Oleh Jro Gde Sudibya
Kita memberikan appresiasi tinggi terhadap pendapat disampaikan oleh PM Indra Modi dalam acara kunjungan ke Bali sebagai peserta KTT G20.
Eratnya hubungan kesejarahan India dengan Indonesia yang telah berlangsung lama.
Acara Bali Yatra yang berlangsung di Odhisa India, memperingati perjalanan Rsi Markendya ke Bumi Nusantara.
Rsi Markandya punya jasa besar dalam penyebaran agama Hindu di Nusantara, terlebih-lebih di Bali.
Tidak kurang dari IB.Oka Puniatmaja selaku Wakil Ketua Umum PHDI, penulis banyak buku Agama Hindu berpendapat bahwa Rsi Markandya adalah Nabi buat umat Hindu Indonesia. Banyak pihak bersetuju dengan pendapat beliau, termasuk penulis artikel ini.
Tantangan ke depan, berdasarkan keyakinan ini, diperlukan riset yang mendalam dari perjalanan Sang Rsi menginjakkan kaki di Tanah Jawa, Gunung Dieng berjalan menuju ke Timur Gunung Raung kemudian menyeberang ke Tanah Bali.
PM Modi benar atas ucapannya Ramayana adalah bukti nyata dari hubungan kebudayaan antar ke dua negara. Penerjemahan besar-besaran dari karya Ramayana dan juga Mahabratha dari bahasa Sanskerta ke bahasa Kawi di era kepemimpinan Raja Jawa Dharmawangsa Teguh, raja yang merupakan keturunan dari Prabu Erlangga, membuat Smerti ini menjadi tuntunan ethis kehidupan masyarakatnya.
Di Bali, terlebih-lebih pasca Proklamasi Kemerdekaan 17/8/1945 bermunculan sekehe pengawi Ramayana dan Mahabratha.
Para pengawi inilah yang terus menyebarkan secara getuk tular kearifan sastra Ramayana dan Mahabaratha, banyak menjadi pegangan hidup -titi pengancang- krama Bali.
Hubungan India - Indonesia tidak sebatas hubungan kebudayaan di masa lalu yang jauh, tetapi dalam konteks sebut saja hubungan "politik", karena Soekarno sejak usianya yang belia dalam harian Suluh Indonesia, banyak terinsipirari dari Cri Aurobindo, Svami Vivekananda, dan Mahatma Gandhi.
Dalam proses pengakuan kedaulatan secara internasional, India adalah negara terdepan dalam mengakui keberadaan Indonesia di dunia internasinal.
Hubungan Presiden Soekarno dan PM Nehru begitu dekat, sampai tempat lokasi Wisma Indonesia di New Delhi tempat KBRI berada, konon merupakan hadiah Nehru untuk Soekarno.
Di tengah dunia yang sedang sekarat (dying) akibat mutli krisis yang menghinggapinya, revitalisasi hubungan Indonesia - India menjadi sangat penting, berbasis perjalanan sejarahnya yang panjang.
*) Jro Gde Sudibya, pengasuh Dharma Sala"Bali Werdhi Budaya", Pasraman Rsi Markandya, Br.Pasek, Ds.Tajun, Den Bukit, Bali Utara.