Banner Bawah

Teladan Generasi Mendatang, Ida Pedanda Gede Jelantik Karang Low Profile dan Tidak Fanatik

Artaya - atnews

2022-01-04
Bagikan :
Dokumentasi dari - Teladan Generasi Mendatang, Ida Pedanda Gede Jelantik Karang Low Profile dan Tidak Fanatik
Slider 1

Karangasem (Atnews) - Ida Pedanda Gede Jelantik Karang, sebagai Sulinggih yang dikagumi masyarakat karena kebijaksanaan yang patut dijadikan teladan.
Semasih walaka seorang pejuang di Karangasem dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Demikian disampaikan Ida Rsi Agung Wayabya Soprabu Sogatha Karang yang merupakan salah satu nanak dari 13 nanak Ida Pedanda Gede Jelantik Karang.
Hal itu disampaikan pada Puncak Upacara Palebon (ngaben)  Ida Pedanda Gede Made Jelantik Karang di Grya Karang, Budakeling Karangasem digelar pada Sukra Umanis Merakih pada penghujung tahun 2021, Jumat (31/12). 
Sebelum menuju ke Setra dilakukan 
Upacara militer yang di Pimpin Kasdim 1623/Karangasem. Ia merupakan seorang Veteran pejuang kemerdekaan. Ida Pedanda Gede Jelantik Karang lebar di usia 97 tahun di Geria Karang Minggu (12/9/2021).
Pada puncak karya juga dihadiri oleh Koordinator Staf Khusus Presiden, Anak Agung Gede Ngurah Ari Dwipayana.
Menurut Ida Rsi Agung Wayabya Soprabu Sogatha Karang, keteladan Ida Pedanda Gede Made Jelantik Karang dapat ditiru oleh generasi sekarang dan mendatang.
"Namun dari segi kependetaaan beliau senior, diumur 97 beliau mengabdi sudah lama sekali dan beliau adalah orang yang low profile," ujarnya. 
Ida Pedanda Gede Made Jelantik Karang   selalu memberi teladan yang baik kepada nanaknya.  
Ketahanan fisiknya pun dinilai prima, kalau beliau datang dari muput biasa mandi menggunakan air es. "Dalam keluarga beliau sangat dihormati, mempunyai sisya di seluruh Bali," ujarnya. 
Sementara itu, Ida Pedanda Gede Made Jelantik Gotama menambahkan, semasih walaka Ida Pedanda Gede Made Jelantik Karang seorang seniman yang multi talenta.
Mulai  mengajar menari,  cekepung, topeng, sastra kekawin. Bahka. Dikenal sebagai seniman vokal Bali tradisional dan tukang tatah. 
Selain itu,  ketika sebagai Brahmana beliau tidak panatik, pergaulan biasa - biasa saja dan menghargai semua orang yang "tangkil" ke grya, tidak ada batasan. "Untuk itu kami merasa bangga kepada beliau".
Saat Pelebon Ide, sangat terlihat bahwa Ida Pedanda Gede Made Jelantik Karang sangat disegani, Atnews memantau ribuan masyarakat yang datang menghantar keperistirahatan terakhir. 
"Nanak Ide, sisya sesama veteran , Semeton, masyarakat umum dan berbagai kalangan lainnya hingga memadati jalan sepanjang perjalanan menuju setra," ujarnya. 
Sedangkan, Koordinator Staf Khusus Presiden Anak Agung Gede Ngurah Ari Dwipayana juga memberikan apresiasi dan penghormatan karena pengabdian dan jasa yang luar biasa bukan hanya pada bangsa dan negara. 
Selain perjuangan kemerdekaan tetapi juga kepada umat Hindu di Bali dan Indonesia maupun Nusantara.
Menurutnya,  Ida Pedanda adalah seorang Guru Nabe, Pandita Linuwih, wibuhing sisya dan juga veteran pejuang kemerdekaan.
Karena sudah mencapai tingkatan Abra Sinuhun maka upacara pelebon menggunakan Naga Puspa. 
Sebelumnya Naga Puspa juga pernah dibuat pada saat Palebon Ida Pedanda Gede Wayan Datah.
Naga Puspa todak terlepas dari kisah legenda perjalanan Ida Bethara Lelangit, Danghyang Astapaka ketika bertemu dengan Ida Bethara Dalem. 
Saat itu Dalem menguji kewiadnyanan Ida Danghyang Astapaka dengan memasukan angsa ke sumur. Ida Dalem bertanya pada Danghyang Astapaka, suara apakah itu dari dalam sumur. Danghyang Astapaka menjawab itu suara Naga. Ternyata benar dari dalam sumur muncul Naga.
Setelah itu, setiap keturunan Ida Dalem yang Nyakrawarti (mabiseka ratu) diberikan anugerah untuk memakai Naga Bandha pada saat upacara Palebon. 
Sedangkan keturunan Danghyang Astapaka yang sudah Abra Sinuhun diberikan anugerah memakai Naga Puspa pada saat upacara Palebon. 
Dirinya duduk bersila di Catuspata Desa Budhakeling menyaksikan prosesi manah Naga Puspa pada saat Palebon.
"Ini peristiwa langka dimana hanya Pedanda yang sudah mencapai Abra Sinuhun yanf memakai upacara Naga Puspa," ujarnya. 
Ada perbedaan antara prosesi Manah Naga Bandha saat prosesi di Puri (Puri Agung Klungkung, Peliatan dan Ubud) dengan Manah Naga Puspa di Budakeling.
Pada prosesi di Buda Keling dilakukan upacara Mebumi Sudha. Pada upacara Mebumi Sudha, Ida Pedanda Gde Demung membuat garis-garis mandala yang selanjutnya disucikan. Dari dalam mandala Ida Pedanda Demung melakukan ritual  melepaskan panah bunga ke segala penjuru mata angin. 
Peristiwa ini bukan sebuah pertunjukkan tetapi memiliki makna simbolik melapangkan jalan menuju Nirbbana. Jalan itu akan menjadikan jalan naga yang berfungsi jembatan (bandha) dengan diikat tali yg mengantarkan Sang Atman menuju Sang Hyang Parama Atma. Amoring Acintya.
Setelah memanah ke segala penjuru tali Naga Puspa diikatkan ke Bade/Padma yg berisi layon (jenazah) Ida Pedanda. Berjalanlah Naga Puspa mengantarkan menuju Nirbbana.
Dengan kepergiannya keluarga dan masyarakat merasa sangat kehilangan sosok yang menjadi panutan. (YON/ART/001)


Baca Artikel Menarik Lainnya : Waspadai Gerakan Radikalisme, Perkuat Komunitas Setia NKRI

Terpopuler

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Tengah Tekanan Global, Kemenpar Siapkan Strategi Jaga Target Pariwisata 2026

Tengah Tekanan Global, Kemenpar Siapkan Strategi Jaga Target Pariwisata 2026

Ari Dwipayana Raih Penghargaan Tokoh Hindu Inspiratif

Ari Dwipayana Raih Penghargaan Tokoh Hindu Inspiratif