Oleh Oleh Jero Mangku Agung I Ketut Puspa Adnyana
Dua kekuatan besar, menghasilkan teknologi yang saling bresaing: USSR vesus USA. Mereka bersaing menginjakkan kaki di bulan. Dalam foklore di Indonesia, seorang anak gembala terbang naik kerbau sambil nyuling menuju Bulan. Sebuah hayalan menjadi kenyataan dari kerbau menjadi Spunik/Appolo. Di masa lalu, mereka tidak bersaing tapi melanjutkan. Ketika Sri Wisnu mengalahkan raja Asura yang bernama Raja Muliawan yang berkolaborasi dengan Raja Sumali, Sri Wisnu mengangkat Brahmin Kubera seorang keluarga brahmana utuh dari ayah Rsi Wisrawa. Sumali karena ingin keturunannya terus berkuasa mengawinkan anaknya Dewi Keikesi (Sukesi, Indonesia) dengan seorang manusia utama. Diantara para rsi, Rsi Wisrawa yang terpilih sebagai suami Dewi Keikesi. Lahirlah Rahwana, Kumbakarna, Wibisana dan Surpakanaka. Kubera dan Rahwan bersaudara satu ayah.
Pada masa pemerintahan Kubera, Alengka maju pesat dan sangat kaya sehingga pembangunan istana kerajaan sangat megah diatas gunung Trikota. Bangunan itu menggunakan batu batu mulia, logam logam mulia sehingga sangat memukau. Pembangunan dilakukan oleh Arsitek dari Perguruan Wiswakarma. Disamping membangun kota, Kubera juga memerintahkan Wiswakarma membangun pesawat terbang yang diberinama Wamana Puspaka. Dalam kitab Wiswakarma Sutra, ada 28 desain pesawat terbang tanpa pilot yang dikembangkan Wiswakarma, salah satunya desain pesawat untuk masa Kaliyuga. Bahan energi utamanya adalah semacam asam kuat. Namun pesawat Wamana Puspaka belum sempat uji terbang karena terjadi pergantian penguasa. Kubera dijatuhkan oleh Rahwana. Rahwana menjadi Raja Alengka. Kubera bersembunyi ke alam swah dan diangkat menjadi Bendahara para dewa.
Rahwana merombak sistem tata kemasyarakatan, tidak ada lagi 4 golongan sebagaimana tatanan ajaran Veda. Semua orang sama, dan kebebasan diberi peluang. Para Asura yang awalnya pada masa pemerintahan Kubera masuk sebagai golongan paling nista, saat pemerintahan Rahwana menjadi bebas. Diantara para Asura tidak boleh ada pertentangan, apalagi memakan dan membunuh sesama Asura. Setiap bulan Rahwana melakukan upacara mengorbankan manusia dan menyantapnya, dengan SOP yang ketat (tidak sembarang manusia) dan dari golongan brahmana. Rahwana mengembangkan Laboratorium yang bernama Nikumbila dengan 4 Grand Desain: (1) pesawat terbang tanpa pilot; (2) terowongan menuju ke 3 alam bhur bwah swah; (3) keabadian; dan (4) kesamaan sistem sosial.
Pada masa pemerintahan Kubera yang menjadi prancang dan arsitek dari perguruan Wiswakarma, kemudian diganti dengan Arsitke dan Insinyur dari perguruan Mayasura. Pada masa itu dua perguruan inilah sebagai pusat pengembangan SDM terkenal. Istana Trikota dibangun menjadi lebih megah dan diperluas untuk menampung 5000 istri Rahwana (Rahwana menikahi perempuan dari semua golongan, dewa, asura, gandarwa, yaksa, pisaca, dll untuk membangkitkan kecemburuan Mindodari yang cintanya sedingin salju, namun tidak berhasil).
Wamana Puspaka dilanjutkan dan uji terbang berhasil dibawah kuasa Rahwana dengan Arsitek dan Insinyur Mayasura. Mayasura juga membangun Istana Idraprastha. Wamana puspaka digunakan Rahwana dan Marica untuk menuju utara ketika terdengar ada sayembara Dewi Sita (dalam versi lain, Rahwana ingin melihat anaknya dan memperlihatkan gambarnya kepada Mindodari, Mindodari adalah putri dari ketua Mayasura). Wamana Puspaka juga digunakan saat mengambil Dewi Sita. Setelah perang, untuk kembali ke Ayodya, Sri Rama dan para petinggi kerajaan menggunakan Wamana Puspaka sebagai kendaraan kembali ke Ayodya.
Dewasa ini, pemerintahan mengganti sesuai rezim program program yang sudah jalan tetapi tidak melanjutkan program program yang telah diletakkan, karena egolider. Kita dapat belajar dari sejarah masa lalu (maha purana dan itihasa) bahwa kontinyuitas dan keberlanjutan menjadi penting. Namun, Parisada nampaknya tidak demikian akan terus melanjutkan apa yang sudah bagus dan mencipta yang baru. Semoga berhasil. (*)