Denpasar (Atnews) - Budayawan Putu Suasta alumnus UGM dan Universitas Cornell memberikan apresiasi kepada Bunda Arsaningsih yang meluncurkan buku keduanya “Daily SOUL Reflection” berlokasi di HARRIS Hotel & Convention Center Denpasar, Sabtu, 4 Maret 2023.
Acara itu dihadiri sekitar 500 peserta dari seluruh Indonesia terutama Bali dari berbagai kalangan tanpa membedakan latar belakang mulai anak-anak hingga dewasa.
Buku itu diluncurkan setelah sukses dengan buku pertama SOUL Reflection yang sudah terjual lebih dari 10.000 eksemplar dan berhasil mencerahkan lebih dari seratus ribu jiwa dengan berbagai pembelajaran online dan offlinenya.
Bunda Arsaningsih merupakan perempuan multitalenta kelahiran 1968, pencipta metode SOUL (Spirit of Universal Life) diawali dengan SOUL Meter, yaitu sebuah metode untuk pengenalan jati diri. Kemudian dilanjutkan dengan mengembangkan metode SOUL Reflection untuk menyembuhkan diri, men-delete energi negatif dalam diri dan memperkuat kualitas energi positif.
Selain dikenal sebagai seorang spiritualis modern, pakar energi dan guru meditasi, kepeduliannya yang besar pada pembentukan karakter sejak dini untuk generasi penerus bangsa menjadi dasar untuk mendirikan Yayasan Cahaya Cinta Kasih yang bergerak dibidang bantuan kemanusiaan, tuntutan meditasi Online SOUL Reflection di youtube serta pembelajaran umum proses pengenalan jati diri dan olah rasa.
Penghargaan MURI diterima oleh Bunda Arsaningsih pada tahun 2015 sebagai pemrakarsa senam Yophytta Maternal-gabungan yoga, pilates, Tai Chi, dan afirmasi - dengan kategori peserta ibu hamil terbanyak sebanyak 25 ribu peserta.
Suasta sudah pernah mengikuti program Camping Bunda Arsaningsih selama tiga hari pada Bulan Januari lalu di Kintamani Bangli.
Apa yang diajarkan itu baik meditasi maupun yoga serta pencerahan dalam kehidupan mampu membangun peradaban manusia yang lebih baik.
Untuk itu, kehadiran sosok perempuan Bunda Arsaningsih dapat memberikan solusi publik yang mengalami berbagai tekanan kehidupan baik dari keluarga, dunia kerja yang penuh kompetisi ataupun dalam interaksi masyarakat yang semakin rumit dan komplek.
Bunda Arsaningsih patut diberikan apresiasi, karena berhasil merangkul perbedaan dan merawat kebhinekaan serta pluralisme.
Teladan itu patut ditularkan dalam mewujudkan kehidupan yang damai, harmonis, sejahtera dan mulia. Apalagi Bali sebagai barometer Indonesia dan sudah dikenal dunia sebagai daerah majemuk miniaturnya Indonesia.
"Bali sudah berproses selama 2000 tahun berinteraksi pengaruh berbagai budaya dan kini berkembang dan tumbuh secara haromis. Hampir budaya apapun bisa dijumpai di Bali, baik alkuturasi Budaya Barat, China, Islam, Kristen, Budha apalagi budaya Hindu/Veda (Sanatana Dharma) dari India," ujarnya.
Suasta banyak belajar dari budaya dan peradaban India, bahkan sudah lima kali keliling negara tersebut dalam kurun waktu 30 tahun. Bahkan tinggal di tempat-tempat suci bagi umat Hindu yakni Punjab, Varanasi disebut juga Benares, Banaras, atau Benaras, atau Kashi atau Kasi, adalah kota suci agama Hindu di tepi sungai Ganga yang terletak di negara bagian Uttar Pradesh di India bagian utara.
Varanasi, bagi umat Hindu, adalah seperti Mekkah bagi umat Muslim atau Vatikan bagi umat Katolik. Ketika berada di India, Putu Suasta bergaul dan berinteraksi dengan para orang suci atau sadhu.
Menurutnya, peradaban India sudah ada 10.000 tahun. Peradaban itu mulai terbentuk menjadi bangsa India saat Periode Vedic.
Dasar Hinduisme dan aspek-aspek budaya yang diterapkan oleh Peradaban Vedic bertahan hingga saat ini. Kerajaan-kerajaan pertama di India juga dibangun pada Periode Vedic di tahun 1200 SM.
Pada era itu juga berkembang agama Hindu, Buddha, paham Vaisnawa dan Jainisme. Sedangkan peradaban India modern terjadi pada 1947 setelah mereka merdeka dari kolonialisme Inggris.
Founding father Sukarno banyak terinpirasi dari Swami Vivekananda dan Mahatma Gandhi. Mahatma Gandhi merupakan salah satu tokoh yang mempengaruhi pemikiran Bung Karno. Gandhi dikenal sebagai tokoh yang mengajarkan konsep ahimsa, hartal, swadesi, dan satyagraha. Konsep tersebut merupakan gerakan perlawanan yang dilakukan secara damai tanpa adanya perlawanan.
Suasta yang juga Alumnus UGM dan Cornell University mengajak masyarakat untuk membangun solidaritas sosial yang plural yang humanis dan egaliter.
Hal itu ditegaskan setelah berhasil menyelesaikan ziarah spiritual dengan jalan kaki sepanjang 170 km dari PORTO Portugal ke Santiago di Spanyol Tengah. Jalan kaki nonstop menembus hutan, gunung, dan pedesaan yang tradisional dengan keramahan penduduk pedesaan yang original. Itulah ziarah klasik Camino de Santiago . Semangat Ziarah ini.. Pesan moralnya ada didalam bukunya The Soul Refleksion bunda Arsaningsih.
Dengan menempuh jarak 170 Km dari PORTO-Valanca-Tui-porinho-pedron menuju Santiago. Perjalanan Camino de Santiago, Portuguese Way 119 Km from Tui, 30 September hingga 20 Oktober 2022. Dirinya tidak menyangka bisa berjalan sejauh itu.
Nilai-nilai universal dalam membangun kehidupan yang harmonis dalam keberagaman memang harus terus digaungkan.
Begitu juga Vasudhaiva Kutumbakam digaungkan saat di dunia pada Presidensi G20 India yang mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam- One Earth, One Family, One Future" membahas berbagai isu penting perekonomian global, yaitu International Financial Architecture, Sustainable Finance, Infrastructure, Financial Sector Financial Inclusion, Global Economy, Health dan International Taxation.
Vasudhaiva Kutumbakam dalam Sansekerta ditemukan pada teks-teks Hindu seperti Maha Upanishad, yang berarti "Dunia Adalah Satu Keluarga". Tradisi Veda menyebutkan "Vasudhaiva Kutumbakam" yang berarti semua makhluk hidup di bumi adalah satu keluarga keluarga, satu kesatuan yang terintegrasi saling melengkapi. Maka bagi Generasi milenial Perlu menyimak pesan moral dari buku The Soul Reflection. (GAB/ART/001)