Banner Bawah

Seribu Tahun Hubungan Nusantara - India

Admin - atnews

2022-08-07
Bagikan :
Dokumentasi dari - Seribu Tahun Hubungan Nusantara - India
Slider 1

Denpasar (Atnews) - Alumnus UGM dan Cornell University Putu Suasta mengharapkan hubungan Indonesia, khususnya Bali dengan India bisa semakin diperkuat.

"Kita harus banyak belajar dari India, negara ini sudah maju baik dalam ekonomi dan politik, spiritual, yoga, ilmu pengobatan (Ayur Veda) termasuk pusat teknologi," kata Putu Suasta yang juga Pengamat Politik dan Budayawan di Denpasar, Minggu (7/8).

Pernyataan itu disampaikan ketika KRI Sultan Hasanuddin-366 (KRI SHN-366) yang tengah melaksanakan tugasnya di perairan Laut Jawa melaksanakan latihan Passing Exercise (Passex) dengan kapal INS Sumedha, yang merupakan salah satu kapal perang kebanggaan Angkatan Laut India. 

Latihan itu merupakan perintah langsung Pangkoarmada II Laksda TNI Dr. T.S.N.B. Hutabarat, M.M.S.,Rabu (03/08).

Diketahui saat itu INS Sumedha sedang melaksanakan lintas damai melalui Laut Jawa (ALKI II) menuju Bali dengan tujuan akhir di Australia. Dalam kesempatan ini dilaksanakan beberapa serial latihan meliputi Flaghoist, RAS (Mailbag Transfer) dan, Passex.

Bahkan Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menghadiri acara jamuan makan malam di atas geladak kapal perang India INS Sumedha yang tengah bersandar di Dermaga Timur Pelabuhan Benoa, Jumat  (5/8).
 
Dalam sambutan singkatnya, Wagub Cok Ace menyampaikan selamat datang kepada prajurit angkatan laut India yang menjadi personel kapal INS Sumedha. 

Wagub Cok Ace memahami, waktu kunjungan awak kapal INS Sumedha ke Bali saat ini sangat terbatas karena terikat tugas kedinasan. Oleh karena itu, ia berharap suatu saat mereka bisa kembali berkunjung sebagai wisatawan untuk menikmati keindahan alam dan budaya Bali. Kunjungan kapal perang India juga diharapkan makin mempererat hubungan Bali-India yang telah terjalin selama ini.

Sementara itu, Duta Besar India untuk Indonesia dan Timor Leste Manoj Kumar Bharti menyampaikan rasa gembira karena salah satu kapal perang kebanggaan India dapat bersandar di Bali setelah menempuh perjalanan yang panjang. 

Ia menyebut Bali sebagai lokasi yang istimewa karena dikenal dengan keindahan alam dan kekayaan budayanya. Masih dalam sambutannya, ia menyampaikan selamat datang di geladak kapal INS Sumedha kepada seluruh tamu undangan. Ditambahkan olehnya, jamuan makan malam ini sekaligus menjadi momen syukuran menyambut Hari Kemerdekaan India yang ke-75.

Ucapan selamat datang juga disampaikan komandan P Phaneedra. Ia menyampaikan rasa senang karena bisa mengunjungi Bali yang begitu tersohor. 

Dijelaskan olehnya, INS Sumedha membawa 118 personel dan bersandarnya kapal ini di Pelabuhan Benoa sebagai kunjungan Port Visit dalam rangka Operational Turn Round (OTR). Kapal ini sudah mengunjungi Jakarta dan berlabuh di Bali dari tanggal 4-6 Agustus 2022, dan setelahnya akan bertolak ke Surabaya.

Jamuan makan malam dihadiri Atase Pertahanan Kedutaan Besar India di Jakarta Amitabh Saxena, Konsul Jenderal India Mr. Prakash Chand, Danlanud, Danlanal, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali Dr Somvir, Kakanwil Kemenkumham Bali dan Diaspora India yang menetap di Pulau Dewata.

Bahkan, Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi baru saja melakukan pertemuan bilateral di sela-sela KTT G7 di Elmau, Jerman, Senin, 27 Juni 2022. Kedua pemimpin membahas upaya penguatan kerja sama di bidang pangan.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga menyampaikan apresiasi atas dukungan kuat India terhadap Presidensi G20 Indonesia, puncak acara KTT G20 bertema "Recover Together Recover Stronger" akan di gelar pada November mendatang.

Indonesia juga akan mendukung penuh Presidensi G20 India tahun 2023. Hubungan baik Indonesia  telah terjalin sejak dahulu kala, selama hampir dua ribu tahun lamanya. 

Pada tahun 1950, Presiden pertama Indonesia - Soekarno menyerukan kepada rakyat Indonesia dan India untuk "meningkatkan hubungan baik" yang sudah terjalin antara kedua negara "selama lebih dari 1000 tahun" sebelum sementara "terputus" oleh kekuasaan kolonial Eropa.

Sedangkan pada musim semi tahun 1966, para menteri luar negeri dari kedua negara mulai berbicara lagi dari era hubungan persahabatan. India memiliki kedutaan besar di Jakarta dan Indonesia memiliki kedutaan besar di New Delhi.

India menganggap Indonesia sebagai anggota paling penting ASEAN. Kedua negara telah sepakat untuk membentuk kemitraan strategis. Indonesia dan India adalah anggota G-20, E7, Gerakan Nonblok, dan PBB. Termasuk India masuk dalam BRICS

Suasta banyak belajar dari India, bahkan sudah lima kali keliling negara tersebut  dalam kurun waktu 30 tahun. Bahkan tinggal di tempat-tempat suci bagi umat Hindu yakni Punjab, Varanasi disebut juga Benares, Banaras, atau Benaras, atau Kashi atau Kasi, adalah kota suci agama Hindu di tepi sungai Ganga yang terletak di negara bagian Uttar Pradesh di India bagian utara. 

Varanasi, bagi umat Hindu, adalah seperti Mekkah bagi umat Muslim atau Vatikan bagi umat Katolik. Ketika berada di India, Putu Suasta bergaul dengan para orang suci atau sadhu.

Menurutnya, peradaban India sudah ada 10.000 tahun. Peradaban itu mulai terbentuk menjadi bangsa India saat Periode Vedic. 

Dasar Hinduisme dan aspek-aspek budaya yang diterapkan oleh Peradaban Vedic bertahan hingga saat ini. Kerajaan-kerajaan pertama di India juga dibangun pada Periode Vedic di tahun 1200 SM.

Pada era itu juga berkembang agama Hindu, Buddha, dan Jainisme. Sedangkan peradaban India modern terjadi pada 1947 setelah mereka merdeka dari kolonialisme Inggris.

Founding father Sukarno banyak terinpirasi dari Swami Vivekananda dan Mahatma Gandhi. Mahatma Gandhi merupakan salah satu tokoh yang mempengaruhi pemikiran Bung Karno. Gandhi dikenal sebagai tokoh yang mengajarkan konsep ahimsa, hartal, swadesi, dan satyagraha. Konsep tersebut merupakan gerakan perlawanan yang dilakukan secara damai tanpa adanya perlawanan.

Gagasan nasionalisme Gandhi yang disebut sebagai nasionalisme-kemanusiaan turut menginspirasi Soekarno. Di beberapa tulisan Soekarno, dia sering menulis perjuangan yang dilakukan Gandhi. Bung Karno juga memuji strategi yang dilakukan Gandhi seperti pemboikotan produk-produk monopoli dagang Inggris.

Selain itu,  dalam momentum peringatan HUT ke-77 Kemedekaan RI mengingatkan pula, Pandit Jawaharlal Nehru, tokoh India yang berperan aktif dalam mendukung kemerdekaan Indonesia.

