Denpasar (Atnews) - Anggota DPD RI Dapil Balu Dr. Made Mangku Pastika mendorong PT Jamkrida Bali Mandara (JBM) sebagai penjamin Non Kredit Tahun 2023 yang total proyek 59.126 dengan nilai Rp 7.162.490.127.570.
Penjaminan potensi proyek pembangunan Bali anggaran tersebut cukup besar, tinggal mendekati kepada pemilik-pemilik proyek agar menggunakan JBM sebagai penjamin.
“Saya lihat daerah memiliki potensi proyek yang besar. Kalau itu bisa masuk ke Jamkrida, maka Jamkrida bisa terbang, dan duit balik lagi ke APBD. Memang ini baru potensi, artinya belum. Boleh ambisi mau ngambil, tetapi karena regulasi menjadi tantangan yang mesti dicarikan solusi,” kata Mangku Pastika di Denpasar, Jumat (24/2).
Dalam reses dengan tema “Peranan Jamkrida dalam Pemulihan Ekonomi Rakyat”, Mangku Pastika yang didampingi Tim Ahli Nyoman Baskara, Ketut Ngastawa dan Nyoman Wiratmaja disambut Dirut Jamkrida Bali I Ketut Widiana Karya, SE., MBA didampingi Direktur I Ketut Indra Satya Dharma Putra dan jajaran pengurus.
Kedatangannya juga dalam persiapan studi banding ke laur negeri ke negara-negara yang memiliki lembaga penjamain yang sudah maju.
Menurutnya, jika potensi proyek itu bisa diambil asset PT JBM bisa bertambah. Hingga Desember 2022 Rp381, 9 Miliar dari 54,9 Miliar tahun 2011. Total realisasi penjaminan surety bond dan bank garansi Tahun 2013 sampai dengan Desember Tahun 2022 sebanyak 28.188 dengan nilai jaminan Rp 3.746.605.328.405.
Mangku Pastika mengaku salut dengan berbagai terobosan yang dilakukan Jamkrida Bali Mandara sehingga terus bertumbuh positif.
“Jamkrida ini dibangun agar bisa membantu usaha kecil menengah (UKM) yang tidak bankable. Jadi pelaku usaha kecil ini bisa memperoleh kredit yang dijamin oleh Jamkrida,” ujar Mangku Pastika.
Namun diingatkan agar lembaga penjaminan ini terus meningkatkan kontribusinya untuk membantu usaha kecil dan koperasi agar semakin berkembang dan maju.
“Saya gembira melihat Jamkrida yang terus bertumbuh. Ini hal yang positif karena juga memberi kontribusi bagi daerah,” ujar Mantan Gubernur Bali dua periode saat mengunjungi Jamkrida Bali Mandara yang ia didirikan saat menjadi Gubernur.
Pada kesempatan tersebut, Mangku Pastika mendorong agar lembaga ini terus berinovasi sehingga bisa mendukung pembangunan yang di Bali
Di sisi lain, Mangku Pastika mengapresiasi, Provinsi Bali bisa menambah modal Rp100 miliar. Ini bisnis besar sudah pasti untung. Apalagi kalau yang dijamin proyek pemerintah.
Mangku Pastika pun akan memperjuangkan hambatan-hambatan sisi regulasi yang membuat PT JBM sulit berkembang. Dengan demikian pihaknya serius serap aspirasi dari sisi regulasi.
Mangku Pastika sendiri melihat kontribusi Jamkrida pada masyarakat Bali sangat signifikan untuk memberikan kesempatan berusaha pada UKM dan koperasi berkembang lebih besar.
Selain untuk memajukan ekonomi Bali, Jamkrida juga dinilai memiliki kemampuan yang cukup besar dan prestasi yang baik. “Saya berikan apresiasi kepada seluruh karyawan, teruslah memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” harap Mangku Pastika seraya mengatakan siap mendukung (modal) Jamkrida jika aturan memungkinkan.
Dalam kunjungan tersebut, Mangku Pastika juga diminta memberikan testimoni terkait HUT Jamkrida Bali Mandara pada Juni 2023 mendatang.
Sementara itu, Dirut Jamkrida Widiana Karya mengaku, ada potensi proyek pemerintah tahun ini senilai Rp7 triliun lebih. Dijelaskan dari seluruh kabupaten/kota telah menaruh saham di Jamkrida. Terbanyak Pemprov Bali mencapai 90 persen lebih.
Aset Jamkrida juga tumbuh signifikan dari awal berdiri tahun 2011 sebesar Rp54 miliar kini di usianya menjelang 12 tahun sudah mencapai Rp381 miliar. “Memang kinerja sempat turun karena pandemi Covid-19, tapi kini sudah mulai pulih,” tambah Widiana.
Dijelaskan, ada sekitar 478 ribu lebih UMKM yang dijamin, terbanyak sektor perdagangan (pedagang pasar). Jamkrida saat ini menjamin nasabah KUR.
Dalam tatap muka tersebut juga terungkap selain Jamkrida untuk menjamin proyek, juga ada lembaga asuransi. Ia berharap ke depan proyek-proyek APBD bisa Jamkrida yang menjamin.
Berbagai inovasi terus dilakukan JBM dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Dengan kembangkan E-Office dalam membantu dalam proses pengelolaan data kesekretariatan, disposisi surat masuk dan pendandatanganan surat keluar secara elektronik, serta mempermudah proses pemberian keputusan oleh Direksi.
SIPKO sebagai Sistem informasi yang diakses oleh mitra kerja PT JBM (P) untuk membantu mempercepat dan mempermudah proses pengajuan penjaminan secara online
HOST TO HOST (H2H) PENJAMINAN KUR
Bentuk komunikasi di dalam jaringan antara SIKP (Sistem Informasi Kredit Program) Kemenkeu, Penyalur KUR dan PT Jamkrida Bali Mandara (Perseroda) selaku Penjamin KUR.
Begitu juga Website PPID sebagai bentuk dukungan dan komitmen terhadap pelaksanaan Keterbukaan Informasi Publik di masyarakat sesuai dengan UU no 14 Tahun 2018.
Peningkatan pemanfaatan produk Surety Bond PT Jamkrida Bali Mandara (Perseroda)
Himbauan untuk Peningkatan pemanfaatan produk Surety Bond PT Jamkrida Bali Mandara (Perseroda) telah diterbitkan melalui:
a.Surat Edaran Gubernur Bali, Nomor. 055 Tahun 2019, tanggal 25 Januari 2019
b.Surat Edaran Bupati Klungkung, Nomor. 500/37/Bag Eko, tanggal 3 Februari 2020
c.Surat Edaran Bupati Jembrana, Nomor. 500/98/Ekbangkesra/2021, tanggal 3 Maret 2021
d.Surat Perluasan Akses Informasi dan Pemanfaatan Produk, Penjaminan Surety Bond oleh Gubernur Bali Nomor. T.41.500/17502/B.II/BP.ADPEM, tanggal 29 Juni 2021
e.Surat Edaran Bupati Tabanan, Nomor. 417/1945/Perekonomian, tanggal 5 Juli 2021
f.Surat Perluasan Akses Informasi dan Pemanfaatan Produk Penjaminan Surety Bond oleh Bupati Karangasem, Nomor. 500/1296/PSDA/Setda, tanggal 6 Juli 2021
g.Surat Edaran Bupati Badung, Nomor. 055/2998/Tahun 2021, tanggal 21 Juli 2021
h.Surat Pemberitahuan oleh Bupati Buleleng, Nomor. 500/2169/VII/Ekbang/2021.(GAB/ART/001)