Badung (Atnews) - Desa Wisata Carangsari berhasil meriah penghargaan Juara 1 Desa Wisata Terbaik Kategori Konten Kreatif pada Malam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Selasa (7/12).
Acara tersebut dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Prestasi itu sebagai kado menyambut tahun baru 2022 dapat membanggakan tanah kelahiran Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai, Kecamatan Petang Badung dan Provinsi Bali di tingkat nasional.
Perjuangan untuk meraih itu memang tidak mudah dari 75 ribu desa di seluruh Indonesia yang mendaftar mengikuti ADWI ada 1.831 desa.
Pada Acara Malam ADWI 2021 memberikan penghargaan untuk 7 (Tujuh) kategori penilaian bagi desa wisata, diantaranya CHSE, Desa Digital, Suvenir (Kuliner, Fesyen, Kriya), Daya Tarik Wisata (Alam, Budaya, Buatan), Konten Kreatif, Homestay, dan Toilet.
Bagi desa wisata pemenang melalui kepala desanya diberikan piala dan hadiah uang Rp30 juta untuk juara 1 di setiap kategori, Rp25 juta untuk juara kedua, Rp20 juta untuk juara ketiga, Rp15 juta untuk juara keempat dan Rp10 juta untuk juara kelima.
Keberhasilan Desa Carangsari itu tidak terlepas dari berkat kerjasama dan gotong royong semua pihak putra putri Desa Carangsari, Tokoh Adat, muapun keaktifan dan proaktif pembinaan dari Pemerintah Badung.
Hal itu yang membuktikan bahwa Badung Utara juga memiliki potensi wisata masa depan, selain destiansi wisata yang sudah dikenal dunia daerah Badung Selatan (Nusa Dua, Jimbaran, Uluwatu, Kuta, Canggu).
Demikian diungkapkan Warga asli Desa Carangsari sekaligus cucu pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai, I Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha yang juga Owner POD Chocolate di Badung, Rabu (8/12).
Ia dikenal Gek Inda merasa optimis Desa Carangsari akan menjadi tujuan pariwisata baik domestik maupun mancanegara pasca pandemi Covid-19.
Meskipun keberadaannya kurang populer sebagai destinasi pariwisata tetapi desa tersebut sudah memulai mengembangkan pariwisata dan mandirikan usaha sejak tahun 1995 dari tangan - tangan lokal Desa Carangsari.
"Usaha tersebut masih jalan hingga kini, kita boleh berpikir global tapi berbuat lokal dengan mengedepankan culture daerah unik," kata Gek Indah yang juga Anggota DPRD Badung.
Upaya itu untuk mendukung Peluncuran Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali oleh Presiden Joko Widodo.
Presiden pun telah mengingatkan agar pariwisata di Provinsi Bali harus bertransformasi dari mass tourism menjadi green tourism, yaitu pariwisata berbasis sosial, budaya, dan lingkungan yang sejalan dengan nilai-nilai dan filosofi kearifan lokal Bali yang dapat membangun harmoni dan memuliakan alam.
Dengan semangat untuk memuliakan alam, manusia dan budaya harus terus kita teruskan untuk menyongsong masa depan dan kita memiliki komitmen yang kuat untuk menerapkan green economy (ekonomi hijau).
Untuk itu, Desa Carangsari diyakini mampu mewujudkan ekonomi hijau karena memang terletak di pedesaan yang masih alamnya alami, tengah pengembangan digitalisasi.
Desa tempat kelahiran pahlawan nasional Indonesia, sebagaimana bahwa Pahlawan I Gusti Ngurah Rai memiliki pasukan yang disebut “Ciung Warana” yang melakukan pertempuran terakhir yang dikenal dengan nama “Puputan Margarana”.
Desa Wisata Carangsari adalah salah satu Desa Wisata yang telah ditetapkan oleh Peraturan Bupati Badung no. 47 tahun 2010
Mulai dari tempat kelahiranya, desanya, hingga monumenya yang kesemuanya menjadi satu daya tarik wisata yang unik.
Ia juga Ketua DPD Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Bali mengungkakan, Desa Carangsari memiliki berbagai potensi wisata alam, wisata buatan dan wisata budaya serta aneka produk wisata edukasi dan kuliner.
Desa Wisata Carangsari masuk sebagai jalur wisata bersepeda dalam program bike tour yang diselenggarakan oleh berbagai usaha jasa pariwisata.
Termasuk sebagai daerah pertanian, Badung Utara, khususnya Petang tidak hanya kaya dengan kebun kopinya. Ada coklat, dari pola budidaya sampai pengolahan menjadi produk kemasan coklat siap santap, membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Menariknya lagi, Carangsari sudah mampu penerapan tolerasi dan Bhineka Tunggal Ika (Unity in Diversity) dengan adanya Nyama Toko merupakan nama khusus yang diberikan masyarakan desa Carangsari kepada penduduk keturunan Tionghoa yang tinggal di Carangsari. Dari kata Nyama Toko ini maka kita tahu bahwa industri perdagangan pernah menggeliat di Desa Carangsari yang dengan pesat digeluti oleh warga keturunan China.
Bahkan ada pula Gereja untuk Umat Kristen sejak 1300-an dan ada Komunitas Islam ke Bali sudah mendatkan persetujuan dari para Penglingsir Carangsari.
Peninggalan budaya yang masih asli yakni Puri Agung Carangsari yang didirikan oleh Radja Kerajaan Payangan yang terakhir, dari Dinasti Patjoeng Prami, yang bergelar: Ida Tjokoratu Agung Patjoeng Gede Oka (I Goesti Ngoerah Patjoeng Gede Oka).
Pada desa tersebut, terdapat pula Monumen I Gusti Ngurah Rai, Napak Tilas Pataka/Panji-panji serta Surat Sakti Pahlawan Nasional Brigjen (Anumerta) I Gusti Ngurah Rai yang dilakukan sebagai serangkaian Hari Pahlawan dan Peringatan Puputan Margarana tiba di tempat Kelahiran Beliau yakni Desa Carangsari.
Desa Carangsari sangat kental dengan kebudayaan dan adat tradisinya salah satunya adalah Topeng Tugek Carangsari. Diciptakan pada tahun 1965, dan sangat terkenal pada tahun 1970 hingga di era 1980-an. Topeng Tugek Terus berkeliling tidak hanya di Bali, Tupeng Tugek bahkan tampil hingga Los Angeles, Amerika Serikat.
Di Tu Gex House Activity ini wisatawan juga bisa belajar seni tari topeng Tu Gex dan mengikuti berbagai aktivitas budaya lainnya.
Sandiaga Uno pun mencoba berlatih tarian agem tari Topeng Tu Gek yang merupakan tari khas Desa Wisata Carangsari. Tarian ini diciptakan dan dipopulerkan maestro tari topeng asal Carangsari I Gusti Ngurah Widya.
Selain itu, Sanggar Seni Ciung Wenara aktif dalam melestarikan budaya Bali yang seperti diketahui telah pentas di acara parade budaya seperti parade beleganjur dll dan saat ini sanggar seni Ciung Wenara sedang melakukan penggarapan tabuh dan tari maskot Desa Carangsari yakni Tari Satrianing Ciung Wanara Murti.
Sedangkan, Bokor Carangsari merupakan hasil karya dari seorang putra Carangsari I Ketut Tirtayasa yang memiliki kebutuhan khusus dari Banjar Beng Desa Adat Carangsari dengan memanfaatkan barang bekas ramah lingkungan. Wisatawan bisa belajar membuat bokor cantik dengan kreasi tersebut.
Wisatawan juga dapat menikmati Desa Wisata Carangsari memiliki wisata buatan yang sangat indah yang bisa anda kunjungi setiap saat.
Salah satunya Bali Elephant Camp Desa Carangsari, berkeliling hutan konservasi dari atas punggung gajah adalah pengalaman tak terlupakan. Hewan tunggangan asli Sumatera ini, mengkonsumsi hasil kebun masyarakat Carangsari, dari rumput sampai buah musiman. Konsumsinya juga buah yang berkualitas, gajah tidak akan makan rumput atau buah berpestisida.
Alam Tirta Carangsari Rafting Carangsari
Bersepeda ke jantung Bali dengan tur di sepanjang jalan Desa Carangsari, dan melihat sekilas kehidupan sehari-hari dan budaya Bali yang semarak. Tur yang cocok untuk tamu dari segala usia dan kondisi fisik, meliputi kunjungan ke rumah tangga khas Bali, singgah di peringatan I Gusti Ngurah Rai, pahlawan nasional dan senama bandara Bali lahir di Carangsari.
Ayung River Rafting, dapat memberikan petualangan arung jeram yang harus dilakukan di Bali saat menuruni hutan tropis yang rimbun ke jantung Sungai Ayung. Setelah pengarahan keselamatan menyeluruh, akan melewati pemandangan yang menakjubkan saat memotret jeram Kelas 2-3 yang mendebarkan di lingkungan yang luar biasa.
Termasuk Triana Resort Bali membangun di atas tanah seluas 7.600 m2 di Jl. Tukad Ayung XIX, Carangsari, Petang, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Mengusung tema modern and natural dengan konsep bangunan menggunakan bambu khusus untuk menciptakan nuansa natural. Resort dengan tema ramah lingkungan Setara Bintang 5 di Lokasi Premium.
Wisata pun disediakan Pod Chocolate Tour untuk menemukan bagaimana cokelat dibuat di Pod Chocolate Factory di area Bali Elephant Camp. Tur dimulai dengan minuman selamat datang "chocolate shot" yang luar biasa, setelah itu anda akan dibawa melalui setiap langkah proses pembuatan cokelat dari pohon kakao menjadi kakao mentah, fermentasi dan pemanggangan biji, dan transformasi terakhir menjadi Pod yang lezat Cokelat.
Sementara itu, Ketua Pengelola Desa Wisata Carangsari Ida Bagus Nama Rupa yang akrab dipanggil Gusde mengaku merasa bersyukur mendapatkan penghargaan tersebut.
"Ini cara kami mencintai desa dengan penuh ketulusan dan pengabdian tanpa batas kepada tanah kelahiran," ujar Gusde.
Pada kesempatan itu, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Carangsari, Bendesa, Penanggungjawab dan pengelola Puri Agung Carangsari serta semua obyek wisata Desa Carangasari.
Meskipun penuh keterbatasan anggaran dan sumber daya segala sektor. Namun berkat semangat dan kerja keras semua komponen, khususnya para seniman yang all itu, termasuk Gek Inda sendiri.
Kerajinan Desa Carangsari dari koran bekas sudah dipesan pula oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno untuk souvenir KTT G20.
Gusde juga sebagai Director Pod Chocolate, Humanatarion Voulentere dan Coach Rv University memang berpengalaman lebih dari 24 tahun di bidang pariwisata, memiliki relasi yang bagus dengan pemerintahan serta berbagai lembaga, dan berpengetahuan amat luas tiada banding tentang budaya unik Bali dan dikenal sebagai penekun olah raga alam.
Dengan pengalaman dan pengetahuannya itulah, dia berhasil mengembangkan Edutourisme Pod Chocolate yang berada di Desa Wisata Carangsari dan mengenalkan berbagai potensi alam, budaya Desa Wisata Carangsari.
Desa Wisata Carangsari berawal dari digeliatkan oleh Anak Agung Alit Yudha melalui perusahaan True Bali Experience yang menawarkan jasa wisata Rafting, Cycling dan Elephant Ride. (ART/001)