Negara India pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Pasalnya, setelah Indonesia memproklamasikan diri pada 17 Agustus 1945, Belanda ingin kembali menguasai Bumi Pertiwi.

Pada 2 September 1946, Jawaharlal Nehru memberikan pengakuan kemerdekaan secara resmi kepada Indonesia.

Kemudian pada tahun 1949, Nehru mencetuskan digelarnya Konferensi Asia untuk menghimpun kekuatan negara-negara Asia dalam melawan kolonialisme dan imperialisme di kawasan Asia.

Termasuk hubungan antara Indonesia (Nusantara) dan India telah dimulai sejak zaman Ramayana, "Yawadvipa" (pulau Jawa) disebutkan dalam dalam itiahasa, Ramayana. 

Disebutkan Sugriwa, salah satu jenderal Rama mengirim anak buahnya ke Yawadvipa, Pulau Jawa, untuk mencari Sinta ketika diculik oleh Rahwana. 

Orang India telah mengunjungi Indonesia sejak zaman kuno, dan orang Indonesia kuno (Bangsa Austronesia) telah memulai perdagangan bahari di laut Asia Tenggara dan Samudera Hindia. 

Orang India purba menyebarkan ajaran Hindu dan banyak aspek lain dari budaya India termasuk bahasa Sanskerta dan Aksara Brahmi. 

India telah memainkan peran besar dalam budaya Indonesia, yang merupakan perpaduan dari India, China, Asia Tenggara, dan budaya asli Indonesia. Jejak pengaruh India yang paling terlihat jelas dalam sejumlah besar kata-kata serapan dari bahasa Sansekerta dalam kosa kata Bahasa Indonesia, termasuk dalam Bahasa Bali. 
Nama Indonesia berasal dari bahasa Latin Indus, yang berarti "India", dan bahasa Yunani nesos, yang berarti "pulau". (karena kemiripan budaya di kedua wilayah ini). Nama ini mulai dikenal sejak abad ke-18, jauh mendahului pembentukan Indonesia merdeka. Selama zaman Sriwijaya, banyak orang Indonesia belajar di Universitas Nalanda di India.

Indonesia memasuki periode sejarah setelah mengadopsi Aksara Pallawa dan bahasa Sansekerta dari India. 

Sebagaimana terbukti dari temuan beberapa prasasti awal yang berasal dari kerajaan Indonesia tertua seperti Yupa dari Kutai, Prasasti Tugu dari Tarumanagara dan catatan sejarah Kalingga. 

Kerajaan bercorak Hindu - Buddha seperti Sriwijaya, Medang, Sunda dan Majapahit adalah pemerintahan yang berkuasa di Indonesia, dan era klasik Hindu-Buddha ini berlangsung dari kurun tahun 200 hingga abad ke-16, dengan kerajaan Hindu terakhir masih tersisa di Bali.

Sepanjang sejarah kedua bangsa, sebagian besar hubungan antara India kuno dan Indonesia berlangsung harmonis dan damai, namun ada satu pengecualian ketika India kuno dan Indonesia terlibat dalam peperangan. 

Pada 1025 Rajendra Chola, Raja Chola dari Coromandel di India Selatan, meluncurkan serangan angkatan laut pada pelabuhan Sriwijaya dan merebut Kadaram dari Sriwijaya dan menempatinya selama beberapa waktu.

Indonesia telah menyerap banyak aspek budaya India sejak kontak pertama hampir dua ribu tahun yang lalu. Dampak yang paling jelas adalah kata serapan bahasa sansekerta ke dalam Bahasa Indonesia.

Ramayana dan Mahabharata memainkan peran penting dalam budaya Indonesia dan sejarahnya, dan populer di kalangan orang Indonesia sampai hari ini. Dalam teater terbuka Prambanan di Jawa, Muslim Jawa menarikan Sendratari Ramayana selama malam bulan purnama. 

Sebuah contoh dalam pengaruh Hindu-Buddha di sejarah Indonesia adalah abad ke-9 Borobudur dan Prambanan. 

