Banner Bawah

Pertukaran Budaya, CGI-SVCC Kerjasama Samsara Living Museum Tampilkan Tari Bali-Odissi dan Yoga

Admin - atnews

2023-06-07
Bagikan :
Dokumentasi dari - Pertukaran Budaya, CGI-SVCC Kerjasama Samsara Living Museum Tampilkan Tari Bali-Odissi dan Yoga
Slider 1

Karangasem (Atnews) - Consulate General of India (CGI) Bali dan Swami Vivekananda Cultural Centre (SVCC) Bali kerja sama dengan Samsara Living Museum berkolaborasi menggelar Sesi Yoga Khusus dan Pertunjukan Tari Bali-Odissi di Karangasem, Minggu (4/6).

Malam itu juga disaksikan pertunjukan memukau oleh seniman Bali dari Living Museum dan mengunjungi kelompok tari Odissi - Jay Ganesha Kala Bikash Kendra dari Kalinga International Youth Foundation.

Acara itu dihadiri langsung Konsul Jenderal (Konjen) India untuk Bali Neeharika Singh bersama Director of Swami Vivekananda Cultural Centre (SVCC) Bali/The Indian Council for Cultural Relations (ICCR) Bali Naveen Meghwal dan Co - Founder Samsara Living Museum Ida Bagus Agung Gunartawa. 

Agung Gunartawa mengatakan,  ajang itu merupakan pertukaran budaya India - Bali. "Harapannya kerjasama kebudayaan ini bisa terus berlanjut untuk semakin mempererat kepekatan hubungan kedua negara," ujarnya. 

Samsara sejak di dirikan konsisten melakukan kolaborasi-kolaborasi dengan komunitas, lembaga bahkan negara yang memiliki komitmen terhadap pelestarian kebudayan masing-masing. 

Pada tahun-tahun sebelumnya melalui kegiatan World Cultural Village Festival juga pernah mendatangkan tim kebudayaan dari Aborigin Australia, Maori dari New Zealand, Kahmu dari Laos, Ainu dari Jepang, dan suku-suku asli Nusantara seperti Dayak, Sumba, Badui, Mentawai dan lainnya. 

Pada kesempatan itu, ada penampilan Tari Sekar Jagat. Tari itu biasanya ditarikan oleh para wanita. Berasal dari kata "Sekar" berarti bunga yang harum dan "Jagat" adalah dunia sehingga tari ini berarti tarian bunga di taman yang harum di seluruh dunia. 

Gerakan dalam tari ini menggambarkan suatu kedamaian di alam semesta sekaligus menggambarkan suasana yang semerbak oleh wanginya bunga. Tak heran jika tarian ini memiliki ciri khas utama berupa ikatan bunga yang dipegang masing-masing penari. 

Tarian penyambutan ini juga dikatakan menggambarkan kegembiraan para penari dalam menyambut para tamu yang hadir. Kegembiraan ini diungkapkan melalui keindahan gerak dan busana yang digunakan para penari. Dan tari ini diciptakan oleh Swasthi Widjaya Bandem dan gambelan nya diciptakan oleh I Nyoman Windha pada tahun 1993.
 
Berikutnya ada penampilan Kalingga : Odishi DanceMangala Charan. Mangalacharan adalah item pertama dari pertunjukan Odissi dan memiliki sejumlah item yang lebih kecil di dalamnya. 

Mangalacharn adalah item doa Odissi dan karenanya merupakan bagian penting darinya. Di Mangalacharan penari pertama berdiri di Sthai Bhangi yang merupakan pose tribhanga, dengan segenggam bunga di Puspaputa hasta. 

Komponen penting dari tarian ini adalah ketika pemusik mulai memainkan gendangnya, penari bergerak mundur beberapa langkah dan menjatuhkan bunga ke tanah sebagai tanda penghormatan kepada Ranga Bhumi. Dalam tarian ini kita memuji Tuhan (Shri Jagannath) dan budaya Odisha melalui irama Jagannath Swami Nayana Pathagami Bhaba Tume.

Ada pula penampilan Consul General : Odishibalinese Contemporary Dance Fusion, The Selenophile Sculpture. Patung Selenophile ini adalah kisah tentang patung yang sangat indah dari seorang gadis penari yang terukir di dinding kuil, Patung tersebut menjadi hidup Ketika hanya disaksikan oleh bulan. 

Ketika hari berhenti dan jam-jam kegelapan tiba setelah senja-bulan menyinari patung penari, memintanya untuk tidak memenjarakan kecantikan dan keanggunannya di dalam tembok itu dan memintanya untuk mengungkapkan keinginan hatinya, untuk hidup dan menari dalam di bawah sinar bulan yang keperakan. 

Dia benar-benar menjadi hidup dan bersukacita menari dengan bulan tercinta tetapi saat malam berakhir, gadis yang menari di bawah bulan yang bersinar menjadi patung lagi hanya untuk hidup kembali setiap malam saat disentuh oleh sinar bulan!

Begitu juga penampilan Dashavtara dari Kalingga : Odishi Dance. Dashavatara (दशावतार) mengacu pada sepuluh avatar Visnu, dewa pelestarian Hindu. Visnu dikatakan turun dalam bentuk avatara untuk memulihkan tatanan kosmik. 

Visnu adalah anggota Tritunggal Hindu yang melestarikan tatanan kosmik. Dashavataras atau inkarnasi diambil oleh Visnu untuk menegakkan kembali Dharma atau kebenaran dan menghancurkan tirani dan ketidakadilan di muka bumi. 

Sebagian besar yang menarik dari kumpulan gambar berikut, dalam hal ini : Matsya; Kurma; Varaha; Narasimha; Vamana; Parasurama; Rama; Krishna; Buddha dan Kalki. 

Dari semua itu berikut ini adalah dua avataras utama : “Narasimha Avatara”. Dalam inkarnasi ini, Dewa Visnu muncul sebagai setengah manusia, setengah singa untuk membunuh raja iblis Hiranyakashipu, yang menjadi tak terkalahkan melalui anugerah dari Dewa Brahma. 

“Rama avatara”, Rama lahir dari Kaushalya dan Dasharatha di Ayodhya, Dia menikahi Sita. Meskipun lahir di keluarga kerajaan, kehidupan Rama dijelaskan dalam teks-teks Hindu sebagai kehidupan yang ditantang oleh perubahan tak terduga seperti pengasingan menjadi keadaan miskin dan dilema moral yang sulit. 

Kijang emas untuk menipu Sita, Rama dan Laksmana. Diminta oleh Sita, Lakshman pergi untuk menyelamatkan Dewa Rama dan setelah itu Sita melewati garis (rekha) yang ditarik oleh Laksman dan diculik oleh Rahwana diikuti oleh upaya Rama dan Lakshmana yang gigih dan epik untuk mendapatkan kebebasannya dan menghancurkan Rahwana yang jahat melawan rintangan besar. Seluruh kisah hidup Rama, Sita dan para sahabatnya secara kiasan membahas tugas, hak, dan tanggung jawab sosial seseorang. Ini menggambarkan Dharma.

Sedangkan Samsara Living Museum menampilkan Pepawosan. Penampilan adalah kegiatan membaca karya sastra umumnya seperti kakawin, parwa yang dilakukan secara solo, duet atau berkelompok.

Dari golongan kekawin misalnya Ramayana, Arjuna Wiwaha, Bharatayudha, Sutasoma, sementara dari golongan parwa seperti Adi Parwa, Wirata Parwa, Bisma Parwa dan lain-lainnya.
 
Kalingga : Odishi Dance juga penampilan Shiva Taandav. Shiva, Dewa kehancuran konstruktif, berubah menjadi wujudnya yang paling jahat saat melakukan ini Tandava. 

Rudra Tandava sering melambangkan kehancuran kosmos. Ini juga menandakan pelepasan kemarahan yang ditekan yang berkecambah di dalam. Kebanyakan orang biasanya mengartikan "penghancuran" dalam arti literal, tapi itu memiliki makna yang lebih mendalam. 

Siwa, sang perusak, memusnahkan kejahatan yang mencari perlindungan di dalam dirimu. Anda layak memperoleh keselamatan, dan membebaskan diri anda dari siklus kelahiran dan kematian, dan kehancuran disebabkan oleh Shiva bersifat konstruktif karena membuka jalan bagi kedatangan yang baru di dunia fisik. Itu dunia tempat kita hidup terikat oleh ruang dan waktu, dan kita tunduk pada sebab dan akibat alami.
  
Samsara Living Museum pun tampilkan Topeng Bujuh. Seni topeng merupakan salah satu kesenian Bali yang sangat dikenal. Seni topeng masuk dalam seni pahat jika dilihat dari pembuatannya. 

Namun, seni ini juga masuk dalam seni pertunjukkan. Kesenian topeng di Bali sudah ada sejak zaman prasejarah. Seni topeng dijumpai pada masyarakat yang menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Salah satunya adalah Topeng bujuh. 

Topeng Bujuh merupakan "topeng spesialis lucu" bila dibandingkan topeng Bali lainnya seperti topeng tua dan topeng keras. Tari topeng bujuh termasuk yang sangat digemari penonton, khususnya anak-anak. Dalam penampilannya, biasanya penari topeng buju akan menari sambil diselingi interaksi dengan penonton.
 
Sambalpuri, Kalingga : Folk Dance. Tarian rakyat Sambalpuri terutama berasal dari Distrik Sambalpur, Odisha. Ini adalah bentuk tarian tradisional Odisha barat yang menghasilkan efek abadi di benak penontonnya. 

Nyanyian dan penampilan bentuk ini termasuk sentuhan budaya suku dan pedesaan yang khas. Artis pertunjukannya adalah wanita muda dari berbagai suku di berbagai distrik di Odisha. Dalam hal ini, artis pria termasuk wanita seperti penabuh genderang dan pemusik. 

Dhol, Madhuri, dan masih banyak alat musik lainnya juga diikutsertakan dalam tarian ini. Ini adalah bentuk tarian yang sangat populer di bagian barat Orissa. Tari rakyat Sambalpuri adalah bentuk lain dari Tari Dalkhai. Ini adalah bentuk tarian paling populer di bagian barat Orissa. Tema bentuk tarian ini adalah kisah cinta abadi Radha dan Lord Krishna. (GAB/ART/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Gunung Ibu Meletus, Status Tetap Waspada

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius