Soekarno dan Mahatma Gandhi dalam Politik
Banner Bawah

Soekarno dan Mahatma Gandhi dalam Politik

Admin - atnews

2023-06-17
Bagikan :
Dokumentasi dari - Soekarno dan Mahatma Gandhi dalam Politik
Slider 1
Oleh Jro Gde Sudibya 
Pada Hari ke -17 Bulan Bung Karno, Kita bisa mengenang prinsip dasar berpolitik dari kedua negarawan ini, Etika dan Moralitas dalam  Berpolitik.

Soekarno dalam berbagai tulisan mengatakan sangat mengagumi pemikiran dan prilaku politik dari negarawan pendiri India ini. 

Soekarno menulis dan menyatakan, prinsip Berdikari (Berdiri di Atas Kaki Sendiri) yang merupakan bagian dari ajaran Tri Sakti, terinspirasi dari gerakan Satya Graha dan Swadhesi dari Gandhiji.

Ada ucapan Gandhi yang sangat terkenal dan dikagumi Soekarno: "Means Justifiying The Goal", cara mesti semulya tujuan. Tujuan mulya, harus dilakulan dengan cara-cara yang mulia.

Dalam konteks ke kinian bisa diartikan, tujuan mulya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dilakukan dengan cara - cara: tidak menggunakan dana kampanye hasil korupsi, tidak menggunakan dana negara yang diklaim sebagai dana pribadi sebagai alat kampanye, tidak melakulan kebohongan publik, agitasi, fitnah dan sejenisnya.

Dan  tidak menggunakan fasilitas negara, adat dan bahkan Pura dalam melakukan "halo-halo" politik, yang "ngeletehin" Pura.

Basis etika dan moral semestinya menjadi tulang punggung (back bone) dalam pengaturan lanskap politik Imdonesia yang bercirikan: pragmatisme transaksional dan politik uang nyaris menjadi "panglima". Kekuatan modal dalam faktanya, faktor penentu dalam kompetisi politik. 

Akibatnya terjadi proses formal penggantian politik, tanpa  perubahan yang berarti  dari perspektif kepentingan rakyat. Istilahnya, Change without Growth.

Keteladanan berpolitik Soekarno dan juga Mahatma Gandhi di atas semestinya meninspirasi.

Politik sebagai panggilan jiwa untuk mengabdi tanpa pamrih (merujuk komitmen Soekarno  dalam berpolitik, terinspirasi dari Bhagavad Gita ulasan Cri Aurobindo), kemulyaan dalam berpolitik - political virtue - , tidak sebatas tempat cari pekerjaan-nafkah, cara yang dianggap paling mudah untuk cepat kaya, populer, tanpa "memeras keringat" terlalu banyak.Cukup mengandalkan.koneksi, relasi.dan hubungan kepentingan lainnya.

*) Jro Gde Sudibya, anggota MPR RI Utusan Daerah Bali 1999 - 2004,  "juru bicara" Spiritualisme Intelektualitas Sang Putra Fajar.

Baca Artikel Menarik Lainnya : ORI Bali Apresiasi Sikap Koster Memberantas Pemungutan Liar

Terpopuler

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Atlet Woodball Buleleng Raih Emas di Jatim Open 2026, Danang Dibidik Perkuat Indonesia

Atlet Woodball Buleleng Raih Emas di Jatim Open 2026, Danang Dibidik Perkuat Indonesia

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Langkah Strategis 2026: Kementerian Pariwisata Siapkan 38 Provinsi, Keselamatan Wisata Jadi Prioritas

Langkah Strategis 2026: Kementerian Pariwisata Siapkan 38 Provinsi, Keselamatan Wisata Jadi Prioritas

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali