Denpasar (Atnews) - Masyarakat pencinta seni malam ini, perhatiannya terpusat di panggung terbuka Ardha Candra Taman Budaya. Panggung terbuka berbentuk setengah lingkaran itu penuh sesak pengunjung bahkan ratusan orang, tua muda, rela berdiri di pinggiran karena tidak kebagian tempat duduk pada panggung berkapasitas sekitar enam ribu-an orang itu.
Para Duta Kabupaten Klungkung yang terdiri atas tiga Sekaa, yakni Sekaa Gong Anak-Anak, Sekaa Gong Wanita dan Sekaa Gong Pria dewasa, yang disaksikan langsung Bupati Klungkung Nyoman Suwirta itu, tampil secara bergilir silih berganti. Penampilan mereka mampu menarik perhatian penonton yang berjumlah ribuan orang itu. Mereka yang turut berdesak-desakan, bukan hanya masyarakat Bali maupun Nusantara; namun juga nampak orang- orang asing atau para Bule yang tengah berwisata di pulau Dewata Bali. Mereka tidak segan-segan juga ikut berdesak-desakan berdiri bersama masyarakat lokal. Para Duta seni dari kabupaten berjuluk kota serombotan itu, selain menyuguhkan tabuh-tabuh, juga tarian kreasi yang senantiasa mendapat aplus penonton.
Seperti diketahui, diantara panggung terbuka Ardha Candra dan Gedung Ksiraarnawa, setiap hari selama Pesta Kesenian Bali (PKB) ke- 45 dipasang layar lebar untuk menyiarkan secara langsung sajian di panggung terbuka Ardha candra. Di Tempat ini juga ramai pengunjung, mereka duduk-duduk santai di tengah lapangan maupun di stage yang berada di sebelah timur Gedung Ksiraarnawa, sambil menonton pertunjukan melalui layar lebar yang disiapkan panitia PKB. Di sekitar lokasi tersebut juga nampak anak-anak bercanda riang gembira bahkan mereka sambil berlari kesana kemari.
Di sela-sela pertunjukan tersebut, seorang penonton wanita berkerudung, Yopita dalam bincang-bincang bersama Atnews mengemukakan, berbagai sajian seni yang disuguhkan pada arena PKB, semuanya menarik baginya. Baik itu yang berupa pertunjukan seni maupun materi pameran yang dipajang , baik berupa perhiasan atau aksesoris , busana serta berbagai karya seni yang dipamerkan. Yopita wanita 21 tahun yang mengaku berasal dari Sidoarjo Surabaya itu mengakui sudah sempat berkeliling menyaksikan pertunjukan dan pameran barang-barang kerajinan seni, baik yang berada di lantai bawah gedung Ksiraarnawa maupun di lantai bawah panggung terbuka Ardha Candra.
Sementara Ibu Komang yang juga menonton pertunjukan melalui layar lebar menjawab pertanyaan wartawan anda mengemukakan, ia dalam pesta kesenian Bali selama ini, tidak pernah absen untuk menyaksikan berbagai pertunjukan seni. Pada PKB ke-45 tahun 2023 ini, sampai malam ini, sudah tiga kali bertandang ke areal Taman Budaya sebagai pusat penyelenggaraan PKB setiap tahun. Wanita 51 tahun yang mempunyai dua orang anak perempuan ini mengaku berasal dari Desa Sudaji Buleleng namun saat ini tinggal di jalan nangka selatan Denpasar. Pertunjukan yang ia paling suka, katanya suguhan atraksi Balaganjur.
Ketika disinggung nanti setelah selesai pembangunan pusat kebudayaan Bali di gunaksa Klungkung, PKB tentunya tidak lagi dipusatkan di Art Center Denpasar, tetapi pindah ke Klungkung. Rupanya ia merasa keberatan, " lebih baik jangan dipindahkan, tetap di Taman Budaya Denpasar", ujarnya sambil ketawa kecil seraya menutup mulutnya. "Di Klungkung terlalu jauh", tambahnya sambil memegang cucunya yang masih kecil berlari kesana kemari di stage yang berada di timur gedung Ksiraarnawa menghadap ke Timur. Yang pasti, setiap hari memang pengunjung tidak pernah surut menyaksikan berbagai pagelaran seni yang disajikan di arena PKB yang tahun ini sudah memasuki usia hampir setengah abad. Para pengunjung juga mengakui penataan arena PKB termasuk penataan pameran termasuk penataan lokasi para pedagang di sebelah barat taman budaya (di luar areal Pesta Kesenian Bali -red), saat ini juga nampak asri dan tertata dengan baik.(IBM).