Tabanan (Atnews) - Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Bali kembali mengunjungi Air Terjun Campuhan Tri Mala yang mengedepankan pelestarian lingkungan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat pedesaan di Tabanan, Sabtu (2/7).
Air Terjun Campuhan Trimala sebagai implementasi dari spiritual tourism. Tempatnya masih bagus, udara segar dan musik alam, termasuk air jernih bisa diminum.
Sebelumnya telah mengunjungi Green Eco Wisata Natya River Club, Karangasem beberapa waktu lalu.
Ketua NCPI Bali Agus Maha Usadha menilai pengembangan desa wisata tersebut sangat tepat dan menjadi trend pariwisata ke depan.
Apalagi Bali sebagai destinasi wisata dunia, sehingga pengembangan desa wisata tersebut dapat mendukung pariwisata hijau (green tourism) yang sejalan dengan agenda utama pembahasan KTT G20 pada November mendatang di Bali.
Bahkan Bali sebagai daerah tempat wisata internasional sudah tidak perlu diragukan. Berbagai predikat sebagai tempat parisata tersohor di dunia internasional melekat dan acap kali dilekatkan oleh lembaga internasional. Terakhir Bali dinobatkan sebagai destinasi pariwisata terpopuler di Asia dan dunia versi Tripadvisor pada 2022.
Air Terjun tersebut disamping bersahabat dan ramah lingkungan, dari segi investasi pun relatif tidak besar.
Upaya itu untuk melakukan pemulihan perekonomian dalam sektor pariwisata menjadi kepedulian bersama. Kunjungan ke Campuhan Waterfall (Air Terjun) ini dimaksudkan memberi atensi dan dukungan untuk pemulihan pariwisata Bali.
Apa yang dilakukan Owner Air Terjun Campuhan Tri Mala Nyoman Sukania ini tidak lain wujud konkret dari pengembangan obyek pariwisata yang berbasis kerakyatan dan ramah lingkungan.
"Obyek wisata ini merupakan obyek wisata spiritual. Vibrasi spiritualitas terasa", kata Agus Maha Usadha didampingi I Ketut Ngastawa, I Komang Puji, dan Ni Wayan Jani.
Agus Maha Usadha menambahkan, dampak pandemi Covid 19 masih akan dirasakan satu dua tahun ke depan. Oleh karena itu pengembangan pariwisata ke depan harus bertumpu upaya-upaya penyelamatan dan ramah terhadap lingkungan.
Dengan melibatkan masyarakat setempat menjadi kewajiban bagi pengelola obyek wisata. Konsep berbagi pada masyarakat sekaligus sebagai upaya pemberdayaan masyatakat menjadi tanggung jawab bersama.
Dalam konteks ini kebijakan pemerintah, pemerintah daerah bersifat stimulus, relaksasi atau program-program UMKM perlu terus dikembangkan sehiingga dapat mempercepat pemulihan perekonomian Bali, khususnya di bidang pariwisata.
Sementara itu, Owner Air Terjun Campuhan Tri Mala, Sukania mengaku memanfaatkan lahan tidak kurang dari 50 are dengan kreatif menata lingkungan yang sesungguhnya memang sangat asri, menyejukkan yang terletak di Desa Antapan Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.
Di areal itu, airnya sangat jernih mengalir ke sungai dengan penuh batu-batu menghiasi sungai itu. Di sisi sebelah kiri dari campuhan tersebut terdapat tiga pancuran mata air yang dinamakan Tri Mala.
Menurut Sukania selaku pengelola obyek wisata spiritual tersebut disebut pancuran mata air Trimala diikhtiarkan dapat memberi pembersihan terhadap ucapan, perkataan dan perbuatan bagi para pengunjung yang berlaku sebagai pemedek (yang memang hendak bersembahyang sekalian untuk melakukan penyucian diri).
Sedang pada bagia lebih atas terdapat padmasana. Setiap pemedek yang hendak melakukan persembahyangan usai melakukan penyucian diri dituntun oleh seorang pemangku.
"Pada mulanya tempat ini diancangkan hanya untuk beristirahat. Namun, saya merasa di tempat mendapat keteduhan, kedamaian dan kebahagiaan tersendiri. Atas masukan dari teman-teman akan lebih baik dan bermanfaat bagi banyak pihak bila tempat ini dapat dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi dan relaksasi. Karena itu, selanjutnya saya menata lingkungan sekitarnya", jelas Sukania.
Pengembangan itu sejak adanya pandemi Covid -19 dalam menjawab trend pariwisata sekaligus pemberdayaan masyarakat desa dan menjaga pelestarian alam.
Dalam mengembangkan eco wisata tersebut, pihaknya telah berpengalaman waktu pengembangkan Air Terjun Leke-Leke (Tabanan). Destinasi wisata itu memang diperuntukan bagi petulang. Sedangkan dan Air Terjun Campuhan untuk wisatawan yang mencari ketenganan.
Sejak ada pelonggaran PPKM dan dibukanya Bandara International I Gusti Ngurah Rai, pihaknya telah menerima wisatawan asing.
Pengunjung juga bisa menikmati glamping, tubing, panahan, swimming, boot camp. Termasuk menerima untuk tracking dan outbound. (GAB/ART/001)