Dikatakan pula, menjelang akhir jabatan Made Mangku Pastika sebagai Gubernur Bali   mengujungi India Selatan bagian Odisha tempat asal endek Bali. 

Odisha itu dikujungi sebagai bagian dari upaya napak tilas jejak leluhur masyarakat Bali yang telah mewariskan dasar kuat sejarah peradaban Hindu di Pulau Dewata dengan nilai-nilai mendem Panca Datu yang artinya menanam secara spiritual melalui pura terbesar di Bali, Pura Agung Besakih di Kabupaten Karangasem.

Bahkan pelesatarian endek disana dikembangkan oleh Utkal University dan National Institute of Fashion Technology (NIFT). 

Disamping itu, ada pula tokoh sejarah yang cukup berpengaruh di Bali yang belajar dari India yakni Prof. Ida Bagus Mantra yang Gubernur Bali kelima tersebut menjabat sebanyak dua periode, yaitu 1978-1983 (periode pertama) dan 1983-1988 (periode kedua).

Dalam perjalanan hidupnya, Ida Bagus Mantra l melanjutkan studinya di Visva Bharati University Santineketan West Bengal, India. Gelar masternya diraih tahun 1954 sedangkan gelar doktor ia sandang pada tahun 1957 dengan disertasi berjudul “Hindu Literature and Religion in Indonesia”.

Ada pula tokoh Prof. Dr. Tjokorda Rai Sudharta M.A (putra Puri Ubud)  dikenal pakar Sansekerta lulus Sansekerta S1 Bachelor of Arts di Banaras Hindu University,  Master of Arts di Panjab University. 

Dengan mewariskan beberapa Buku Karya seperti: Upadesa (1967), Sarasamuscaya (1976), Slokantara (1982), Asta Brata Dalam Pembangunan (1898), Nasehat Sri Rama Sampai Masa Kini (1990), Ramayana dan Mahabrata terj.BH. Sarkar (1992), Manusia Hindu I sampai perkawainan (1993), Bertemu Tuhan Dalam Diri (2005), Bhagawadgita dalam Bisma Parwa (2010), Antara Filsafat Yunani Plato dan Filsafat India Upanisad Bhagawadgita (2010).

Suata pun mengatakan, negara-negara barat banyak belar dari India dan negara Indonesia banyak belajar dari kemajuan barat.

India dikenal sebagai negara yang kemajuan teknologinya berkembang pesat, bahkan, India kerap menjadi pasar yang besar bagi sejumlah perusahaan teknologi.

Selain menjadi pasar yang besar, India juga memiliki orang-orang yang menduduki jabatan tinggi di raksasa teknologi dunia.

Dikatakan pula para CEO perusahaan ternama dunia yakni Sundar Pichai adalah CEO Alphabet dan Google keturunan India, CEO Microsoft Satya Narayana Nadella, CEO Adobe Inc Shantanu Narayen, CEO Twitter Parag Agrawal, CEO IBM, Arvind Krishna, CEO Vimeo Anjali Sud.

Beberapa di antaranya seperti Jayshree Ullal (CEO Arista Networks), Revathi Advaithi (CEO Flex), Nikesh Arora (CEO Palo Alto Networks), Sanjay Mehrotra (CEO Micron Technology), dan Grorge Kurian (CEO NetApp).

Ada pula Aneel Bhusri (CEO Workday), Aman Bhutani (CEO GoDaddy), Steve Sanghi (CEO Microchip Technology), CEO SanDisk Sanjay Metrohtra, CEO Nokia Rajeev Suri, CEO Novartis Vasant Narasimhan, CEO MasterCard Ajaypal Singh Banga, CEO Micron Sanjay Mehrotra, CEO Reckitt Benckiser Group PLC Laxman Narasimhan. (GAB/ART/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : TNI Akan Lakukan Operasi Psikologi dan Teritorial di Papua

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng