Banner Bawah

Tradisi Siat Api Netralisir Kekuatan Jahat di Desa Adat Duda

Admin - atnews

2022-02-03
Bagikan :
Dokumentasi dari - Tradisi Siat Api Netralisir Kekuatan Jahat di Desa Adat Duda
Slider 1

Karangasem (Atnews) - Warisan turun-temurun Desa Adat Duda, Selat Karangasem kembali menggelar warisan tradisi siat api (perang api) di Karangasem, pada Tilem Sasih Kawolu nemu Kajeng Kliwon, Selasa (1/2).
Tradisi unik itu yang digelar setiap tahun sekali sebagai sebuah rangkaian upacara Usaba Dalem Desa Adat Duda.
Perbekel Desa Duda Timur mengatakan, tradisi siat api merupakan rangkaian Ritual Upacara "Metabuhin' di Desa Adat Duda yang dilanjutkan dengan ritual "Metek-tek Prus" yang dimana para peserta mengeluarkan kata-kata "Waaalung.... walung...walung..., Kelod Kauh ngalih be cicing, meratakan batu lempeh" bertujuan untuk ngulah Kale/Nyomya Kala atau menetralisir kekuatan jahat dari Desa Adat Duda. 
Tradisi tersebut juga bertujuan untuk mengendalikan emosi dalam diri masing-masing Krama. Secara filosofis juga merupakan pembersihan Buana Agung dan Buana Alit.
Peserta yang ikut ambil bagian dalam Tradisi tersebut yakni Krama Desa Adat Duda, diikuti  dari Pecalang, Sabha Yowana se-Desa Adat Duda. Siat Api yang dibagi menjadi dua pasukan, yaitu kelompok timur dan barat. 
Pasukan Siat Api kelompok timur yang dipimpin langsung oleh Perbekel Desa Duda Timur. Kelompok Barat yang dipimpin oleh Kepala Desa Duda karena keduanya merupakan Krama Adat Duda. Tradisi Siat Api tersebut yang diwasiti oleh Jero Bendesa Adat Duda.
Pelaksanaan tradisi yang dimulai pada sore hari menjelang malam/ sandikala, bertempat di perbatasan Desa Duda Timur dengan Desa Duda tepatnya di atas Tukad Sangsang. 
Sarana yang digunakan untuk Siat Api yaitu menggunakan danyug/prakpak (daun kelapa kering yang di ikat) yang disulut api dan selanjutnya saling adu antar Krama yang sebelumnya sudah dibagi kedalam dua kelompok, yang dibedakan dengan ikat  kepala yaitu  berwarna  poleng dan merah. 
Begitu sengitnya pertempuran siat api sehingga tidak terasa ada suasana permusuhan. Setelah tradisi siat api usai semu peserta kembali tertawa riang, saling berpelukan, sehingga suasana permusuhan hilang setelah tradisi siat api tersebut usai. (Z/ART/YON/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : GMT Nyaris Hanyut Terseret Banjir Gunung Agung

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng