Buleleng (Atnews) - Keberadaan Krematorium di Bali semakin marak dan mendapat sambutan mayarakat, terutama warga yang melaksanakan upacara pitrayadnya.
Keberadaan Krematorium, baik yang dikelola yayasan maupun Desa Adat di Bali dan Buleleng khususnya dinilai sangat membantu warga ketika melaksanakan upacara Pitra Yadnya.
Memang dari hasil pemantauan Atnews maupun penuturan warga yang sempat ditemui, menilai keberadaan krematorium sangat membantu dan ada keringanan biaya, maupun tabel yang telah disusun mengenai biaya dalam upacara pitra yadnya Ngaben sesuai pilihan maupun kemampuan masyarakat.
Seperti yang dijelaskan Kelian Adat Banjar Tegal Singaraja Jro Mangku Ketut Hartawan pada upacara pemelaspas Krematorium Banjar Adat Banjar Tegal Rabo(19/1), keberadaan Krematorium yang baru diplaspas ini adalah untuk membantu masyarakat meringankan beban ketika mereka dihadapkan pada upacara pitra yadnya." Krematorium ini sifatnya kemanusiaan, jadi meringankan masyarakat membantu warga," ujarnya.
Seperti dicontohkan, mekingsan digeni hanya dengan biaya Rp.6.500.000. Kami sudah membuat tabel pilihan masyarakat sesuai tingkatan upacaranya, ada yang biayanya Rp.10. Juta dan ada pula Rp.15 juta rupiah," tambah Mangku Ketut Hartawan. Nenurutnya, kami juga siap melayani upacara ngaben sampai ngingkub di paibon maupun tingkatan yang lebih besar.
Jro Mangku Ketut Hartawan kepada Atnews menjelaskan, pada areal Krematoriun ini juga telah dibuat tempat pembersihan layon, tempat peralatan upacara termasuk untuk banten serta 2 tempat kremasi. "Sulinggih dan juru banten sudah disiapkan dan ada di Banjar Adat Banjar Tegal ini," jelasnya.
"Pembangunan Krematorium di Banjar Adat Kelurahan Banjar Tegal ini sangat didukung oleh masyarakat, termasuk dukungan dana juga dari swadaya warga. Bantuan dari pemerintah belum ada, ini hanya sumbangan dari warga Banjar Tegal yang tinggal di Denpasar, di Mataram maupun yang ada di Jakarta," ungkapnya.
"Krematorium di Kelurahan Banjar Tegal ini juga bisa menerima melayai warga dari luar Banjar Tegal, akan dilayani pula. Upacara pemelaspas dipuput Ida Mpu Nabe Daksa Yaksa Acharya Manuaba. (WAN/001)