Banner Bawah

Pelebon Ida Cokorda Pemecutan XI Ikuti Prokes Covid-19 

Admin - atnews

2022-01-24
Bagikan :
Dokumentasi dari - Pelebon Ida Cokorda Pemecutan XI Ikuti Prokes Covid-19 
Slider 1

Oleh I Wayan Artaya
Masyarakat berbondong-bondong datang menyaksikan pemberangkatan Ida Cokorda Pemecutan XI yang menggunakan bade tumpang solas atau sebelas pada Puncak Pelebon Pratiwa Nyawa Ngasti Wedana di Denpasar, Kamis (21/1).
Mengingat ketokohan dan kepemimpinan Ida Cokorda Pemecutan XI sebagai Raja Badung dari Puri Agung Pemecutan sangat melekat di hati masyarakat.
Beliau rajin berkunjung, bergaul dengan siapa saja tanpa membedakan latar belakang. Dengan sosok itu, tentu saja masyarakat ingin melihat prosesi terakhir Ida Cokorda Pemecutan XI meskipun dengan mengikuti prokes. 
Maka dari itu, dalam situasi pandemi Covid -19, masyarakat umum dihimbau tetap mengikuti protokol kesehatan. Memang masyarakat datang menggunakan masker apalagi Pemerintah Bali juga memfasilitasi rapid tes antigen kepada Keluarga Ida Cokorda Pemecutan XI, Panitia, Prajuru termasuk masyarakat umum hingga 500 orang lebih. Dukungan itupun memang benar diberikan, setelah konfirmasi kepada Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Provinsi Bali I Made Rentin.
Penerapan prokes itu pun diakui oleh Ipar Ida Cokorda Pemecutan XI, Anak Agung Ngurah (AAN) Gede Widiada yang juga Penglisir Puri Peguyangat usai acara puncak pelebon yang sudah berjalan sukses. 
Pembatasan pun dilakukan yang  mengiring bade dan lembu, sehingga prokes tetap jalan. Bahkan saya melihat para sulinggih sekalipun menggunakan masker selama pemberangkatan. Dimana acara puncak Pelebon tersebut dipuput oleh 11 pendeta atau sulinggih, mengingat dinobatkan sebagai Raja Badung ke XI juga dipuput sebelas sulinggih.
Agung Widiada menuturkan, fasilitas antigen itu tidak terlepas dari perhatian Gubernur Bali Wayan Koster ketika melayat ke Puri Agung Pemecutan yang diterima Ketua Umum Warga Ageng Pemecutan, AA Ngurah Rai Sudarma.
Dalam penerapan prokes, pihak panitia sejatinya sudah membatasi orang berkunjung maupun melayat dalam menghindari adanya kerumunan massa. 
Demikian juga disampaikan Adik Sepupu Ida Cokorda Pemecutan XI, Drs Anak Agung Ngurah Putra Darmanuraga.
Agung Ngurah Putra Darmanuraga juga membatasi masyarakat yang melayat agar tidak menimbulkan kerumuman. Namun tetap saja agak padat karena banyak semeton puri, kelompok masyarakat maupun tokoh politik yang datang bergantian sejak tanggal 22 Desember lalu. 
Mereka sudah datang perwakilan sudah banyak, apalagi dalam kondisi normal. Hal ini memang karena kecintaan masyarakat dan keteladan Ida Cokorda Pemecutan XI yang selalu akrab bergaul dengan masyarakat.
Kedatangaan masyarakat yang melayat diatur jarak dan waktunya agar tidak datang bersamaan.
Untuk itu, penerapan prokes bisa berjalan dengan baik dan proses pelebon sesuai rencana. 
*) Penulis adalah Wartawan Atnews 



Baca Artikel Menarik Lainnya : Enam Arahan Presiden Pada Rakornas Penanggulangan Bencana

Terpopuler

Keutamaan Makna Brata Shivaratri dan Aktualisasinya Dewasa Ini

Keutamaan Makna Brata Shivaratri dan Aktualisasinya Dewasa Ini

Menatap Fajar Mentari Bali 2026, Gagal Kelola Sampah di Tengah Wacana Bali 100 Tahun

Menatap Fajar Mentari Bali 2026, Gagal Kelola Sampah di Tengah Wacana Bali 100 Tahun

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Indonesia Kekurangan Tenaga Medis, Presiden Prabowo Ajak Universitas Inggris Dirikan 10 Kampus Berstandar Dunia di RI

Indonesia Kekurangan Tenaga Medis, Presiden Prabowo Ajak Universitas Inggris Dirikan 10 Kampus Berstandar Dunia di RI

PHDI Menang Gugatan ke-10, Pastikan Legalitas dan Selamatkan Bantuan Negara untuk Umat Hindu

PHDI Menang Gugatan ke-10, Pastikan Legalitas dan Selamatkan Bantuan Negara untuk Umat Hindu

Dari Kearifan Lokal ke Etika Global: Menata Kehadiran Hindu Indonesia di Dunia

Dari Kearifan Lokal ke Etika Global: Menata Kehadiran Hindu Indonesia di Dunia