknya stok vaksin ke Indonesia.
Sedangkan Asisten Deputi Investasi Strategis pada Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Bimo Widjayanto menambahkan, percepatan pemulihan ekonomi juga dipengaruhi oleh kemampuan melakukan inovasi dan kolaborasi semua pihak. 
Keberhasilan hal itu sangat dipengaruhi oleh kekompakan semua elemen baik dari pemerintah pusat hingga pedesaan atau kelurahan.
Dengan adanya pandemi Covid-19, ada provinsi (Bali) dan kabupaten terkaya (Badung) mengalami penurunan pertumbuhan yang tajam. Padahal biasanya daerah tersebut pertumbuhannya di atas rata-rata nasional. 
Untuk itu, diharapkan momentum tersebut mampu menyadarkan semua pihak agar serius perhatikan sektor - sektor yang tahan dari krisis global sekalipun, misalkan pertanian, perikanan dan kelautan. 
Maka dari itu,  memang diperlukan grand desain yang berkelanjutan dengan kemampuan pengetahuan yang kompleks.
Biasanya semakin kompleks maka semakin kuat bertahan dan inovasi berkelanjutan, hal itu sejatinya berlaku pula dalam ekonomi.
Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia Bali Trisno Nugroho mengharapkan, Bali dan Indonesia agar memulai sektor pariwisata dari wisatawan domestik.
Selain memiliki potensi yang besar seperti negara Amerika Serikat, Tiongkok dan India, wisatawan domestik juga dapat menumbuhkan kepercayaan dunia terhadap destinasi wisata nasional yang sudah masuk zona hijau dengan penerapan prokes CHSE.
Pemerintah pusat telah mengarahkan pertemuan CEO ternama, kementerian, dan BUMN agar digelarnya di Bali. 
Bahkan pihaknya meminta agar acara dan program bekerja dari Bali dilaksanakan tidak menumpuk beberapa daerah yang terkenal saja baik Nusa Dua,  Kuta,  Sanur dan Ubud. 
Tetapi agar dilakukan dan disebarkan ke beberapa daerah yang ada di Bali secara merata.
Bahkan Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Udayana Dr  I Nyoman Sunarta meminta agar vaksinasi tidak hanya pada daerah zona hijau (Ubud, Kuta dan Sanur) yang ditetapkan oleh pemerintah.
Namun vaksinasi dilakukan merata seluruh Bali, karena tenaga kerja pariwisata tersebut dari seluruh daerah bukan hanya sebatas pada kawasan zona hijau. 
Apabila memang dikembangkan desa wisata, petani dan masyarakat sekitarnya juga memang segera bisa divaksinasi. (ART/001) 











Baca Artikel Menarik Lainnya : Ribuan Warga Ikuti, Penglukatan Agung Banyupinaruh di Pantai Batubolong Canggu