Karangasem - Media Siber Atnews bersama Korps Menwa Indonesia (KMI) dan Korps Menwa Ugrasena (KMU) Bali menggelar ziarah tabur bunga ke Monumen Perjuangan Tanah Aron di Karangasem, Minggu (10/10).
Kegiatan itu dilaksanakan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Atnews tanggal 18 Oktober mendatang dengan tema "Sumbangsih Warga untuk Negeri". Sekaligus HUT ke-57 Resimen Ugrasena Bali, 29 September. Begitu pula dalam perayaan HUT ke-76 MPB sebagai Puncak Pertemuan Perang Rahasia Gerakan Bawah Tanah Perang Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 16 Agustus.
Penghormatan kepada para pejuang Pahlawan Monumen Perjuangan Tanah Aron dipimpin langsung oleh Direktur Utama Atnews I Wayan Artaya.
Dirut Atnews Artaya mengatakan, acara itu sebagai bentuk penghormatan warga negara kepada para pejuang yang sudah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan yang dirasakan hingga kini.
Oleh karena, monumen tersebut sebagai tempat bersejarah bagi Bali dan Indonesia dimana pasukan I Gusti Ngurah Rai memang melawan penjajah Belanda.
Ketika Belanda ingin kembali menjajah Indonesia dengan jelmaan NICA (Netherlands Indies Civil Administration), karena situasi Bali yang semakin sulit, I Gusti Ngurah Rai memutuskan mengadakan perjalanan menuju daerah Timur (long march) yg tujuannya mengalihkan perhatian musuh dan membangkitkan semangat masyarakat yang telah memudar.
Dalam perjalanannya pasukan I Gusti Ngurah Rai berkali-kali mendapatkan perlawanan. Pada tanggal 20 Juni 1946 pasukan tiba di Desa Pemuteran (Karangasem), ternyata pasukan Ngurah Rai diketahui keberadaanya oleh NICA sehingga terjadi pertempuran di desa Pemuteran.
Pada tanggal 6 Juli 1946 pasukan Ngurah Rai tiba di dusun Tanah Aron, sebuah dusun yg terletak di kaki Gunung Agung. Pada tanggal 7 Juli terjadi pertempuran hebat antara NICA dengan pasukan I Gusti Ngurah Rai.
Dalam pertempuran ini 82 orang pasukan NICA tewas sedangkan dipihak pejuang hanya 1 orang yang gugur yaitu I Soplog.
Dalam upaya mengenang, menghormati dan mengabadikan jasa-jasa para pejuang yang telah gugur sebagai pahlawan kusuma bangsa, maka pada tahun 1971 timbullah gagasan untuk mendirikan sebuah monumen perjuangan di Desa Buda Keling, yang sekarang mengalami pemekaran bernama Desa Bhuana Giri, Bebandem Karangasem. Monumen tersebut diberi nama Monumen Perjuangan Tanah Aron.
"Semoga bisa menjadi semangat bagi pemuda dan setiap insan warga negara dalam bela negara sesuai kemampuan masing-masing," harapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Bersama Peringatan HUT ke-57 Resimen Ugrasena Bali, HUT ke-3 Atnews tanggal 18 Oktober Mumtazah Mardliyah, S.Ked menambahkan, acara itu sebagai puncak agenda ziarah selama rangkaian HUT.
Sebelumnnya juga, pihaknya sudah mengadakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kirtya Kretta Mandala Gianyar, Semara Loka Klungkung, Pancaka Tirta Tabanan, Curastana Singaraja, Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana, Monumen Munduk Malang dan Monumen Operasi Lintas Laut Jembrana.
Meskipun dalam pandemi, kunjungan dan pembinaan terdahap kader-kader bela negara terus dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan dengan ketat.(GAB/001)