Pelobon Ikuti Prokes, Ida Cokorda Pemecutan XI Sosok Pemimpin Teguh Pendirian

Artaya - atnews

2022-01-19
Bagikan :

Denpasar (Atnews) - Ida Cokorda Pemecutan XI meninggal dunia (lebar) akan melakukan pelebon Pratiwa Nyawa Ngasti Wedana puncaknya pada tanggal 21 Januari mendatang.
Pelebon yang menggunakan bade tumpang solas atau sebelas di tengah pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid -19.
Hal itu sebagai bentuk komitmen mendukung pemerintah dalam mengikuti aturan prokes Covid -19, apalagi bermunculan adanya varian baru.
Demikian disampaikan Adik Sepupu Ida Cokorda Pemecutan XI, Drs Anak Agung Ngurah Putra Darmanuraga kepada Atnews disela - sela menerima masyarakat yang melayat di Denpasar, Selasa (19/1).
Ia mengatakan, pihaknya juga membatasi masyarakat yang melayat agar tidak menimbulkan kerumuman. Namun tetap saja agak padat karena banyak semeton puri, kelompok masyarakat maupun tokoh politik yang datang bergantian sejak tanggal 22 Desember lalu. 
"Mereka sudah datang perwakilan sudah banyak, apalagi dalam kondisi normal. Hal ini memang karena kecintaan masyarakat dan keteladan Ida Cokorda Pemecutan XI yang selalu akrab bergaul dengan masyarakat," ujarnya. 
Kedatangaan masyarakat yang melayat diatur jarak dan waktunya agar tidak datang bersamaan.
Untuk itu, penerapan prokes bisa berjalan dengan baik dan proses pelebon sesuai rencana. 
Meskipun Ida Cokorda Pemecutan XI telah berpulang. Namun semangat perjuangannya tidak pernah padam yang dapat diwariskan kepada keluarga dan masyarakat pada umumnya. 
Ketokohannya selalu menjadi perhatian publik dan tegas dalam mengambil sikap, tanpa bisa ditawar - tawar. Meskipun nampak berseberangan terdahap otoritas politik yang diikuti. 
Namun Ida Cokorda Pemecutan XI tetap obyektif, terus melakukan komunikasi dan membingbingnya. Pengalaman politiknya cukup lengkap pernah duduk sebagai Dewan Perwakilan Rakyat dari DPRD Badung (kabupaten),  DPRD Bali (provinsi)  dan DPR (pusat). 
Dikatakan pula, sosok Ida Cokorda Pemecutan XI memang memegang prinsip yang kuat sejak kecil, dewasa hingga detik - detik berpulangnya. 
"Beliau tidak pernah berubah, bila ingin sesuatu harus tercapai, punya prinsip yang kuat dan susah dibantah," ujar Darmanuraga yang juga seumuran dan teman bermainnya sejak kecil.
Almarhum yang bernama asli Anak Agung Ngurah Manik Parasa juga dikenal Ngurah Manik Batu karena sosok pemimpin teguh pendirian. 
Pada puncaknya upacara nantinya akan digelar pada 21 Januari, yang akan dipuput oleh sebanyak 11 pendeta atau sulinggih.
Hal ini dipandang spesial oleh keluarga, mengingat dinobatkan sebagai Raja Badung ke XI juga dipuput sebelas sulinggih. (ART/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Gertak Badung Bersih di Tukad Yeh Pangi Padanglinjong

Terpopuler

Presiden Jokowi di Hadapan Warga Bali: Sambut Pesta Demokrasi dengan Cara Beradab

Presiden Jokowi di Hadapan Warga Bali: Sambut Pesta Demokrasi dengan Cara Beradab

Gubernur Ingatkan Generasi Milenial Untuk Berkendara dengan Aman

Gubernur Ingatkan Generasi Milenial Untuk Berkendara dengan Aman

Gubernur Koster Berharap Lembaga Spiritual Perkuat Tatwa

Gubernur Koster Berharap Lembaga Spiritual Perkuat Tatwa

Joko Widodo: Generasi Muda Harus Cntai Seni Budaya agar tidak Punah di Bali

Joko Widodo: Generasi Muda Harus Cntai Seni Budaya agar tidak Punah di Bali

Weda Memperkuat Konsep Pembangunan Bali 

Weda Memperkuat Konsep Pembangunan Bali 

Gubernur Koster Dampingi Presiden Jokowi Resmikan Pasar Badung

Gubernur Koster Dampingi Presiden Jokowi Resmikan Pasar Badung