Badung (Atnews) - Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI Bali) menggelar Tanam Mangrove dan Lepas Satwa untuk mendukung sukseskan KTT G20 di Pemelisan Denpasar, Minggu (6/2).
Kegiatan itu mengusung tema "Peduli dan Berbagi sebagai Dasar Memperkuat Kerukunan dan Keharmonisan Bangsa" sebagai rangkaian peringatan Hari Raya Imlek 2573/2022 dengan menanam ribuan bibit mangrove, puluhan burung tekukur dan tupai serentak di Denpasar, Jembrana dan Buleleng.
Sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Prof. Dr. Ir. Anastasia Sulistyawati, M.M., M.S., M.Mis., D.Th., Ph.D dan Dr Paulus Herry Arianto MA., CBC ke-46 Tahun.
Dimeriahkan pula dengan Senam AWS3 dan keliling naik Perahu di sekitar Laut Serangan sembari melihat pemandangan indah ratusan kapal yang sandar.
Ketua INTI Bali Sudiarta Indrajaya mengaku, ajang itu sebagai wujud cinta terhadap lingkungan Bali sesuai dengan konsep Tri Hita Karana.
Gerakan itu pula sebagai dukungan kongrit dalam melstarikan Hutan Mangrove dan menyukseskan ajang dunia KTT G20, dimana Bali menjadi tuan rumah.
Upaya itu dapat memberikan dukungan terhadap menjaga ekosistem alam, sehingga berdampak positif bagi kemnusiaan.
"Menjaga alam, tidak cukup hanya berdoa tetapi diwujudkan dalam sikap kehidupan sehari - hari dengan aksi di lapangan," ujarnya.
INTI Bali sebelumnya sudah pernah melepas penyu hijau, menebar ikan lele maupun menuangkan cairan Eco-enzyme bersama komunitas peduli lingkungan (Yayasan BTS dan Komunitas Eco Enzyme Nusantara).
Dikatakan pula, pelepasan tupai itu diharapkan dapat membantu pengembangbiakan Mangrove secara alami.
Untuk itu, diharapkan tidak ada memburu tupai dan bintang lainnya sembarangan di Kawasan Mangrove.
Sementara itu, Ketua Green Building Council Wilayah Bali Putu Agung Prianta mengharapkan perlidungan terhadap Hutan Mangrove agar semakin diperketat mencegah diserobot oknum yang tidak bertanggungjawab.
"Kawasan Mangrove diperjelas batasannya, bisa batasnya lebih baik dibangun setapak jalan kaki (jogging track), itu jadi eco wisata yang sedang trend kini dan ke depan," ujarnya.
Ketegasan itu memang diperlukan agar hutan Mangrove tidak terus menyusut dijadikan bangunan atau disertifikatkan oleh para oknum.
Sedangkan Ketua Dewan Pakar INTI Bali yang juga Pembina INTI Klub Bali Sehat (IKBS) Prof. Sulistyawati mendukung penuh acara itu, mengingat Mangrove memiliki berbagai manfaat.
Selain mencegah bahaya tsunami, tempat biodata laut, tidak kalah penting Mangrove baik untuk intrusi sehingga air sumur dekat laut menjadi bersih.
Bahkan pada acara itu, Prof Sulis melepas 76 ekor burung tekukur bertepatan ada ulang tahun dirinya ke-76 tahun.
Disamping itu, hadir pula Pembina Yayasan Bakti Pertiwi Jati (YBPJ) Komang Gede Subudi yang juga Ketua Umum Badan Independen Pemantau Pembangunan dan Lingkungan Hidup (BIPPLH) Bali mendukung gerakan penanaman Mangrove.
Ajang itu dapat mempercepat program Nangun Sat Kerthi Loka Bali, kepemimpinan Gubernur Bali I Wayan Koster agar Hutan Tahura bisa berfungsi optimal sekala niskala.
Momentum itu dapat membangun kesadaran masyarakat untuk itu berperan aktif menjaga lingkungan dan pelestarian hutan Mangrove yang semakin menjadi perhatian dunia. (ART/001)