Banner Bawah

Anomali pada Sebagian Masyarakat Bali, Tantangan Bali di Kekinian

Admin - atnews

2022-06-15
Bagikan :
Dokumentasi dari - Anomali pada Sebagian Masyarakat Bali, Tantangan Bali di Kekinian
Slider 1

Oleh Jro Gde Sudibya 
Menyimak berita di medsos akhir-akhir ini tentang tumpukan permasalahan sosial yang sedang menimpa Bali, permasalahan yang sebetulnya malu untuk diungkapkan di ruang publik, karena kearifan Tetua Kita mengajarkan dan menteladankan, setiap persoalan kecil semestinya dicarikan penyelesaian secara bijak, jangan menjadi membesar, karena penyelesainnya menjadi semakin rumit, berkepanjangan dan bisa menimbulkan dendam yang tidak produktif dan memerosotkan kualitas kehidupan bagi " penderitanya ".

Timbul pertanyaan reflektif berupa, kenapa tumpukan permasalahan sosial ini terus membesar, di tengah tempat dan masyarakat yang oleh banyak orang dari banyak belahan dunia sebagai tempat yang damai, memberi ketenangan, inspirasi rokhani pada masyarakatnya yang tampak dari luar rukun, toleran, guyub, menghargai tamu dan rasa berkesenian yang tinggi?.

Jawaban atas pertanyaan ini, yang masih tentatif sifatnya, bisa berupa: pertama, masyarakat paternalistik dengan orientasi panutan, mulai kehilangan panutannya, terutama dilanggarnya etika dan moral dari berbagai pihak yang semestinya punya swadharma untuk menjadi panutan.

Kedua, perubahan deras masyarakat, transformasi sosial  akibat industri pariwisata berciri kapitalistik selama empat dasa warsa terakhir, berhadapan dengan sistem nilai masyarakat yang basisnya sosialisme religius, berbasis keyakinan niskala dalam masyarakat yang menjungjung tinggi kebersamaan paras - paros. Terjadi konflik yang melahirkan kegugupan budaya, yang tidak dikelola dengan baik, dengan " limbah " prilaku yang beraneka ragam. 

Terjadi anomali di tengah masyarakat, kekacauan peran yang melahirkan anomie, ketegangan sosial berkepanjangan.Ketiga, pandemi Covid -19 yang nyaris merobohkan tatanan ekonomi Bali, yang sebelumnya industri pariwisata menjadi bantalan penyelamat sementara bagi krisis kebudayaan, menjadi pemicu dari ketegangan sosial masyarakat yang telah lama mengalami kegugupan budaya. Ketiga, " produksi " wacana Ajeg Bali, oleh sebagian kalangan dinilai sebagai pengakuan bawah sadar sebagian masyarakat karena kekalahan dalam persaingan ekonomi - soal waktu saja menunggu kekalahan politik - tetapi sebagian dari Kita tidak mau mengakuinya, bahkan ada kecendrungan lari - eskaptasi - dari inti persoalan dengan " memproduksikan " wacana kearifan lokal, tetapi sulit dilaksanakan di lapangan.

Tantangan Bali di kekinian yang tidak mudah, tetapi kalau kita menyimak wacana kalangan muda Bali yang terdidik dan profesional yang konstruktif dan terus berkarya dalam diam, masa depan Bali agaknya tidaklah terlalu suram, kalau nantinya mereka memegang estafet kepemimpinan.

*) Jro Gde Sudibya, salah seorang pendiri dan sekretaris Yayasan Kuturan Dharma Budaya.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Wagub Cok Ace Ajak Masyarakat Tetap Semangat Ngayah

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius