Banner Bawah

Karya Peneduh Jagat di Pura Mandhara Giri Semeru Agung Lumajang

Artaya - atnews

2021-12-26
Bagikan :
Dokumentasi dari - Karya Peneduh Jagat di Pura Mandhara Giri Semeru Agung Lumajang
Slider 1

Jatim (Atnews) - Ny. Tjokorda Putri Hariyani Ardhana Sukawati (Ny. Cok Ace) melaksanakan persembahyangan serangkaian upacara peneduh jagat di Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Jalan Serma Dohir, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (25/12/2021). Upacara yang bertepatan dengan Tumpek Krulut (Rahina Saniscara Kliwon Wuku Krulut) ini dilaksanakan pasca erupsi Gunung Semeru, 4 Desember  2021 lalu. 
Ritual ini dimaksudkan memohon kerahayuan agar semesta dijauhkan dari segala macam bencana dan malapetaka. 
Upacara peneduh jagat di Pura Mendara Giri Semeru Agung  menggunakan sarana caru panca sata yang digelar di halaman pura.  Sementara di luhur (pelinggih utama), dihaturkan banten bebangkit.
Prosesi upacara dipuput Sulinggih Siwa Budha yaitu Ida Peranda Griya Saraswati, Batuan Sukawati dan Ratu Peranda Istri Rai dari Griya Ketewel Gianyar. 
Membaur dengan pengayah dan pemedek lainnya, Ny. Cok Ace beserta rombongan dari Bali mengikuti prosesi upacara berlangsung sejak pukul 08.00 Wib.  
Upacara diawali dengan menghaturkan banten prayascita (pebersihan) yang diikuti prosesi berikutnya yaitu menghaturkan banten bebangkit dan caru panca sata. Panca sata merupakan jenis caru yang mempergunakan lima ekor ayam dengan warna menurut lima arah mata angin (pengider-ider) yaitu ayam putih di sebelah timur, ayam merah atau biying (wiring) di selatan, ayam hitam di utara, ayam putih kuning di barat dan ayam brumbun (warna- warni) di tengah. Sama seperti caru lainnya, panca sata bertujuan menetralisir unsur negatif di alam semesta. Sedangkan banten bebangkit adalah sarana permohonan kepada Ida Sang Hyang Widhi untuk memberikan kharisma kepada Bhuana Agung dan Bhuana Alit. 
Prosesi ritual upacara diakhiri dengan melaksanakan persembahyangan bersama yang diawali Puja Tri Sandya yang dirangkai panca sembah. Rangkaian upacara juga diisi persembahan sejumlah tari dari Umat Hindu setempat seperti rejang, baris tombak dan topeng. Usai melaksanakan pamuspan, Ny. Cok Ace berkesempatan beramah tamah dengan umat Hindu setempat. (*IBM).

Baca Artikel Menarik Lainnya : Kominfo Dukung Kolaborasi PGRI-Siberkreasi Perkuat Bahan Ajar Informatika

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng