Bandung (Atnews) - Nyoman Nuarta, Penggagas Garuda Wisnu Kencana (GWK) pernah meraih penghargaan Padma Award 2018 Kategori Padma Shri dari Presiden India Shri Ram Nath Kovind.
Pada penerimaan tersebut, Perdana Menteri India Narendra Modi dan Wakil Presiden India M. Venkaiah Naidu turut hadir di Istana Presiden India, Senin (2/4/2018).
Nuarta yang dikenal sebagai Maestro Tokoh Seni Rupa Indonesia asal Bali juga mendapatkan gelar Doctor Honoris Causa (HC) sebagai cultureupreneur dalam Bidang Ilmu Seni Rupa (patung) pada Peringatan 101 Tahun Pendidikan Teknik di Indonesia (PTTI), Institut Teknologi Bandung (ITB).
Kiprah Nyoman Nuarta dalam mengimplementasikan konsep culturepreneur dan pendekatan dalam bahasa bentuk realis-figuratif pada pengembangan mahakarya GWK Culture Park di Bali merupakan salah satu bukti kontribusi nyata beliau pada bidang kesenirupaan yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia.
Kehadiran GWK telah menunjukkan bahwa Indonesia dapat melahirkan mahakarya untuk dunia. Bahkan baru saja sukses digelar acara gala dinner KTT G20 dihadiri pemimpin dunia yang menggunakan tenun endek Bali di GWK Badung, Selasa, (15/11).
Pertemuan Presidensi G20 dihadiri oleh 20 negara anggota G20, 9 negara undangan, dan 14 lembaga Internasional. Total ada 26 Kepala Negara yang hadir langsung, yaitu 17 Kepala Negara dari Anggota Negara G20 dan 9 Kepala Negara undangan diluar Negara G20. Dari Negara G20 yang hadir langsung: 1) Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo; 2) Presiden Amerika Serikat, Joe Biden; 3) Presiden China, Xi Jinping; 4) Presiden Korea Selatan, Yoon Suk-yeol; 5) Presiden Australia, Anthony Albanese; 6) Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa;
7) Presiden Prancis, Emmanuel Macron; 8) Presiden Argentina, Alberto Ángel Fernández; 9) Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan;
10) Presiden Dewan Eropa, Charles Michel; 11) Perdana Menteri India, Narendra Damodardas Modi; 12) Kanselir Jerman, Olaf Scholz;
13) Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida; 14) Perdana Menteri Kanada, Justin Pierre James Trudeau; 15) Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak; 16) Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni; 17) Putra Mahkota Raja Saudi Arabia, Muhammad bin Salman bin Abdulaziz bin Abdul Al-Saud; 18) Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov; 19) Menteri Luar Negeri Brazil, Carlos Alberto França; dan 20) Menteri Luar Negeri Meksiko, Marcelo Ebrard Casaubon.
Selain Negara Anggota G20, Pertemuan Presidensi G20 juga dihadiri undangan dari 9 Kepala Negara: 1) Perdana Menteri Kamboja,
Hun Sen; 2) Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez; 3) Presiden Rwanda, Paul Kagame; 4) Presiden Suriname, Chandrikapersad Santokhi; 5) Presiden Senegal, Macky Sall; 6) Presiden Uni Emirates Arab, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan; 7) Perdana Menteri Singapura, Lee hsien Long; 8) Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte;
9) Menteri Luar Negeri Fiji, Inoke Kubuabola.
Turut hadir 14 Pimpinan Lembaga/Organisasi Internasional, yakni 1) Presiden Asian Development Bank (ADB), Masatsugu Asakawa;
2) Ketua World Economic Forum (WEF), Klaus Martin Schwab; 3) Presiden Islamic Development Bank (IsDB), Muhammad Sulaiman Al Jasser; 4) Direktur Jenderal International Labour Organization (ILO), Gilbert F. Houngbo; 5) Presiden International Olympic Committee (IOC), Thomas Bach; 6) Direktur Jenderal World Trade Organization (WTO), Ngozi Okonjo-Iweala; 7) Presiden World Bank Group, David Malpass; 8) Presiden Dewan Eropa, Charles Michel; 9) Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres; 10) Direktur Pelaksana International Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgieva; 11) Sekretaris Jenderal Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD), Mathias Cormann; 12) Ketua Financial Stability Board (FSB), Klaas Knot; 13) Direktur Jenderal World Health Organization (WHO), Tedros Adanom Ghebreyesus; 14) Presiden FIFA, Gianni Infanitino.
Nuarta mengharapkan hubungan Indonesia dan India semoga makin baik. "Sebelum saya kenal dengan Presiden kita, Bapak Joko Widodo, saya terlebih dulu kenal dengan yang mulia Perdana Menteri India Bapak Narendra Modi," kata Nuarta yang juga menerima penghargaan “Chevalier dans l Ordre des Arts et Lettres”, sebuah penghargaan bergengsi di bidang seni dan sastra yang selama ini diberikan oleh Pemerintah Perancis di Badung, Minggu (27/11).
Oleh karena, pihaknya pernah diundang ke Istana Presiden India untuk memenuhi undangan dalam rangka dianugrahi Padma Sri salah satu penghargaan tertinggi untuk warga sipil.
Bahkan penghargaan itu, untuk pertama kalinya diterima oleh warga negara di luar India.
