Banner Bawah

Yoga, Kesehatan Mental dan Spiritualitas Global

Admin - atnews

2023-05-30
Bagikan :
Dokumentasi dari - Yoga, Kesehatan Mental dan Spiritualitas Global
Slider 1

Denpasar (Atnews) - Yoga tengah digemari masyarakat global kini telah menjadi gaya hidup (lifestyle) atau jalan hidup (way of life).   

Gerakan Yoga menyebar ke seluruh dunia,  baik Benua Amerika, Eropa, zasirah Arab, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, khususnya dataran India .

Gerakan Yoga juga  melanda Malaysia, Kanada, Singapura, Australia, Irlandia, Selandia Baru, Hongkong, Austria, Britania Raya, Norway, Belanda, termasuk Indonesia khususnya Bali sebagai daerah tujuan wisata dunia. 

Bali secara kultural, dan peradaban cocok untuk melakukan aktivitas Yoga. Banyak klub-klub Yoga yang tersebar di Bali, khususnya daerah Ubud yang diminati wisatawan. 

Klub dan Studio Yoga juga berkembang,  begitu juga di Dubai ada Studio Yoga terkenal yakni Trident Wellness Centre, Zen Yoga, Voyoga, Urban Yoga.

Untuk itu, setiap Peringatan Hari Yoga International berlangsung meriah dan serentak seluruh dunia. Hal itu tidak terlepas dari gagasan  Hari Yoga Internasional dicetuskan oleh Perdana Menteri Narendra Modi yang diusulkan pada 27 September 2014, saat berpidato di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

India  didukung oleh 177 negara, termasuk Indonesia, mengangkat sebuah resolusi untuk menetapkan 21 Juni sebagai Hari Yoga Internasional dan pada tanggal 11 Desember 2014, resolusi tersebut dikeluarkan oleh Majelis Umum PBB dengan dukungan 193 negara.

Menyadari daya tarik universal dan popularitasnya yang semakin meningkat, PBB menyatakan 21 Juni sebagai Hari Yoga Internasional pada 11 Desember 2014. Akibatnya, Hari Yoga Internasional pertama diperingati pada 21 Juni 2015.

Tanggal 21 Juni dipilih lantaran merupakan titik balik matahari musim panas atau matahari paling banyak keluar dari setiap hari lainnya dalam setahun.

Dalam peringatan Hari Yoga Internasional tanggal 21 Juni 2023, Konsul Jenderal (Konjen) India untuk Bali Neeharika Singh bersama Director of Swami Vivekananda Cultural Centre (SVCC) Bali/The Indian Council for Cultural Relations (ICCR) Bali Naveen Meghwal akan dipusatkan di Bajra Sandi Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Denpasar (depan Kantor Gubernur Bali). 

Acara itu kembali digelar di tempat yang sama, setelah Peringatan Hari Yoga Internasional ke-8 dengan tema “Yoga for Humanity” dan tahun 2022 India merayakan 75 tahun kemerdekaannya dengan semangat “Azadi ka Amrit Mahotsav”.

Budayawan Putu Suasta yang Alumnus UGM dan Cornell University mendukung penuh acara Peringatan Yoga tersebut. 

Karena, Yoga mengandung nilai-nilai universal sebagai resultante dari berbagai agama dan kepercayaan. "Dalam melakukan Yoga,  tidak ada membedakan latar belakang, kasta, agama,  suku,  ras dan lainnya. Maka tidak heran dunia menerima (PBB) sebagai way of life dalam meciptakan kebahagaiaan dan kedamaian," kata Suasta kepada Atnews di Denpasar, Selasa (30/5).

Dalam melakukan Yoga, tidak menghilangkan identitas, justru jalan itu akan lebih mengenalkan siapa jati dirinya yang sesungguhnya. "Yoga melatih seseorang untuk damai dengan dirinya sendiri," imbuhnya.

Menurut Federasi Yoga Internasional, sekitar 300 juta orang lebih berlatih secara global. Untuk itu, acara Hari Yoga Internasional untuk menyebarkan kesadaran akan banyak manfaat fisik dan spiritual yoga yang telah dibawa ke dunia.  

Serta dengan kesadaran universal, yang menunjukkan harmoni yang sempurna antara pikiran dan tubuh, manusia dan alam.

Yoga juga dinilai memainkan peran penting dalam perawatan psiko-sosial dan rehabilitasi pasien Covid-19 di karantina dan isolasi.

Yoga sudah ada dari 5.000-an tahun yang lalu di India, bahkan sebelum sistem kepercayaan lahir. Kata Yoga juga disebutkan dalam literatur kuno, seperti Rig Veda. 

Yoga melambangkan penyatuan tubuh dan kesadaran. Kata "Yoga" yang berasal dari bahasa Sansekerta, yang memiliki makna menggabungkan atau menyatukan. Secara fisik, yoga adalah kesatuan tubuh, pikiran, dan nafas. Secara spiritual, yoga adalah kesatuan energi individu dengan energi universal. 

Secara sosial, yoga adalah koneksi ke seluruh jiwa manusia atau Vasudhaiva Kutumbakam artinya seluruh dunia adalah satu keluarga. Vasudhaiva Kutumbakam mengisyaratkan lima hal yaitu kebenaran, kebijakan, cinta kasih, kedamaian, dan ahimsa.

Selain itu, Yoga dikenal sangat efektif dalam melatih mental dan kemapuan berpikir. Sebagaimana disampaikan oleh peneliti di UCLA yang menggunakan high-resolution magnetic resonance imaging (MRI) untuk men-scan jaringan otak praktisi Yoga, didapatkan bukti ilmiah akan keefektifan yoga dalam meningkatkan daya ingat, kontrol emosi dan segala hal yang berkaitan dengan kesehatan mental. 

Sebagaimana disampaikan dalam jurnal NeuroImage yang dapat dikunjungi secara online sebagaimana tertuang dalam link referensi dalam artikel ini dilaporkan bahwa beberapa area otak pada praktisi meditasi lebih besar dari pada orang yang tidak melakukan meditasi. 

Volume hippocampus dan area dalam orbito-frontal cortex, thalamus dan inferior temporal gyrus mengalami pembesaran yang cukup signifikan dimana semua area ini dikenal sebagai area saraf pengendali emosi. Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa meditasi dapat mengurangi stres dan meningkatkan imunitas tubuh.

Dijelaskan pula, Veda yang menulis dari sistem Yoga adalah Maha Rsi Patanjali, sehingga sistem Yoga yang original dikenal dengan sebutan “Patanjali Raja Yoga”.  

Sistem Yoga yang dikembangkan oleh Rsi Patanjali juga pada dasarnya tidak lepas dari sistem filsafat Samkya, yaitu salah satu cabang filsafat Veda yang mengedepankan metode ilmiah dan disampaikan oleh avatara Tuhan sendiri, Maha Rsi Kapila (Bhagavata Purana 1.3.10). 

Begitu juga disebutkan dalam Ganapati Tattwa  Teks Ganapati. Tattwa terdiri atas 60 bait sloka Sanskerta disertai dengan ulasan bahasa Kawi. 

Yoga memiliki delapan tingkatan dikenal dengan istilah Astangga Yoga. Kedelapan tingkatan yakni Yama (pantangan), Nyama (kebajikan pembantu), Asana (sikap-sikap tubuh), Pranayama (penguasaan nafas vital), Pratyahara (penyaluran aktivitas mental), Dharana (pemusatan pikiran), Dhyana (meditasi) serta Samadi (keadaan suprasadar transenden).

Suasta banyak belajar dari India, bahkan sudah lima kali keliling negara tersebut  dalam kurun waktu 30 tahun. Bahkan tinggal di tempat-tempat suci bagi umat Hindu yakni Punjab, Varanasi disebut juga Benares, Banaras, atau Benaras, atau Kashi atau Kasi, adalah kota suci agama Hindu di tepi sungai Ganga yang terletak di negara bagian Uttar Pradesh di India bagian utara. 

Varanasi, bagi umat Hindu, adalah seperti Mekkah bagi umat Muslim atau Vatikan bagi umat Katolik. Ketika berada di India, Putu Suasta bergaul dengan para orang suci atau sadhu.

Eratnya hubungan kesejarahan India dengan Indonesia yang telah berlangsung lama. Tidak kurang dari IB.Oka Puniatmaja selaku Wakil Ketua Umum PHDI, penulis banyak buku Agama Hindu berpendapat bahwa Rsi Markandya adalah Nabi buat umat Hindu Indonesia. 

Selain itu, ada pula tokoh - tokoh Bali yang lain yakni Nyoman S Pendit, IB Mantra, Ibu Gedong Oka, Prabhu Darmayasa. Bahkan hubungan Indonesia dan India dijembatani oleh Rabindranath Tagore dan DR SN Subha Rao.

Patut dibanggakan pula, PM Modi baru saja memberikan pujian kepada Serta memberikan apresiasi Budayawan dan Maestro Seni dari Bali Prof Dr I Wayan Dibia menerima anugerah penghargaan seni Padma Shri Award 2021.

Termasuk penerima Padma Shri Award 2021 Agus Indra Udayana (Ida Rsi Putra Manuaba) menginspirasi dunia lewat perjalanan hidupnya dalam menerapkan Gandhian Values in outside India.

Disamping itu, pembangunan Padmasana di India oleh Ida Rsi Putra Manuaba bersama Made Mangku Pastika kini sebagai Anggota DPD RI dan Gubernur Bali dua periode 2008-2018 di Cuttack Odisha dan di Rshikesh India menjembatani keagungan budaya Indonesia India.

Apalagi telah membangun Padmasana di India dari batu Gunung Agung dan menanam Panca Datu dan Uang Kepeng Satakan di India di Gunung dan Sungai Suci sebagai simbul pengikat peradaban.

Untuk itu, penghargaan tertinggi Pemerintah India Padma Shri Award 2021 dianugrahkan kepada Agus Indra Udayana nama walaka Ida Rsi Putra Manuaba.

Kalingga Bali Yatra di Odisha sampai sekarang menjadi Inspirasi dunia di Cuttack Odisha sampai sekarang setiap Purnama Kartika dijadikan simbul perekat kebudayaan.

Secara khusus, Suasta memuji Mangku Pastika menjelang akhir jabatan sebagai Gubernur Bali telah mengujungi India Selatan bagian Odisha tempat asal endek Bali. 
 
Odisha itu dikujungi sebagai bagian dari upaya napak tilas jejak leluhur masyarakat Bali yang telah mewariskan dasar kuat sejarah peradaban Hindu di Pulau Dewata dengan nilai-nilai mendem Panca Datu yang artinya menanam secara spiritual melalui pura terbesar di Bali, Pura Agung Besakih di Kabupaten Karangasem.

Bahkan pelesatarian endek disana dikembangkan oleh Utkal University dan National Institute of Fashion Technology (NIFT). 

Disamping itu, ada pula tokoh sejarah yang cukup berpengaruh di Bali yang belajar dari India yakni Prof. Ida Bagus Mantra yang Gubernur Bali kelima tersebut menjabat sebanyak dua periode, yaitu 1978-1983 (periode pertama) dan 1983-1988 (periode kedua).

Dalam perjalanan hidupnya, Ida Bagus Mantra l melanjutkan studinya di Visva Bharati University Santineketan West Bengal, India. Gelar masternya diraih tahun 1954 sedangkan gelar doktor ia sandang pada tahun 1957 dengan disertasi berjudul “Hindu Literature and Religion in Indonesia”.

Ada pula tokoh Prof. Dr. Tjokorda Rai Sudharta M.A (putra Puri Ubud)  dikenal pakar Sansekerta lulus Sansekerta S1 Bachelor of Arts di Banaras Hindu University,  Master of Arts di Panjab University. 

Dengan mewariskan beberapa Buku Karya seperti: Upadesa (1967), Sarasamuscaya (1976), Slokantara (1982), Asta Brata Dalam Pembangunan (1898), Nasehat Sri Rama Sampai Masa Kini (1990), Ramayana dan Mahabrata terj.BH. Sarkar (1992), Manusia Hindu I sampai perkawainan (1993), Bertemu Tuhan Dalam Diri (2005), Bhagawadgita dalam Bisma Parwa (2010), Antara Filsafat Yunani Plato dan Filsafat India Upanisad Bhagawadgita (2010).

Bahkan dalam menandai kebangkitan hubungan Bali dan Odisha, Mangku Pastika menghadiahkan Prasasti Padmasana Kalinga Bali untuk tempatkan di Maritime Museum Cuttack sebagai tempat ibadah.

Padmasana Kalinga Bali yang dihadiahkan kepada pemerintah Odisha bukan terbuat dari logam ataupun batu biasa, melainkan terbuat dari lava Gunung Agung Bali, yang meletus tahun 1963. Konon aliran lava Gunung Agung saat erupsi 1963 sama sekali tidak merusak kuil yang dibangun oleh Rsi Markandeya.

Suasta yang sudah keliling dunia melakukan kegiatan spiritual selalu mengajak masyarakat untuk membangun solidaritas sosial yang plural yang humanis dan egaliter. 

Ia baru saja berhasil menyelesaikan jalan kaki sepanjang 170 km dari PORTO Portugal ke Santiago di Spanyol Tengah. Jalan kaki nonstop menembus hutan, gunung, dan pedesaan yang tradisional dengan keramahan penduduk pedesaan yang original. Itulah ziarah klasik Camino de Santiago.

Dengan menempuh jarak 170 Km dari PORTO-Valanca-Tui-porinho-pedron menuju Santiago. Perjalanan Camino de Santiago, Portuguese Way 119 Km from Tui, 30 September hingga 20 Oktober 2022. 

Disamping itu, pernah melakukan pelayanan kepada orang suci umat Buddha di Luang Prabang (Laos). Termasuk melakukan perjalanan spiritual ke China. Kamboja, Vietnam. (GAB/ART/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Wedding Organizer Harus Kreatif Tampilkan Keunikan Bali

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng