Banner Bawah

Mangku Pastika Ajak Jaga Aset Monkey Forest Ubud, Kembali Ramai Dikunjungi Wisatawan Pasca Pandemi

Admin - atnews

2022-07-26
Bagikan :
Dokumentasi dari - Mangku Pastika Ajak Jaga Aset Monkey Forest Ubud, Kembali Ramai Dikunjungi Wisatawan Pasca Pandemi
Slider 1

Gianyar (Atnews) - Monkey Forest Ubud kembali ramai dikunjungi wisatawan mancanegara dan domestik pasca pandemi Covid-19.

Rata-rata kunjungan berkisar 2.000 per hari sejak April lalu. Bahkan saat normal kunjungan rata-rata 4 ribuan per harinya. 

“Kami bersyukur turis mulai datang sehingga perawatan kera bisa berjalan dengan baik,” kata Operational Manager Monkey Forest Komang Adhi di Gianyar, Senin (25/7).

Hal itu disampaikan ketika menerima Rombongan Reses Anggota DPD Made Mangku Pastika yang dipandu Nyoman Wiratmaja didampingi Ketut Ngastawa dan Nyoman Baskara mengangkat tema “Monkey Forest Melestarikan Flora dan Fauna di Tengah Pengembangan Eco Tourism”.

Monkey Forest Ubud kawasan wisata di hutan yang sakral dan memiliki pura, terdapat ratusan kera. 

Setiap hari, kera yang dikeramatkan dan dijaga oleh penduduk lokal ini turun ke tanah dan berinteraksi dengan wisatawan yang datang.

Menurut Komang Adhi, total lahan kawasan Monkey Forest ini hampir 30 hektar, separonya digunakan untuk parkir. Di dalam kawasan juga ada beberapa pura dan berbagai jenis tanaman untuk keperluan upacara. 

Sementara itu, Bendesa Adat Padang Tegal Ubud Made Parmita menambahkan, pihaknya saat pandemi dimana tak ada wisatawan, pengelola wisata hewan primata ini mengalami kendala untuk pakan kera. 

Namun berkat kerja keras semua pihak, khususnya berkat ada LPD pakan satwa dan operasional karyawan. Biaya ditanggung memang dari swadaya dan tidak mendapatkan bantuan dari Pemda.

“Sebulan perlu biaya yang besar untuk operasional karyawan dan pakan satwa. Untung ada LPD yang membantu kredit,” jelas Parmita.

Namun tantangan ke depan pihaknya menghadapi kendala dalam upaya pelestarian tanaman hutan yang ada termasuk perawatan kera. Sebab sebagian pohon yang ada sudah tua-tua dan banyak yang roboh dan merusak pohon lainnya. 

“Kami sudah laporkan kondisi yang terjadi ke pihak terkait namun belum ada tanggapan,” ujar Parmita.

Untuk perawatan kera agar tetap sehat dan terhindar dari penyakit, dijelaskan pihak pengelola dalam hal ini Desa Adat Padang Tegal melakukan sterilisasi kera sehingga populasinya terkendali. 

Saat ini ada sekitar 1.200 lebih satwa primata ini. Dengan sterilisasi ini, pertambahannya bisa dikendalikan hingga 50 persen. 

Selain itu, Monkey Forest Ubud pasca pandemi, pelayanan pembayaran tiket sudah berbasis QRIS. Peresmian Digitalisasi Wisata Mandala Suci Wenara Wana Ubud Berbasis QRIS di objek wisata Monkey Forest Ubud pada tanggal 25 Juli 2020 dilaksanakan oleh Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Wagub, Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho, Direktur Utama BPD Bali I Nyoman Sudharma. 

Dalam kesempatan itu, Koster juga memberi apresiasi atas penerapan dua Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 80 Tahun 2018 tentang Penggunaan Bahasa Aksara dan Sastra Bali dan Pergub Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. 

Sedangkan, Mangku Pastika memberikan apresiasi kepada Desa Adat dan Manajemen sudah melestarikan aset dan budaya Bali baik sekala dan niskala. Apalagi Monkey Forest Ubud bisa dikelola untuk memberikan kesejahteraan krama (masyarakat).

Namun tantangan di sektor pariwisata akan semakin ketat. Karena itu aset pariwisata yang ada agar dirawat dengan baik. Khususnya hutan dna keranya patut dijaga dengan baik.

“Pariwisata itu sensitif, jadi harus pandai-pandai mengelolanya. Apalagi kita masih bergantung banyak dengan turis yang ke Bali,” ujar Mangku Pastika.

Beruntungnya lagi, Monkey Forest yang ada terletak di Ubud, Bali. Dimana Ubud yang baru meraih peringkat ketiga dalam daftar 25 Kota Terbaik di Dunia 2022 (The 25 Best Cities in the World) versi majalah perjalanan asal Amerika Serikat, Travel Leisure.

Hal itu diharapkan dapat menjaga keberlanjutan pariwisata, dengan catatan alam, manusia, lingkungan tetap harmonis dna lestari.

Mengatasi kebutuhan pakan yang cukup tinggi, Mangku Pastika menyarankan agar bisa memanfaatkan lahan yang ada dengan tanaman yang bisa menghasilkan pakan ternak. 

“Seperti yang dilakukan Taman Bali Safari dimana karyawan juga menanam buah-biahan di lahan yang ada untuk mendukung ketersediaan pakan satwa di sana,” ujar mantan Gubernur Bali dua periode ini. (GAB/ART/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : 21 Titik Gawat Darurat Sampah Plastik di Kawasan Pura Besakih

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng