Banner Bawah

Luncurkan MOBI Kaori, Beras Sehat Petani dari Bali

Artaya - atnews

2021-09-05
Bagikan :
Dokumentasi dari - Luncurkan MOBI Kaori, Beras Sehat Petani dari Bali
Slider 1

Gianyar (Atnews) - Kaori Group kembali meluncurkan Mesin Otomatis Beras Indonesia (MOBI) Kaori di Warung Ide Kaori, Mas, Ubud, Gianyar, Sabtu (4/9).
Dengan Beras sehat Kaori yang merupakan beras asli petani lokal Bali, diambil dari sumber gabah terbaik sehingga menghasilkan beras pulen, sehat, kaya akan vitamin dan tanpa residu berbahaya. 
Sebelumnya telah melaunching Pengisian Otomatis Mesin (POM) Minyak Goreng (MIGO) Kaori karya putra bangsa pertama Bali.
MOBI dan POM MIGO Kaori inovasi Kaori Group karya putra Bali Kadek Maharyawan asal Tabanan, Wisnu Wijaya.
Kedua inovasi tersebut lahir di tengah Covid -19, Pengusaha Muda nan cantik, Ni Kadek Winnie Kaori selaku Direktur Utama Kaori Group memang tidak pernah kehabisan ide yang inovatif. 
Pada kesempatan itu, hadir Prebekel Sidan Made Sukra Suyasa dan Kelompok Tani Samiasih Desa Sidan Gianyar Anang Purwa.
"Jadi dengan mesin ini, mau beli beras di masa pandemi ini tidak perlu ribet. Jika budget tidak cukup membeli yang 5 Kg atau 10 Kg, maka di Mobi Kaori ini bisa membeli beras sesuai isi kantong," sebutnya penuh semangat. Sebab memang masa pandemi ini, menjadi masa sulit bagi semua orang. 
Sehingga dengan MOBI Kaori ini, pembeli hanya perlu datang ke outlet yang bekerjasama dengan Kaori. Membawa wadah dari rumah, dan membeli beras sesuai dengan budget yang dimilikinya. Ia pun memberi contoh kemasan beras ukuran 2,5 Kg. 
"Yang mendasari lahirnya Mobi Kaori ini, melihat situasi pandemi di tahun 2020 sampai sekarang. Banyak masyarakat, khususnya masyarakat Bali yang dirumahkan. Tentu saja beras menjadi salah satu kebutuhan pokok sehari-sehari," jelasnya. 
Namun karena kondisi ekonomi yang belum membaik, membuat banyak orang belum bisa membeli beras dengan budget yang sama seperti sebelum pandemi. "Mungkin dulu bisa beli beras sampai 10 Kg, tetapi sekarang membeli beras Rp 10 ribu saja masyarakat sudah berpikir," ujarnya.
Fenomena inilah yang membuat Kaori berpikir, bagaimana berinovasi bisnis yang bisa sekaligus membantu petani lokal. Serta membantu pengusaha lokal dan meringankan beban masyarakat konsumen. "Kami memudahkan dalam bentuk mesin ini," katanya. 
Pertama, kata dia, adalah terciptanya lapangan kerja. Kemudian memudahkan masyarakat mendapatkan beras dengan takaran yang pas dari sekilo, sampai 2,5 Kg dengan harga terjangkau namun berasnya berkualitas. 
Hanya dengan Rp 9.500 per Kg bisa mendapatkan beras lokal Bali yang berkualitas, pulen, bersih, tanpa pemutih, tanpa pengawet, serta beras sehat. Ia pula mengedukasi bagaimana cara memilih beras yang dibutuhkan dengan harga terjangkau. 
Sementara untuk harga mesin Mobi Kaori ini, dibanderol hanya Rp 15 juta include 100 Kg beras berkualitas, garansi 12 bulan, tas kain, alat promosi seperti spanduk dan banner, baju kaos, MoU dan sertifikasi. Serta kemudahan lainnya, seperti apabila ada kendala digital akan dibantu oleh teknisi perusahaan. 
"Mesin ini juga bisa digunakan sebagai mesin untuk produk gula, kacang-kacangan sehingga multifungsi," ucapnya. Takarannya pun pas, sesuai dengan ukuran yang dibeli masyarakat. "Mau sekilo, dua kilo tinggal dipencet di mesin saja," imbuhnya. 
Lanjutnya, dengan MOBI Kaori juga bisa balik modal atau break even point (BEP) dengan jangka waktu sekitar 10 bulan saja. Ia mengestimasikan keuntungan dalam sebulan, apabila pengusaha membeli MOBI Kaori adalah sekitar Rp 1,5 jutaan. 
"Tidak perlu khawatir, karena mesin ini terbuat dari stainles pilihan dengan daya 125 Watt dan kapasitas penyimpanan sampai 100 Kg," sebutnya. Mesin pun dibuat dengan teknologi canggih dan tidak mudah berkarat, bahkan tidak mudah dimasuki tikus sekalipun. 
Sehingga beras dengan kandungan gizi dan vitamin serta karbohidrat yang baik tetap terjaga kualitasnya. Mesin beras pertama di Bali ini, nantinya akan sangat membantu masyarakat baik konsumen maupun pedagang. Begitu pula membantu para petani lokal. 
Sebab Kaori menggandeng berbagai petani dari berbagai wilayah, seperti Sidan, Jatiluwih, Peling, Mendoyo, dan wilayah penghasil beras lainnya di Bali. "Kami sudah memastikan agar petani yang bekerjasama dengan Kaori, menjaga kualitas gabahnya dengan menggunakan bahan organik tanpa kimia," tegasnya. 
Kerjasama jangka panjang ini, adalah pembiayaan dari gabah yang sudah mereka hasilkan lalu dibeli dan digiling. Target pemasarannya, adalah warung grosir atau eceran bahkan BumDes serta kerjasama dengan koperasi dan lain sebagainya. 
Sementara itu, Perbekel Sidan I Made Sukra Suyasa memberikan mengapresiasi inovasi MOBI Kaori ini. "Ini sebuah gebrakan yang luar biasa, karena bisa diakses semua lini masyarakat. Tentunya dengan kemudahan fitur dan kualitas yang canggih," katanya. 
Kerjasama petani di Sidan, kata dia, dengan MOBI Kaori adalah dengan menyediakan beras yang sehat. "Jika sebelumnya menggunakan bahan kimia, sudah hampir dua tahun kami beralih menggunakan bahan organik untuk bertani," tegasnya. 
Pada prinsipnya, bahan alami juga diupayakan untuk melindungi alam dari kerusakan, semisal kerusakan tanah garapan. Sehingga bahan organik dipakai untuk mendapatkan hasil gabah yang berkualitas dan alam lingkungan tetap terjaga. 
Pola organik ini, dengan menggunakan pupuk cair dan 7 prinsip lainnya untuk pengolahan organik ini. Baik dari pengolahan tanah, pupuk, bibit, pemeliharan dan lain sebagainya. Sampai akhirnya menghasilkan padi sehat tanpa bahan kimia. 
Lanjutnya, ada sekitar 101 Ha sawah di sana dan sampai 2021 ini sudah ditanam hampir 40 Ha. "Dengan adanya MOBI Kaori ini, membuat gabah petani terserap dengan baik," ujarnya. Ia menjelaskan, alurnya gabah petani dibeli melalui BumDes dan dipasarkan dengan kerjasama bersama Kaori Group. 
"Apalagi Kaori Group menampung hasil dari petani lokal, apalagi beras sehat," ucapnya. Pola organik ini, juga digaungkan dan dipantau oleh pemerintah kabupaten. "Harapan kami semoga pertanian organik meluas, dan kami tetap mengedukasi memberikan dorongan agar petani bisa berubah dan didampingi pemerintah," katanya. Sehingga semakin banyak beras berkualitas yang dipasarkan melalui MOBI Kaori. 
Selain itu,  Mantan Ketua DPRD Bangli Anang Purwa yang juga Kelompok Tani Samiasih Desa Sidan Gianyar merasa bangga dan semangat kembali setelah produksi kelompok diserap oleh Kaori Group. 
Petani yang mengembangkan pertanian organik dengan konsep Bantu Ayah Lindungi Ibu (BALI) mampu menghasilkan gabah padi lebih banyak. 
Oleh karena, bobot padi organik lebih berat bila dibandingkan dengan padi dari pupuk kimia, setiap hektare menghasilkan 7 ton, biasanya hanya 6 ton per hektare. (GAB/ART/001)





Baca Artikel Menarik Lainnya : PKP2Trans Kemendes PDTT Ziarah ke Makam Makam Pionir Transmigrasi

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng