Banner Bawah

66 Tahun Berproses, Sukmawati Sudhi Wadani Agama Hindu dan Terkesan Ramayana Mahabrata

Artaya - atnews

2021-10-26
Bagikan :
Dokumentasi dari - 66 Tahun Berproses, Sukmawati Sudhi Wadani Agama Hindu dan Terkesan Ramayana Mahabrata
Slider 1

Gianyar (Atnews) - Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri, putri Presiden Pertama RI Sukarno telah selesai menjalankan ritual pindah ke agama Hindu atau Sudhi Wadani di Bale Agung Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Selasa (26/10).
Dalam acara itu, disaksikan secara langsung oleh Putranya, Muhammad Putra Al Hadad dalam ritual upacara pindah agama Sukmawati.
Nenek Sukmawati, Ida Ayu Nyoman Rai Srimben merupakan penduduk asli Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali yang beragama Hindu.
Sukmawati harus melewati proses yang panjang untuk berpindah agama ke Hindu. Setelah 66 tahun melakukan pencaharian, Sukmawati akhirnya memilih agama Hindu. Sebelumnya sudah mendapatkan persetujuan dari keluarga besarnya, termasuk putra-putrinya sampai saudara-saudaranya seperti Megawati Soekarnoputri dan Guntur Soekarnoputra.
Ia diketahui memang sudah bertahun-tahun mempelajari kitab suci Hindu. Selain itu, ada satu sosok penting yang diduga menjadi pendorongnya untuk masuk Hindu. Tokoh yang dimaksud adalah Arya Wedakarna.
Arya Wedakarna merupakan Presiden The Sukarno Center di Tampaksiring yang juga anggota DPD Dapil Bali.
Pengaruh dan bekal menjadi Hindu tidak terlepas dari pengaruh kita suci Veda Bhagavadgita yang  mudah dipahami.
Selain itu, uraian Ramayana dan Mahabrata yang sudah dikenal dunia. Dirinya merasa terkesan dengan cerita Ramayana dan Mahabrata dalam bentuk komik.
"Ada seorang penulis komik Ramayana dan Mahabrata, saya suka sekali dan merasa heran akan karya itu, bermacam-macam karakter kehidupan," ungkap Sukmawati.
Hal itu disampaikan kepada awak media ketika press conference Sudhi Wadani di The Sukarno Center Tampaksiring, Gianyar, Selasa (26/10) yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70.
Ia juga bergelar Ratu Niang Sukmawati menambahkan, kisah Ramayana dan Mahabrata memberikan bekal untuk tahu Hindu zaman dahulu.
Bahkan  mempengaruhi penulisan cerita untuk film bukan cerita novel atau saja penulis puisi.
"Tulisan itu untuk film bukan novel. Meksipun itu memng belum terwujud," ujarnya.
Kecintaan terhadap budaya Indonesia, khususnya Bali tidak terlepas dari pengaruh Nenek Sukmawati dan ayah kandungnya Sukarno.
"Kita sebagai warga Negara Indonesia harus tahu budaya asli daerah. Semakin banyak tahu semakin banyak pengetahuan yang diperoleh yang merupakan kekayaan bangsa," imbuhnya.
Begitu pula, dalam memahami agama Indonesia yang memiliki beragam. Hal itu telah tertuang dalam dasar negara Pancasila   agar selalu mengedepankan persaudaraan dan toleransi.
"Mayoritas tidak boleh angkuh kepada minoritas, kedepankan toleransi dan persaudaraan bagi seluruh rakyat di kepulauan Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, Arya Wedakarna menambahkan, Sukmawati dikatakan kembali ke Agama Leluhur (Sanatana Dharma).
Keputusan itu diambil memang sudah dipertimbangkan dan telah mendapatkan persetujuan dari keluarah dan putra-putrinya.
Dikatakan pula, Sukmawati tengah menyiapkan garapan kesenian kolosal yang akan jadi kejutan bagi masyarakat Bali.
Dalam acara seremonial itu, Sukmawati juga menandatangani dokumen-dokumen pindah agama yang nantinya berhubungan dengan Dinas Catatan Sipil.
Setelah acara seremonial selesai, Sukmawati mengikuti upacara ritual Sudhi Wadani yang dilakukan secara terbatas dengan protokol kesehatan ketat. (GAB/ART/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Pengemudi Kabur, Tabrakan Beruntun Truk Galian C Terguling

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius