Krama Batur Iringi Mapepada Agung Puncak Karya Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur
Banner Bawah

Krama Batur Iringi Mapepada Agung Puncak Karya Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur

Admin - atnews

2022-03-18
Bagikan :
Dokumentasi dari - Krama Batur Iringi Mapepada Agung Puncak Karya Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur
Slider 1
Bangli (Atnews) - Serangkaian karya  ngusaba kedasa Ida Bhatari Katuran Pujawali  dimana Puncak Karya Ngusaba Kadasa yang merupakan Bakti Pujawali Ida Bethara Ulun Danu Batur digelar pada tengah malam. Sedang siang hari Kamis (17/03) didahului dengan rentetan ritual. Salah satu Upacara Mapepada Agung yang diiringi ribuan krama. 
Manggala Karya Ngusaba Kadasa Jero Gede Batur Duuran saat ditemuai sebelum acara Mapepada dimulai menjelaskan, Upacara Mapepada Agung bertujuan menyucikan semua sarana sesajen  yang akan digunakan untuk banten pujawali Ida Bethara-Bethari di Pura Ulun Danu Batur. Sarana tersebut di antaranya pala bungkah palagantung, palawija, satwa(binatang) yang dipakai wewalungan, plawa, bunga, dan peralatan lainnya. 
“Semua disucikan. Didoakan untuk tujuan persembahan,” ungkap Jero Gede Batur Duuran.
Lebih lanjut Jero Gede Batur  menjelaskan, dalam prosesi Mapepada Agung, pralingga dan pratima Ida Bethara-Bethari Pura Ulun Danu Batur dipundut krama, sebagai tanda Ida Bethara-Bethari macecingak (menyaksikan batas wilayah suci) mengelilingi wilayah suci Desa Batur. “Itu sebagai pertanda Ida Bathara–Bathari turun kabeh,” jelasnya.
Selain ribuan krama, Upacara Mapepada Agung juga  dihadiri  Bupati Bangli  Sang Nyoman Sedana Arta dan Wakil Bupati I Wayan Diar bersama OPD dilingkungan Pemkab Bangli.Prosesi Upacara Mapepada tidak seperti dulu sebelum adanya pandemic covid 19 diiringi sekitar 70 barung (set) gong dan sekaa gamelan dari berbagai tempat di Bali.Selama tiga kali semenjak adanya covid 19 tidak melaksanakan mapapada Agung mengelilingi wilayah suci namun hanya dilaksanakan upacara Pepada Agung tetap dilaksanakan namun dalam suasana berbeda dari sebelumnya. Yang mana biasanya dilaksanakan di Jaba Sisi/Jalan Raya,. namun saat ini pelaksanaan di Jaba Tengah.(Madya Mandala), meski demikian pelaksanaanya tidak mengurangi makna dari upacara Pepada Agung itu sendiri.
Sedangkan dalam pelaksanaannya sarana upacara maupun upakara tidak ada yang berbeda atau dikurangi sama seperti biasanya. Hanya personel/peserta yang lebih sedikit atau dibatasi agar bisa mengatur jarak. Ida Bhatara napak pertiwi ,kemudian dalam proses mengelilingi areal Pura sebanyak 3 kali dan setelah itu kembali ke payogan," jelasnya.
Lebih lanjut dijelaskan untuk tahun ini baru bisa dilaksanakan di Jaba Sisi/Jalan Raya  dengan menempuh jarak sekitar 2 kilomener bolak balik dengan jumlah terbatas namun tetap memperhatikan protocol kesehatan, seperti penggunaan  masker, cuci tangan sebelum masuk ke areal Pura. Puncak Upacara Mapepada ditandai dengan persembahyangan bersama, memohon keselamatan dan kerahayuan. Sementara Ida Bethara Ulun Danu Batur katuran nyejer dari 17 Maret dan mesineb 1 April mendatang..”.Puncak Pujawali Ngusaba Kedasa Ida Bhatari katuran Pujawali Ring Tengahing Dalu Dauh ( pada pukul 00 wita)"ungkapnya.
Dijelaskan pula Ida Bhatari katuran Pujawali Ring Tengahing Dalu Dauh dalam pengertian disini melaksanakan upacara saat suasana hening, sepi sehingga pelaksanaan upacara akan kusuk”jelasnya.  
Jero Gede Batur selaku pemucuk karya  berharap kepada para umat  Hindu dimanapun berada dalam kesempatan ini jika tidak ada halangan untuk pedek tangkil ngaturan bakti sebagai ucapan syukur atas karunianya agar diberikan kedamaian dan kesejahtraan serta kerahayuan namun tetap memperhatikan prokes, semoga Ida Betara-betari yang berstana di Pura  Ulun Danu Batur memberikan kerahayuan untuk kita semua,”harapnya. (Anggi)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Presiden Agar Batalkan Remisi kepada Otak Pembunuh Wartawan Bali

Terpopuler

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

ITDC Gandeng Masyarakat Benoa Kelola Sampah Organik Jadi Eco Enzyme untuk Pariwisata Berkelanjutan

ITDC Gandeng Masyarakat Benoa Kelola Sampah Organik Jadi Eco Enzyme untuk Pariwisata Berkelanjutan

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

KSE Universitas Udayana Tanam 200 Bibit Mangrove di Nusa Dua, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan

KSE Universitas Udayana Tanam 200 Bibit Mangrove di Nusa Dua, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan

Inovasi Anggaran Ringankan APBD Buleleng, Penataan Titik Nol Singaraja Siap Jadi Ikon Baru Kota Bersejarah (Heritage)

Inovasi Anggaran Ringankan APBD Buleleng, Penataan Titik Nol Singaraja Siap Jadi Ikon Baru Kota Bersejarah (Heritage)

Pimpin Apel Hari Lahir Pancasila, Wabup Diar Ajak Generasi Muda Jadi Garda Terdepan Penangkal Hoaks

Pimpin Apel Hari Lahir Pancasila, Wabup Diar Ajak Generasi Muda Jadi Garda Terdepan Penangkal Hoaks