Denpasar (Atnews) - Pendiri Ashram Gandhi Puri Ida Rsi Putra Manuaba yang dikenal Gus Indra (nama walaka) peraih Padma Shri Award 2020 dari Presiden India mengharapkan membangun kembali Jalur Rempah Nusantara untuk mendukung mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045.
Oleh karena, Nusantara sebagai rumah besar keanekaragaman hayati dunia. Sekitar 11 persen jenis tumbuhan dunia ada di hutan tropis Nusantara.
Jumlahnya lebih dari 30.000 spesies, yang sebagian di antaranya dipergunakan dan dikenal sebagai rempah. Karena itu, bahwa Nusantara dikenal sebagai ibu rempah yang antara lain melahirkan jenis Rempah Raja, seperti cengkih, pala, dan cendana, komoditas utama rempah-rempah dunia, yang pada masa jayanya pernah bernilai lebih mahal dari emas.
Tanaman rempah terbesar di berbagai daerah, ada Pohon Cengkih (Syzygium aromaticum) adalah tanaman asli (endemik) Ternate, Tidore, Moti, Makian, dan Bacan, sedangkan pohon pala (Myristica fragrans) adalah endemik Pulau Banda. Khususnya Bali pun memiliki sejumlah rempah-rempah, khususnya Cengkeh banyak tumbuh di Bali Utara. Dalam Ayurveda, Cengkeh dapat digunakan dalam mengobati berbagai macam penyakit dengan hasil yang sangat efektif.
Poros perdagangan rempah-rempah global Asia, India–Nusantara–Tiongkok, melalui perairan Hindia hingga Pasifik juga meninggalkan jejak peradaban yang signifikan.
Terletak di sepanjang jalur maritim tersibuk di dunia, Nusantara dari masa ke masa telah menjadi daerah strategis yang amat penting dan tujuan perdagangan selama ribuan tahun.
Hal itu disampaikan Ida Rsi Putra Manuaba pada acara Forum Group Discussion (FGD) bersama Tokoh-Tokoh di Bali bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terkait Jalur Rempah Nusantara (Bali) dengan India di Denpasar, Kamis (15/6).
Acara itu dihadiri oleh Budayawan Putu Suasta yang merupakan Alumnus UGM dan Cornell University, Akademisi Dr. I Ketut Donder, Dr. I Gede Suwantana, Tokoh Masyarakat Ketut Ngastawa, Wayan Sari Dika serta Jurnalis Wayan Artaya. Selain itu, Kurator Erwin Kusuma, Tim Kemendikbudristek Mohammad Atqa M.A.P, Widyandhita Ghiamadhura dan Ni Ketut Wardani Pradnya Dewi, M.A.
Menurut Ida Rsi Putra Manuaba, India datang ke Nusantara, khususnya Bali membawa sutra dan balik ke India dengan membawa rempah -rempah.
Rempah - rempah itu digunakan untuk ramuan Ayurveda dan makanan. Disamping Jalur rempah erat kaitannya dengan Kerajaan Hindu-Buddha yang masuk ke Indonesia.
Masuknya Hindu dan Buddha di nusantara dimulai pada awal masehi, melalui jalur perdagangan. Jalur rempah menjadi penghubung antara India dan Tiongkok pada abad ke-2.
Hubungan Ayurveda juga Usada adalah sistem pengobatan natural dari India. Istilah Ayurveda berasal dari kata bahasa Sansekerta, Ayur artinya kehidupan dan Veda yang berarti ilmu pengetahuan. Bila diterjemahkan Ayurveda berarti pengetahuan mengenai kehidupan.
Dalam Ayurveda, ada keyakinan kalau penyakit disebakan oleh ketidakseimbangan hidup ataupun stres dalam kesadaran seseorang.
Pengobatan Ayurveda mendorong orang untuk mengadopsi gaya hidup tertentu dan menerapkan terapi alami. Tujuannya untuk mendapatkan kembali keseimbangan antara tubuh, pikiran, jiwa, dan lingkungan.
Begitu pun Usada Bali dari sejak dahulu dijadikan pendekatan spiritual kehidupan bagi masyarakat Bali dan di Nusantara kita mengenal Loloh sebagai Tetamian yang masih dikonsumsi sampai sekarang sebagai alternatif.
Bahkan dalam memperkuat hubungan Indonesia India semakin kuat lewat Ayurveda-Usada Expo dimana pakar Ayurveda India dan Usada Bali bisa saling bertemu dan mereka bisa saling menggali kembali kekayaan yang dimiliki Dan dikenalkan ke kalangan anak muda sekarang sebagai kekayaan sekaligus merawat kesehatan sejak dini.
Dengan menghadirkan Dr John Sebastian Pakar Ayurveda khusus Diabetes asal Kerala. Mereka hadir juga menawarkan kalau ada yang mau belajar Ayurveda Therapist sangat mendukung dan menyiapkan tempat gratis selama 3-6 bulan sampai ahli.
Dr John yang menangani banyak Bintang film terkenal di India di Rumah Sakit Ayurveda siap datang ke Bali 6 bulan sekali bersama team berbagi ilmu.
Bekerja sama dengan Ashram Gandhi Puri Dr John akan menyiapkan melatih 18 anak muda Shantisena menjadi Therapist yang handal dalam setahun
Dengan demikian, memori Jalur Rempah diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan kebanggaan kolektif akan jati diri bangsa, sekaligus memperkuat kembali rajutan kebhinekaan Indonesia melalui interaksi budaya antardaerah yang telah dibangun sejak ribuan tahun lalu.
Jalur Rempah menyebabkan berkembangnya beragam pengetahuan dan kebudayaan yang bukan saja menjadi warisan bagi Indonesia, namun juga merupakan warisan bagi dunia.
Karena posisi geopolitik dan geoekonominya sangat strategis, terletak di antara dua benua dan samudra, Indonesia merupakan “global meeting point” dan sekaligus “global melting point”.
Berkat rempah, Nusantara menjadi tempat bertemunya manusia dari berbagai belahan dunia dan menjadi wilayah persemaian dan silang budaya yang mempertemukan berbagai ide, gagasan, konsep, ilmu pengetahuan, agama, bahasa, estetika, hingga adat kebiasaan.
Jalur perdagangan rempah-rempah melalui laut inilah yang menjadi sarana bagi pertukaran antarbudaya yang berkontribusi penting dalam membentuk peradaban dunia.
Diharapkan, jalur rempah dijadikan diplomasi kebudayaan. Pihak Kemendikbudristek menjelaskan, sejak tahun 2017, Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merintis upaya pengusulan Jalur Rempah sebagai warisan dunia ke The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).
Pengajuan Jalur Rempah (Spice Routes) sebagai warisan budaya dunia ke UNESCO didasari oleh pemahaman bahwa Jalur Rempah adalah jalur pertukaran antarbudaya dan pertukaran pengetahuan yang melampaui konteks ruang dan waktu.
Jalur Rempah dapat dilihat sebagai Cultural Route atau Jalur Budaya, hal yang sekaligus membuat hal ini memiliki peluang besar untuk diajukan sebagai warisan budaya ke UNESCO oleh Indonesia bersama dengan negara-negara lain (joint nomination) yang tersentuh dalam jalur perdagangan ini.
Sejarah Jalur Rempah dari masa ke masa merupakan contoh nyata bahwa diplomasi budaya telah dipraktikkan di segala lini oleh individu, komunitas masyarakat, hingga tingkatan negara-bangsa.
Belajar dari dinamika Jalur Rempah di masa lalu, kiranya sangat relevan bila Jalur Rempah menjadi rujukan dalam mencari warna diplomasi Indonesia yang mengedepankan interaksi dan kehangatan dialog di berbagai bidang dan lapisan masyarakat.
Jalur Rempah dapat menjadi pijakan dalam melihat kembali berbagai kemungkinan kerja sama antarbangsa untuk mewujudkan persaudaraan dan perdamaian global yang mengutamakan pemahaman antarbudaya, penghormatan dan pengakuan atas keberagaman tradisi beserta warisannya, memiliki semangat keadilan, kesetaraan dan saling berkontribusi, serta menjunjung tinggi harkat martabat kemanusiaan.
Diajukannya Jalur Rempah ke UNESCO menunjukkan itikad Indonesia untuk mengambil peran dalam menjaga amanah yang diberikan dunia untuk menjaga warisan peradaban manusia.
Jalur Rempah bukan lagi warisan milik Indonesia, melainkan warisan milik dunia yang diamanahkan kelestarian dan keberlangsungannya pada kita semua.
Sementara itu, Budayawan Putu Suasta mendukung penuh mengangkat kembali diplomasi kebudayaan Indonesia dengan India.
Mengingat India memiliki 1,5 milyar penduduknya. India akan mempunyai masa depan gemilang, disamping China.
Bahkan pembangun infrastruktur yang membuat perekonomian India bersaing didunia. India sekarang sudah mercusuar dunia sangat luar biasa menawarkan anak muda untuk ke India. Dengan pemulihan pascapandemi Covid-19 memperlihatkan ekonomi India tumbuh hingga 13,5% pada kuartal April-Juni 2022. Apalagi India sebagai tuan rumah KTT G20 2023 setelah Indonesia sukses menggelarnya Tahun 2022.
India sebagai negara ekonomi terbesar ketiga Asia itu mengalami kenaikan produk domestik bruto (PDB) dari kuartal sama tahun sebelumnya itu mencerminkan kenaikan dramatis aktivitas ekonomi di India sejak pertengahan 2021.
Negara tersebut adalah anggota G20 dan juga anggota Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan (BRICS). Pada tahun 2011, PDB PPP per kapita India tercatat di Dana Moneter Internasional sebesar $3.703, yang membuatnya menduduki peringkat 127 di dunia.
Sebelumnya, Jro Gde Sudibya selaku Ekonom, Pengamat Ekonomi dan Kecendrungan Masa Depan (Trend Watcher) mengatakan, jalur rempah Nusantara di masa lalu berkaitan dengan hubungan Nusantara - India.
Dalam perspektif kesejarahan terlebih-lebih dalam merumuskan visi masa depan Indonesia dalam relasinya dengan negara - nehara lain.
Banyak sejarawan, ilmuwan sosial berpendapat, kemajuan Sriwijaya di abad ke-7, nyaris berbarengan dengan kemajuan China dan juga India di abad tersebut.
Demikian pula kemajuan Majapahit di abad ke - 14, berbarengan pula dengan kemajuan di ke dua negara tsb. Kemajuan di bumi Nusantara dikaitkan dengan peran besar perdagangan rempah-rempah di era tersebut.
Dalam rentang waktu 7 abad terjadi kemajuan peradaban di 3 wilayah, yang kemudian hari disebut negara bangsa: Indonesia, India dan China.
China menyadari betul kesadaran kesejarahan masa lalunya, akan peran perdagangan sutra yang di masa lalu di sebut jalur sutra, memberikan kemakmuran bagi China di masa lalu.
Sekarang China punya "proyek" super raksasa yang diberikan nama Jalur Sutera Modern, pembangunan jembatan, pelabuhan, bandara dan pusat logistik yang berjarak ribuan kilometer, membentang dari Beijing sampai London, dengan anggaran biaya puluhan triliun dollar AS, melintasi puluhan negara, populer disebut Bridge Road Initiatives (BRI).
"Proyek" Jalur Sutra Modern yang membuat iri hati, prasangka dan ketakutan banyak negara akan ekspansi dan dominasi China di masa depan.
Dengan menggunakan "teori" siklus 7 abad, sekarang China maju dan juga India, dan diharapkan Indonesia menyusul China dan juga India.
Dari proyeksi jangka panjang ekonomi Indonesia, diperkirakan pendapatan per kapita penduduk tahun 2045, seratus tahun usia Republik, diperkirakan sekitar 15 ribu dollar AS, sudah melewati jebakan negara berpendapatan menengah - middle income gap -, dengan persyaratan ekonomi rata-rata tumbuh 5.19 persen selama 22 tahun ke depan, investasi per tahun Rp.700 triliun, dengan asumsi tidak terjadi perang militer (geo politik) dalam skala luas dan geo ekonomi (sangsi ekonomi yang keras antar negara).
Tantangan ke kinian yang dihadapi Indonesia mencapai Visi Indonesia 2045 di atas, menyebut beberapa, pertama, ketidak-adilan ekonomi yang dalam, 10 persen penduduk terkaya menguasai 74 persen kekayaan nasional (publikasi lembaga keuangan internasional).68 persen penduduk Indonesia (183.7 juta jiwa) tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi harian mereka (Jurnalisme Data Kompas).
Kedua, moralitas pejabat publik yang nyaris runtuh, jika menyimak kasus yang menimpa Kementrian Keuangan, demikian juga fenomena ekonomi politik dengan risiko tinggi buat bangsa dan negara, kartelisasi partai politik dan korupsi sistemik.
Ketiga, ambang batas kesabaran sosial masyarakat yang bisa terlewati, akibat kondisi butir satu dan dua di atas, bertemu dengan politik identitas yang mengeras, bisa melahirksn risiko ekonomi politik yang super tinggi. (GAB/001)