Bangli (Atnews) - Serangkaian karya ngusaba kedasa Ida Bhatari Katuran Pujawali dimana Puncak Karya Ngusaba Kadasa yang merupakan Bakti Pujawali Ida Bethara Ulun Danu Batur digelar pada tengah malam. Sedang siang hari Kamis (17/03) didahului dengan rentetan ritual. Salah satu Upacara Mapepada Agung yang diiringi ribuan krama.
Manggala Karya Ngusaba Kadasa Jero Gede Batur Duuran saat ditemuai sebelum acara Mapepada dimulai menjelaskan, Upacara Mapepada Agung bertujuan menyucikan semua sarana sesajen yang akan digunakan untuk banten pujawali Ida Bethara-Bethari di Pura Ulun Danu Batur. Sarana tersebut di antaranya pala bungkah palagantung, palawija, satwa(binatang) yang dipakai wewalungan, plawa, bunga, dan peralatan lainnya.
“Semua disucikan. Didoakan untuk tujuan persembahan,” ungkap Jero Gede Batur Duuran.
Lebih lanjut Jero Gede Batur menjelaskan, dalam prosesi Mapepada Agung, pralingga dan pratima Ida Bethara-Bethari Pura Ulun Danu Batur dipundut krama, sebagai tanda Ida Bethara-Bethari macecingak (menyaksikan batas wilayah suci) mengelilingi wilayah suci Desa Batur. “Itu sebagai pertanda Ida Bathara–Bathari turun kabeh,” jelasnya.
Selain ribuan krama, Upacara Mapepada Agung juga dihadiri Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta dan Wakil Bupati I Wayan Diar bersama OPD dilingkungan Pemkab Bangli.Prosesi Upacara Mapepada tidak seperti dulu sebelum adanya pandemic covid 19 diiringi sekitar 70 barung (set) gong dan sekaa gamelan dari berbagai tempat di Bali.Selama tiga kali semenjak adanya covid 19 tidak melaksanakan mapapada Agung mengelilingi wilayah suci namun hanya dilaksanakan upacara Pepada Agung tetap dilaksanakan namun dalam suasana berbeda dari sebelumnya. Yang mana biasanya dilaksanakan di Jaba Sisi/Jalan Raya,. namun saat ini pelaksanaan di Jaba Tengah.(Madya Mandala), meski demikian pelaksanaanya tidak mengurangi makna dari upacara Pepada Agung itu sendiri.
Sedangkan dalam pelaksanaannya sarana upacara maupun upakara tidak ada yang berbeda atau dikurangi sama seperti biasanya. Hanya personel/peserta yang lebih sedikit atau dibatasi agar bisa mengatur jarak. Ida Bhatara napak pertiwi ,kemudian dalam proses mengelilingi areal Pura sebanyak 3 kali dan setelah itu kembali ke payogan," jelasnya.
Lebih lanjut dijelaskan untuk tahun ini baru bisa dilaksanakan di Jaba Sisi/Jalan Raya dengan menempuh jarak sekitar 2 kilomener bolak balik dengan jumlah terbatas namun tetap memperhatikan protocol kesehatan, seperti penggunaan masker, cuci tangan sebelum masuk ke areal Pura. Puncak Upacara Mapepada ditandai dengan persembahyangan bersama, memohon keselamatan dan kerahayuan. Sementara Ida Bethara Ulun Danu Batur katuran nyejer dari 17 Maret dan mesineb 1 April mendatang..”.Puncak Pujawali Ngusaba Kedasa Ida Bhatari katuran Pujawali Ring Tengahing Dalu Dauh ( pada pukul 00 wita)"ungkapnya.
Dijelaskan pula Ida Bhatari katuran Pujawali Ring Tengahing Dalu Dauh dalam pengertian disini melaksanakan upacara saat suasana hening, sepi sehingga pelaksanaan upacara akan kusuk”jelasnya.
Jero Gede Batur selaku pemucuk karya berharap kepada para umat Hindu dimanapun berada dalam kesempatan ini jika tidak ada halangan untuk pedek tangkil ngaturan bakti sebagai ucapan syukur atas karunianya agar diberikan kedamaian dan kesejahtraan serta kerahayuan namun tetap memperhatikan prokes, semoga Ida Betara-betari yang berstana di Pura Ulun Danu Batur memberikan kerahayuan untuk kita semua,”harapnya. (Anggi)