Tabanan (Atnews) - Anggota DPD RI dapil Bali Made Mangku Pastika merasa optimis Pulau Dewata akan mengalami perubahan menjadi "Bali lebih Baik" di tangan-tangan pemuda.
Sejak dahulu, pemuda memegang peranan penting dalam menentukan maju dan mundurnya suatu bangsa atau peradaban.
Semangat dan inovasi Pengusaha Muda Tabanan dapat memberikan harapan besar dalam memajukan Bali, khususnya dalam mengawinkan sektor pertanian dan pariwisata.
Mangku Pastika yang juga Gubernur Bali dua periode 2008-2018 kembali bersemangat melihat ketangguhan Pengusaha Muda Tabanan dalam membangun usaha dari nol dalam mengoptimalkan sektor pertanian dan pariwisata.
Hal itu disampaikan ketika pertemuan Mangku Pastika dengan Pengusaha Warung Bubble Wayan Sidhiarta, Akademisi Dr. I Gede Suardana, Ketua HIPMI Tabanan yang juga Owner The Silas I Made Sila Dana dan pengusaha muda Warung Dadi I Ketut Sae Tanju,S.E.
Dalam pertemuan serangkaian penyerapan aspirasi dengan tema “Entrepreneurship Milenial Tabanan” bertempat di Warung Dadi, Perum. Grya Dhadi Idaman, Jln. Jepun No.1 Dauh Peken, Tabanan, Senin (8/5).
Acara itu yang juga dihadiri Siswa SMK Pariwisata Dwi Tunggal. Sedangkan Mangku Pastika didampingi Tim Ahli Nyoman Baskara dan Ketut Ngastawa.
Mangku Pastika masih melihat potensi pertanian dan pariwisata masih sangat besar. Kalau ini dikelola akan sangat bagus hasilnya.
Dalam mensinergikan kedua sektor itu bisa mencontoh keberhasilan Thailand yang fokus dengan pertanian dan pariwisatanya.
"Saya baru datang dari Thailand untuk melihat cara negara itu bangun pertanian dan pariwisata. Negara Thailand nampak sudah meninggalkan industri manufaktur. Lebih fokus pertanian. Negara itu berhasil ekspor hasil pertanian ke seluruh dunia," ujarnya.
Pemanfaatan lahan-lahan di Thailand begitu efektif. Misalnya ada rawa-rawa dirubah menjadi kanal-kanal sungai kecil sebagai tempat wisata dan lahan yang sudah kering ditanami kelapa untuk pariwisata.
Namun Bali sebagai daerah pariwisata yang memiliki budaya pertanian, subak warisan Rsi Markendya bisa meniru Thailand sehingga alih fungsi lahan bisa ditekan serta pertanian dan pariwisata bisa jalan.
Mangku Pastika juga merasa terkesan dengan pengelolaan pariwsata negara tersebut, harga kulinernya cukup terjangkau. Bahkan negara itu mampu sajikan kepala muda siap makan dengan isinya tanpa diparut.
Inovasi dan kreativitas tersebut bisa menginspirasi pemuda Bali, khususnya Tabanan dalam mecetak pengusaha muda yang lebih banyak. Upaya itu dalam mewujudkan Bali yang Maju, Aman Damai dan Sejahtera (Mandara).
Diharapkan pula agar siswa yang hadir, tidak hanya berorientasi sebagai pekerja. “Kalau ingin maju dan kaya jadilah pengusaha. Potensi kita sangat besar untuk itu. Jadi, kalian harus berani mencoba,” harapnya.
Mangku Pastika mengaku salut melihat banyak pengusaha yang telah berhasil mulai melibatkan anak muda (pelajar) untuk mengenal dunia usaha. “Saya sangat optimis dengan anak muda. Jadi pengusaha yang mau meregenerasi anak muda sebagai calon wirausaha ini patut didukung,” tambahnya.
Mangku Pastika memuji The Silas Agrotourism Bedugul Bali yang dimiliki oleh Made Sila Dana asal Karangasem yang pernah kuliah dan bekerja di perkebunan Anggur Australia.
Wahana itu sudah menjadi implementasi sektor pertanian dan pariwisata di Bali. Salah satu destinasi wisata di kawasan bedugul yang ramai dikunjungi oleh wisatawan sebagai destinasi wisata keluarga yang dikombinasikan dengan petualangan dan edukasi.
Tempat wisata yang ini sangat cocok untuk wisata keluarga saat liburan kenaikan kelas atau libur akhir tahun.
Selain itu, di The Silas Bedugul juga bisa digunakan sebagai tempat untuk camping dilengkapi wahana Flying Fox, Kora-kora, Train, Ontang-anting, Bianglala, ATV Ride, Paint ball, Archery, Bungee Trampoline, Shoot the Target, Kids Zone dan lainnya.
Selain itu, pihaknya mengagumi konsep Warung Dadi yang ramah keluarga. Selain menikmati kuliner, pengunjung bisa menikmati wahana untuk anak-anak.
Tidak kalah penting lagi, konsep Membangun sebuah bisnis dibutuhkan oleh Pengusaha Warung Bubble Wayan Sidhiarta yakni "BLI WAYAN" dengan tagline "Aku yang Pertama".
Konsep "BLI WAYAN" yang bermakna B (Be a Professional), L (Learn about the Market Trend), I (Inolving technology innovation), W (Willing to create something different), A (Always use a system to run the business), Y (Tou are the Figure of the Business, (A (Actively observe the market and avaluate the feasibility of your idea), N (Never Stop Learning and Never Give Up). Selain nama Wayan sebagai panggilan anak pertama orang-orang Bali.
Menurut Mangku Pastika, konsep tersebut memang hebat lahir dari pengalaman. Dirinya pun telah mencatatnya dengan baik. Sembari akan menyiapkan konsep "BLI MADE".
“Sangat bagus kalau pengusaha yang sudah sukses mau meregenerasi anak-anak muda untuk terjun ke dunia usaha,” ujarnya.
Dikatakan menjadi pengusaha tak harus bikin rencana yang sempurna, tapi sambil jalan disempurnakan, disesuaikan. Entrepreneurship itu boleh mimpi tapi harus cepat bangun, tak ada rencana yang sempurna. Yang penting jalan dulu dan sambil jalan berubah.
“Jangan kelamaan bermimpi. Kalau tidur kelamaan, mimpinya gak jalan jalan. Semoga pertemuan ini membawa aura optimis dan melahirkan semangat wirausaha bagi generasi muda. Prinsipnya meski sulit tapi bisa, bukan bisa tapi sulit,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua HIPMI Tabanan yang Made Sila Dana yang juga anak petani mengatakan, usaha yang dibangun karena terinspirasi dari pertanian Asutralia yang sudah maju.
Dalam bangun usaha memerlukan kreativitas, inovasi dan adaptasi dalam berusaha agar bisa tetap eksis.
Sila mengaku The Silas Agrotourism Bedugul dibngun di lahan seluas 10 hektar. Wahan itu itu dibangun sebagai destinasi wisata keluarga yang dikombinasikan dengan petualangan dan edukasi. Ia mengajak generasi muda jangan takut untuk memulai usaha.
Sedangkan Wayan Sidhiartha Astawa selaku pemilik Warung Bubble di daerah Luwus, Bedugul, mengatakan generasi muda jangan takut menghadapi kegagalan. “Bagi saya kegagalan merupakan sahabat dan belajarlah dari kesuksesan orang lain,” ucapnya.
Keseriusan baginya adalah hal penting. “Jangan memposisikan di zona nyaman. Dari gagal itu saya belajar, jadi sahabat saya. Pebisnis harus bangkit. Jadilah profesional. Jangan gaptek, IT itu wajib agar bisa berkembang,” pesannya.
Pengusaha bidang teknologi yang juga Perbekel Kukuh I N. Widi Adnyana menambahkan mau jadi pengusaha jangan terlalu banyak berpikir, tapi segera lakukan. “Dengan seken, saje dan bani semua bisa kita lakukan,” ujarnya.
Bahkan Widi mengantarkan Desa Kukuh Kerambitan sebagai Desa Terbaik dalam Inovasi Pelayanan Pemerintahan Desa se-Kabupaten Tabanan.
Perjalanan panjang Pemerintah Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan kabupaten Tabanan Provinsi Bali dalam hal inovasi Desa akhirnya membuahkan hasil. Tepat di puncak hari Ulang Tahun Ke-529 Kota Tabanan (29/11/2022).
Sementara itu, Akademisi Dr. I Gede Suardana mengatakan pentingnya
mem-branding diri sejak awal. “Jangan sampai orang lain yang mem-branding diri kita dengan sesuka hati,” ujarnya.
Dalam branding bukan hanya soal merek, packing, logo atau nama. Tetapi bagaimana cara memberikan nilai lebih terhadap produk yang dijual. Upaya itu dalam menarik minat pembeli dan menciptakan pelanggan yang fanatik.
"Jika sampai sudah terbentuk pelanggan fanatik. Jika ada produk itu dijelekkan maka secara otomatis akan dibelanya," pungkasnya. (GAB/ART/001)