Banner Bawah

DPRD Buleleng Menilai Pengawasan Proyek Di Buleleng Kurang Maksimal

Admin - atnews

2022-10-05
Bagikan :
Dokumentasi dari - DPRD Buleleng Menilai Pengawasan Proyek Di Buleleng Kurang Maksimal
Slider 1

Buleleng (Atnews) - Ketua Komisi II DPRD Buleleng Putu Mangku Budiasa, SH,MH menilai lemahnya pengawasan proyek di Kabupaten Buleleng. Hal itu disampaikan Ketua Komisi II didampingi anggota Komisi II, I Made Sudiarta,SH, Ni Luh Srisami dan Kadek Sumardika setelah mengadakan sidak pengerjaan Peningkatan Jalan Pasar Pejarakan, Dusun Goris, Desa Pejarakan Kecamatan Gerokgak, Senin  (3/10).

Proyek Peningkatan Jalan Pasar Pejarakan sejauh 3.8 KM dengan menelan anggaran sebesar Rp. 4.473.025.000,- dengan kontraktor PT. Tunas Jaya Nusantara dan Konsultan PT. Mitra Tri Sakti dengan waktu pengerjaan selama 150 (seratus lima puluh) hari kalender yang diperkirakan akan selesai akhir bulan November. 

Mangku Budiasa menambahkan, Komisi II mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya proyek peningkatan jalan di Dusun Goris, Desa Pejarakan yang diindikasikan pelaksanaan pengerjaan proyek tersebut tidak sesuai dengan yang sudah disosialisasikan kepada masyarakat sekitar. Mendengar informasi tersebut, Komisi II dengan didampingi Camat Gerogak Aryawan dan Kepala Desa Pejarakan meninjau langsung lokasi proyek tersebut. Dari pantauan di lapangan, Komisi II tidak melihat adanya kegiatan di lokasi pekerjaan dan di kantor direksi juga kosong tanpa adanya dokumen pendukung. Sehubungan dengan itu, Komisi II besok akan berkoordinasi dengan Dinas  Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) untuk menanyakan pengawasan proyek yang sedang dilaksanakan. 

“Setelah mendengar masukan dari masyarakat dan keterangan dari Kepala Desa Gerokgak, Komisi II menilai pengawasan pengerjaan proyek sangat lemah, ini bisa dilihat dari tidak adanya pengawas di lapangan serta dokumen pendukung dalam pelaksanaan proyek serta masih minimnya komunikasi dengan warga” tambahnya.  

Saat meninjau lokasi, Komisi II DPRD Buleleng menerima masukan dari warga terkait dengan proyek peningkatan jalan Dusun Goris. Salah satu warga Dusun Goris Gede Widara menyampaikan bahwa sebenarnya masyarakat berterimakasih terhadap Pemerintah Daerah sudah mendengar aspirasi masyarakat untuk memperbaiki jalan ini. Tetapi kami meminta kepada pemerintah agar dalam perbaikan jalan juga dibuatkan drainase sesaui dengan sosialisasi yang sudah dilakukan sebelumnya. Dranaise ini sangat perlu mengingat ketika musim hujan air yang ada disebelah barat akan naik melewati jalan ini. Dikhawatirkan, luapan air ini akan membuat banjir dan jalan cepet rusak. “kita hanya minta solusi terhadap permasalahan ini, jadi ini demi kebaikan bersama kalau bisa ada dranaise yang benar sehingga air bisa mengalir dengan baik dan jalan bisa bertahan lama” tambahnya. (WAN)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Presiden Joko Widodo: Realisasi Dana Desa 99 Persen itu Tinggi Sekali

Terpopuler

Nilai Tukar Petani (NTP) Menaik: Indikasi Perwujudan Ekonomi Kerthi Bali

Nilai Tukar Petani (NTP) Menaik: Indikasi Perwujudan Ekonomi Kerthi Bali

BPOLBF Gandeng Investor Kembangkan Wellness dan Agrowisata Berkelanjutan di Parapuar Labuan Bajo

BPOLBF Gandeng Investor Kembangkan Wellness dan Agrowisata Berkelanjutan di Parapuar Labuan Bajo

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Perpaduan Budaya di Tepi Pantai: Kecak dan Barongsai Meriahkan Imlek di The Nusa Dua

Perpaduan Budaya di Tepi Pantai: Kecak dan Barongsai Meriahkan Imlek di The Nusa Dua

GPS Minta Cabut Status Tersangka Kepala BPN Bali, Tim Hukum Soroti Asas Legalitas

GPS Minta Cabut Status Tersangka Kepala BPN Bali, Tim Hukum Soroti Asas Legalitas

Tandatangani Traktat Keamanan Bersama, Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Australia

Tandatangani Traktat Keamanan Bersama, Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Australia