Buleleng (Atnews) - Kejuaraan pencak silat Buleleng Open II di ikuti oleh 28 kontingen dari 8 perguruan yang ada di kabupaten Buleleng dibawah naungan IPSI Buleleng.
Sedangkan jumlah peserta yang ikut ambil bagian sebanyak 104 pesilat yang terdiri dari 79 atlet pria dan 25 atlet wanita. Kejuaraan olahraga budaya bangsa ini diselenggarakan dari tanggal 13 desember sampai 17 Desember 2021.
Buleleng sebenarnya memiliki potensi di cabang Pencak Silat, data yang ada menunjukkan jumlah Perguruan dibawah naungan IPSI Buleleng sebanyak 21 perguruan. Namun yang masih aktif hampir sepertiganya yakni berjumlah 8 perguruan.
Dalam kejuaraan pencak silat tersebut, menempatkan kontingen perguruan Bakti Negara Banjar sebagai juara umu I dengan perolehan 7 emas dan 2 perak, disusul juara umum dua di duduki oleh kontingen dari perguruan Perisai Diri Seririt dengan meraih 1 medali Emas dan 3 Perunggu, serta juara umum III ditempati oleh kontingen dari perguruan Perisai Diri Kubutambahan.
Dalam sambutannya Ketua Harian IPSI Kabupaten Buleleng I Dewa Made Susastra G menyampaikan hasil dari kejuaraan ini akan dibina untuk dipersiapkan sebagai bakal calon atlet pencak silat Buleleng dalam mengikuti Porprov.Bali tahun 2022. Dewa Made Susastra yang pembina Perisai Diri ini mengemukakan, terkait dengan pola pembinaan yang akan dilakukan pada tahun 2022 yaitu dengan pembinaan desentralisasi dan sentralisasi.
Ditempat yang sama pelatih perguruan bakti Negara Dewa Ayu Narayani menyampaikan ucapan terimaksasih kepada IPSI Buleleng yang telah menyelenggarakan kejuaraan sebagai ajang tolak ukur prestasi anak didiknya. Selaku pelatih akan terus melakukan pembinaan terhadap atlet yang sudah memperoleh juara sehingga nantinya menjadi atlet porprov pada cabor pencak silat.
Dari pengamatan Atnews, para pesilat tampak bertanding dengan menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas. Kendati dalam pertandingan terjadi persaingan yang cukup ketat. Ini menunjukkan para pesilat sudah mempersiapkan diri menghadapi Kejuaraan Pencak Silat Open II di Bhuwana Patra Singaraja ini.
Akan tetapi Kejuaraan kali ini, kurang meriah, tidak disaksikan penonton, suporter maupun pencinta Silat. Ini dikarenakan, masih dalam suasana pandemi sehingga prokes yang diberlakukan sangat ketat, tidak diperbolehkan ada penonton, yang masuk hanya Panitia dan official/pelatih secara terbatas.
Bahkan wartawan Atnews juga tidak luput dari pertanyaan oleh penjaga maupun panitia, namun setelah dijelaskan bahwa tujuan kita melakukan peliputan baru dikasi masuk. (WAN)