Banner Bawah

Pemkab. Badung Terapkan Tri Hita Karana, Bupati Giri Prasta Hadiri Puncak Hut Ke-53 ST. Kartika Krama Duta Yowana

Admin - atnews

2023-01-30
Bagikan :
Dokumentasi dari - Pemkab. Badung Terapkan Tri Hita Karana, Bupati Giri Prasta Hadiri Puncak Hut Ke-53 ST. Kartika Krama Duta Yowana
Slider 1

Badung (Atnews) - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri puncak HUT ST. Kartika Krama Duta Yowana ke-53, Banjar Celuk, Desa Adat Bualu, Kecamatan Kuta Selatan, Minggu (29/1). Turut hadir anggota DPRD Provinsi Bali Wayan Rawan Atmaja dan Ketut Tama Tenaya, anggota DPRD Kabupaten Badung Made Retha, Wayan Loka Astika dan Nyoman Karyana, Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta dan unsur tripika, Bendesa Adat Bualu serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam kesempatan ini sebagai wujud dukungan dan motivasi Bupati Giri Prasta serahkan bantuan dana pribadi sebesar Rp.42 juta.

Bupati Giri Prasta menyampaikan apresiasi kepada sekaa truna Kartika Krama Duta Yowana karena telah melaksanakan hut nya dengan mengangkat tema yang sesuai dengan nama ST Hita Karana yaitu dengan tema Tri Hita Karana yang artinya tiga penyebab kebahagiaan. Tri Hita Karana mengajarkan tentang keseimbangan antara manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan lingkungannya, contoh hubungan manusia dengan Tuhan dengan melaksanakan persembahyangan bersama mareresik di Pura, hubungan manusia dengan manusia dengan berpartisipasi dan membantu kalau ada teman yang menikah dan hubungan manusia dengan lingkungan dengan melaksanakan penanaman pohon serta pelestarian lingkungan. “Ini merupakan wujud dan bukti sekaa truna sudah melakukan pelestarian seni, tradisi, adat dan budaya,” ujarnya.

Lebih lanjut Bupati Giri Prasta menjelaskan bahwa di Pemerintahan Kabupaten Badung, pihaknya juga telah menerapkan konsep Tri Hita Karana sebagai contoh hubungan manusia dengan Tuhan adalah bantuan restorasi pura dan biaya aci upakara, hubungan manusia dengan manusia kesehatan gratis seperti donor darah dan pendidikan gratis, hubungan manusia dengan lingkungan melaksanakan gertak, gerakan bersih-bersih serentak. "Jika konsep Tri Hita Karana ini sudah kita terapkan dalam menjalani organisasi maupun kegiatan sehari-hari maka secara otomatis Tuhan akan sayang pada kita semua,” ucapnya seraya berharap agar sekaa teruna tidak terjerumus ke hal-hal yang bersifat negatif seperti narkoba, pergaulan bebas, mabuk-mabukan dan mengganggu ketertiban umum.“Sekali lagi saya ucapkan selamat ulang tahun kepada ST.Kartika Krama Duta Yowana ke-53 semoga semakin kompak dan jaya,” imbuhnya.

Sementara Ketua Panitia I Wayan Agus Sumardana menyampaikan terimakasih kepada Bupati Badung beserta undangan lainnya karena sudah berkenan hadir pada acara hut hari ini. Dilaporkan sebelum puncak hut yang dilaksanakan hari ini, juga telah dilaksanakan berbagai kegiatan seperti persembahyangan bersama dengan seluruh pemuda, selanjutnya fogging ke rumah penduduk yang berada di kawasan banjar Celuk, donor darah, jalan santai dan lainnya. (z/ART/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : 21 Titik Gawat Darurat Sampah Plastik di Kawasan Pura Besakih

Terpopuler

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Pasca Kasus Dugaan Kekerasan Anak Panti Asuhan Ganesha Sevanam, Pemkab Buleleng Akan Merelokasi Anak Panti

Pasca Kasus Dugaan Kekerasan Anak Panti Asuhan Ganesha Sevanam, Pemkab Buleleng Akan Merelokasi Anak Panti

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Wabup Buleleng Gede Supriatna Resmikan Kantor Perbekel Desa Alasangker, Tekankan Pelayanan Masyarakat Meningkat

Wabup Buleleng Gede Supriatna Resmikan Kantor Perbekel Desa Alasangker, Tekankan Pelayanan Masyarakat Meningkat

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

Sorotan Restaurant Dharma Uluwatu, PHK Sepihak hingga Dugaan Pelecehan Simbol Agama

Sorotan Restaurant Dharma Uluwatu, PHK Sepihak hingga Dugaan Pelecehan Simbol Agama