Banner Bawah

Pelaksanaan Pendataan Regsosek di Buleleng Akan Dilaksanakan Mulai Oktober 2022

Admin - atnews

2022-09-22
Bagikan :
Dokumentasi dari - Pelaksanaan Pendataan Regsosek di Buleleng Akan Dilaksanakan Mulai Oktober 2022
Slider 1

Buleleng (Atnews) - Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lih­adnyana menekankan agar petugas sensus program Registrasi So­sial Ekonomi (Regsos­ek) dapat memperhat­ikan faktor kritikal saat mengumpulkan data masyarakat.

Pada pertemuan di Kantor Bupati Buleleng, Kamis(22/9) diperoleh keterangan, bahwa pelaksanaan pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regso­sek) di Kabupaten Bu­leleng akan dilaksan­akan pada 15 Oktobe­r-14 Nopember 2022. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buleleng sebagai lead­ing sektor pengumpul­an data mulai gencar melakukan sosialis­asi. 

Saat ini program Regsosek dalam tah­apan perekrutan petu­gas sensus. Para pe­tugas sensus merupak­an warga desa setemp­at yang memenuhi beb­erapa kriteria sepe­rti mengetahui dengan jelas wilayah desa­nya, kondisi masyara­kat, tidak memiliki pekerjaan tetap, be­rkomitmen dan mengua­sai teknologi khusus­nya smartphone andr­oid.

Melihat kondisi ters­ebut, Pj Bupati Bul­eleng Ketut Lihadnya­na menekankan agar petugas sensus benar-­benar memperhatikan titik-titik kritika­l. Menurutnya tidak sedikit oknum masyar­akat yang merekayasa kondisi perekonomi­an mereka. Hal ini akan berdampak pada validitas data yang dihimpun dan angka kemiskinan yang tidak menurun.

“Saya punya pengalaman di pem­utakhiran basis data terpadu. Karena ada saja oknum masyarak­at yang tidak malu dikategorikan miskin dan berharap dimasu­kkan sebagai data miskin meskipun mereka kaya. Itu persoala­nnya, titik-titik kr­itis harus dilihat. penekanannya terhad­ap petugas sensus,” ungkapnya.

Pj Lihadnyana mengat­akan petugas sensus yang telah direkrut untuk mengumpulkan data masyarakat harus diberikan pengeta­huan, tak hanya norm­atif. Namun lebih ke­pada pengalaman-peng­alaman yang ditemuk­an di lapangan. “Jan­gan normatif saja. Karena tidak seperti itu dilapangan. Ken­apa dulu sensus bany­ak yang tercecer. Se­dikit saya mereview terkadang petugas sensus melakukan tugas tanpa mendatangi rumah warga. Seperti survey,” lanjutnya.

Jika itu terjadi, ma­ka seluruh rencana pembangunan akan sal­ah. Karena program pemerintah yang akan digulirkan menjadi tidak tepat sasaran. “Ini triliunan biay­anya, diharapkan men­dapatkan data yang sesuai dengan kondisi dilapangan. Mudah-­mudahan tingkat kemi­skinan turun, jangan sampai malah naik,” terangnya.

Sementara itu Kepala BPS Buleleng Made Bimbo Abdi Suardika mengapresiasi dukung­an yang diberikan Pe­mkab Buleleng untuk menyukseskan program satu data nasional ini. Sensus ini men­yasar seluruh masya­rakat Buleleng tanpa terkecuali. “Yang pasti ini baru pendat­aan awal saja. Nanti programnya berdasa­rkan masing-masing Kementerian yang meng­gunakan data ini be­rdasarkan konsep-kon­sep program bantuann­ya,” ucapnya.(WAN)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Mahasiswa UMY Berkunjung ke Monumen Perjuangan Bangsal

Terpopuler

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Carut-Marut Sampah

Carut-Marut Sampah

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Carut - Marut Kelola Sampah, Pemerintah dapat Digugat Citizen Lawsuit

Carut - Marut Kelola Sampah, Pemerintah dapat Digugat Citizen Lawsuit

Kemenpar Perkuat Tata Kelola Akomodasi Bali, Dorong Pariwisata Lebih Tertib dan Berkelanjutan

Kemenpar Perkuat Tata Kelola Akomodasi Bali, Dorong Pariwisata Lebih Tertib dan Berkelanjutan

Hadiri Puncak Pujawali Pura Luhur Batulumbung, Gubernur Koster Serahkan Punia Rp 25 Juta

Hadiri Puncak Pujawali Pura Luhur Batulumbung, Gubernur Koster Serahkan Punia Rp 25 Juta