"Dan beliau (PM Modi-red) menyampaikan kepada saya bahwa segera akan ke Indonesia untuk pertemuan dengan Bapak Presiden kita, Bapak Jokowi. Sesudah sampai di Jakarta saya diundang dinner di Istana Merdeka dan besoknya beliau ingin melihat karya saya patung Arjuna Wijaya. Didepan Monas, disitu untuk pertama kalinya saya bertemu dari dekat sekaligus untuk pertama kalinya berkenalan dengan Bapak Jokowi," ujar Nuarta kepada Atnews.
Ia sehari - harinya di NuArt Sculpture Park Bandung menambahkan, PM Modi pernah meramalkan bahwa India dan Indonesia ekonominya akan tetap baik walaupun negara-negara besar akan mengalami kemunduran.
Ia pun mengagumi kepemimpinan PM Modi, apalagi dalam rangkaian KTT G20 resmi berakhir pada Rabu, 16 November 2022. Pada sesi penutup KTT G20 di Hotel Apurva Kempinski, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Presiden Joko Widodo menyerahkan tampuk presidensi G20 kepada India yang akan memegang presidensi G20 pada tahun 2023.
Selanjutnya KTT G20 tahun 2023 dengan tema Keketuaan G20 India, yaitu “One Earth, One Family, One Future".
India akan melanjutkan berbagai inisiatif yang dihasilkan selama kepemimpinan Indonesia tahun ini, seperti yang dimuat dalam Bali Leaders Declaration atau Deklarasi Bali.
Presidensi G20 Indonesia dengan tema "Recover Together, Recover Stronger" diharapkan dapat memberi penyelamatan yang berkelanjutan atas lingkungan dan ketahanan pangan.
"Saya dengar dari anak teman India, saya bahwa yang mulia Bapak Narendra Modi, dia sibuk berceritra dengan koleganya, dengan bangga bahwa beliau mengenal pencipta GWK," ungkap Nuarta dengan penuh semangat.
Mengingat kebanggaan mahakarya GWK secara fisik merupakan representasi dari karya etnik Indonesia yang sudah ada sejak jaman kerajaan dulu.
Material tembaga untuk pembuatan patung Garuda Wisnu menghabiskan 3.000 ton tembaga atau setara dengan 2,5 hektar lempengan tembaga. Patung tersebut sekaligus menjadi patung terbesar dan paling unik yang dibuat oleh manusia karena dengan memadukan seni, teknologi dan science.
Patung ini sangat populer dan oleh para pengrajin Bali dibuat sebagai barang cinderamata yang dibuat dari berbagai material dan ukuran karenanya patung ini menjadi sangat terkenal di seluruh dunia.
Patung itu sangat kompak dan elegan, memiliki makna simbolik dari Dewa Wisnu sebagai pemelihara alam semesta atau ekosistem, dan juga berakar dari nilai-nilai simbolik dari kisah perjalanan Wisnu menunggang Garuda menuju Amerta (kebajikan yang hakiki).
Wisnu sebagai simbol kekuatan pemelihara alam semesta, penjaga keseimbangan ekosistem, kini merupakan tumpuan penyelamat dari kondisi ketidakseimbangan ekosistem global yang kian memburuk sebagai akibat kesalahan peradaban umat manusia yang mengabaikan masalah lingkungan.
Sedangkan Garuda adalah kendaraan Dewa Wisnu yang menyimbolkan pengabdian tanpa pamrih dalam menuju kehidupan yang lebih baik dan mulia.
Relevansi yang perlu ditegakkan dijaman mutahir ini, Garuda sebagai kendaraan Dewa Wisnu menyimbolkan satu pengabdian tanpa pamrih yang berjalan tiada henti hingga tujuan akhir tercapai.
Dalam rangkaian peradaban umat manusia abad ini dan mendatang, kondisi dilematis terlihat semakin memburuk, yang diwarnai dengan berbagai konflik kepentingan.
Sebagaimana kegelisahan umat manusia masa kini, karena masalah terganggunya ekosistem, tata hubungan kemanusiaan yang kian memburuk, melemahnya makna keselarasan hidup, maka Garuda Wisnu dapat dijadikan simbol peringatan bagi peradaban umat manusia masa kini.
Patung setinggi 121 meter yang diresmikan Presiden Joko Widodo di kawasan GWK Cultural Park, Bukit Ungasan, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (22/9/2018) mendapatkan apresiasi khusus oleh PM Modi.
"Untuk itu, dia (PM Modi-red) mencoba mencari saya, saya sedang ada di Bandung," imbuhnya.
GWK sudah dipilih untuk kedua kalinya untuk acara Internasional. Pertama baru beberapa hari diresmikan, langsung untuk Acara International Monetary Fund (IMF)-World Bank (WB) 2018 dan sekarang untuk G20, tentu membanggakan. "Sebelumnya saya berdoa supaya acara G20 berlangsung sukses🙏❤️🇮🇩," tulisnya.
Namun yang menentukan dipilihnya GWK, tidak hanya ada patung besar GWK, akan tetapi desain komplek GWK.
"Kita desain sedemikian rupa sehingga tamu-tamu kepala negara harus aman dan mudah pengamanannya. Hal itu menjadi pemikiran sejak awal kita mendesain Komplek GWK, sehingga tercipta rasa aman dan mengolah lahan kapur menjadi atraksi menarik. Yang saya namakan seni lahan yang sekarang dikenal dengan LAND ART," pungkasnya. (GAB/ART/RUT/001)