Banner Bawah

Sunada Ikut Panen Padi Salibu, Distan Bali Bangun Petani untuk Swasembada Beras

Admin - atnews

2022-07-17
Bagikan :
Dokumentasi dari - Sunada Ikut Panen Padi Salibu, Distan Bali Bangun Petani untuk Swasembada Beras
Slider 1

Gianyar (Atnews) - Petani Subak Telaga, Desa Tewel,  Sukawati memanen padi salibu di sawah seluas kurang lebih 1 hektar di Gianyar, Minggu (17/7).

Padi Salibu merupakan padi tanam sekali, panen berkali-kali, besutan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan) Provinsi Bali ini untuk membantu petani dalam mempercepat proses panen.

Petani lain yang hadir menonton panen ini, juga tampak kaget. Panen itu disangka bukan padi salibu. Karena hasilnya bagus, kalah dengan padi tanam pertama.

Inovasi salibu ini merupakan peralihan pertanian konvensional menuju konversi. Yakni peralihan ke pertanian organik. 

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan) Provinsi Bali, I Wayan Sunada pun tampak berbaur dengan 10 orang petani yang sedang panen itu. Dia turut turun ke sawah, mendampingi petani panen.

Di sela-sela kegiatan itu, Sunada menuturkan proses padi salibu ini merupakan projek ke empat di Bali. “Padi salibu pertama di Gerokgak, hasilnya bagus, dan naik,” tuturnya.

Tak ada gading yang tak retak, pilot project kedua gagal. Karena varietas tidak cocok, yakni varietas IR64. Namun di pilot project ketiga di Sidan, hasilnya kembali bagus.

“Untuk keempat hasilnya bagus. Untuk hasil pertama, petani di Subak Telaga mendapatkan hasil 7,5 ton, tapi dengan salibu ini, hasilnya sekarang menjadi 8 ton,” ungkapnya.

Dijelaskan, untuk menuju kedaulatan pangan, maka perlu membangun swasembada beras, para petani diarahkan untuk bersalibu.

Karena, lanjut dia, keuntungan petani akan bertambah. Sebab, petani tidak perlu lagi mengolah tanah, efisiensi tenaga kerja, dan juga tidak menanam bibit. Akan tetapi, memanfaatkan batang padi sehabis panen. 

“Kita potong tiga sentimeter dari atas tanah. Kemudian di sekitarnya kita bersihkan,” jelasnya.

Pemeliharaan salibu ini juga sama dengan merawat padi secara konvensional. Yakni perlu pemupukan dan juga penyemprotan. “Ini diawasi dan rawat dengan telaten, sehingga hasilnya bagus,” imbuhnya. (GAB/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Bukan Monoton Operasi Gaktib & Yustisi TNI

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng