Banner Bawah

Risiko Bali 10 Tahun ke Depan, Jro Sudibya: Kalau Tidak Ada Koreksi Kebijakan, Bencana Hidrologi Semakin Keras

Admin - atnews

2023-07-08
Bagikan :
Dokumentasi dari - Risiko Bali 10 Tahun ke Depan, Jro Sudibya: Kalau Tidak Ada Koreksi Kebijakan, Bencana Hidrologi Semakin Keras
Slider 1

Denpasar (Atnews) - Jro Gde Sudibya selaku Anggota MPR RI Utusan Daerah Bali 1999 - 2004, yang juga Pengamat dan Aktifis Lingkungan  mengaku sudah banyak menulis di Atnews, bahaya dari krisis iklim menuju neraka iklim.

"Bencana hidrologi di Bali kemarin, menggambarkan risiko itu, tetapi tidak ada yang peduli," ujar Sudibya di Denpasar, Sabtu (8/7). 

Menurutnya, proyek mercu suar di Bali, seperti: pemugaran Besakih, PKB Klungkung, jalan tol Gilimanuk - Mengwi adalah proyek yang tidak bersahabat dengan alam dan nilai-nilai kultural.

Proyek model ini akan mempercepat krisis iklim di Bali menjadi neraka iklim. Akan menjadi ironi, jika pulau yang disebut sebagai Pulau Dewata, menjadi pulau dengan indikasi mengalami neraka iklim.

Indikasinya sangat kuat, dalam 70 tahun suhu bumi Bali, 1950 - 2020 berdasarkan data iklim Google naik 1.9 derajat celsius. 

Sedangkan dalam Kesepakatan Paris tahun 2016, kesepakatan para pakar lingkungan hidup sedunia yang dikoordinasi Badan Lingkungan PBB, kenaikan suhu bumi secara rata-rata diupakan  tidak melampaui 1.5 derajat celsius untuk 1 - 2 dasa warsa mendatang,  karena risikonya buat kehidupan manusia sangat tinggi.Kita di Bali tahun 2020 telah melampaui angka itu. Berdasarkan data tersebut di atas, sebetulnya sudah merupakan peringatan (wake up call) bagi Bali untuk melakukan koreksi kebijakan pembangunannya.

Tanda-tanda koreksi kebijakan pembangunan tidak tampak, yang dibanggakan 44 proyek pembangunan fisik sebagai peradaban baru Bali, yang tidak sejalan dengan prinsip Pembangunan Bali Berkelanjutan. 

Dengan model pendekatan lama pembangunan: pertumbuhan ekonomi tinggi, merusak lingkungan, tidak bersahabat dengan nilai kultural masyarakat Bali, diperkirakan dengan probalita tinggi, bencana hidrologi akan menerjang Bali semakin kuat, keras dan "kejam" dalam sepuluh tahun ke depan. Merusak kawasan pemukiman, persawahan, dan kawasan hutan plus DAS.

"Kalau alam Bali rusak, apa turis mau datang?," tanyanya. 

Tantangan mendesak yang dihadapi Bali sebut saja 10 tahun mendatang yakni (1) Hentikan proyek mercu suar yang merusak alam, menggeroti fiscal daerah, dan mengundang eksodus pendatang lebih banyak, (2) Segera revisi RTRW Bali 2023 - 2043 yang bersifat ekonomi kapitalistik, dengan spirit ekonomi sosialisme religius yang telah mentradisi, untuk penyelamatan Bali, dalam artian: alam, manusia dan kebudayaannya, (3) Minimalkan "dosis" politik ke Desa Pakraman, untuk menjaga kemandiriannya, yang merupakan ciri kulturalnya lebih dari 1.000 tahun, yang menggambarkan kekuatan ethos kerja dan krearivitas kehidupan manusia Bali.

"Risiko lingkungan hidup Bali untuk 10 tahun ke depan tinggi, rasanya janganlah kita berilusi tentang Bali 100 tahun ke depan," harapnya. 

Sementara itu, sejak tanggal 04 Juli 2023, BMKG telah merilis potensi hujan yang dapat terjadi dalam sepekan hingga 10 Juli 2023. Informasi rilis tersebut berkaitan dengan adanya signifikansi dinamika atmosfer yang dapat meningkatkan potensi hujan pada periode awal musim kemarau tahun ini.

Potensi tersebut terkonfirmasi berdasarkan data analisis cuaca dalam tiga hari terakhir, termonitor terjadi hujan intesitas lebat hingga sangat lebat terjadi di beberapa wilayah, antara lain: Bengkulu, sebagian besar Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Tenggara, Maluku, dan wilayah Papua. Bahkan curah hujan ekstrem terjadi di Bali bagian barat dalam 2 hari terakhir.

Berdasarkan analisis terakhir, beberapa faktor dinamika atmosfer skala regional hingga lokal diprakirakan masih berperan cukup signifikan dalam memicu peningkatkan pertumbuhan awan hujan untuk sepekan ke depan. Beberapa faktor dinamika atmosfer yang utama tersebut antara lain:

1). Aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO) serta gelombang ekuator seperti gelombang Kelvin dan Rossby ekuatorial di sekitar wilayah Indonesia yang dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan secara tidak langsung meningkatkan potensi curah hujan tinggi.

2). Terjadinya pola belokan dan perlambatan angin di sekitar wilayah Indonesia yang dipicu oleh adanya pola sirkulasi di sekitar wilayah Samudera Pasifik utara Papua Barat, kondisi ini dapat turut memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan.

Dalam sepekan terakhir, anomali suhu muka laut di perairan Indonesia secara umum relatif normal, dimana anomali antara 1-2 oC terjadi di sebagian kecil perairan utara dekat pesisir Jawa hingga Nusa Tenggara, sebagian perairan selatan Sulawesi, sekitar perairan Maluku dan selatan Papua, sedangkan untuk wilayah perairan lain umumnya berada pada anomali dibawah 1 oC. Kondisi hujan tinggi yang terjadi dalam sepekan ini di beberapa wilayah Indonesia lebih signifikan dipicu oleh adanya aktifitas gelombang atmosfer di sekitar maritim kontinen.

MJO, gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin merupakan fenomena dinamika atmosfer yang mengindikasikan adanya pola konvektifitas dan dapat menimbulkan potensi pertumbuhan awan hujan dalam skala yang luas di sekitar wilayah fase aktif yang dilewatinya. 

Fenomena MJO dan gelombang Kelvin bergerak dari arah barat ke timur, yaitu dari wilayah Samudera Hindia ke arah Samudera Pasifik dan melewati wilayah Indonesia dengan siklus pergerakan sekitar 30-40 hari pada MJO, sedangkan pada Kelvin dalam skala yang relatif lebih cepat, yaitu harian. 

Sebaliknya, Fenomena Gelombang Rossby bergerak dari arah timur ke barat, yaitu dari arah Samudera Pasifik ke arah Samudera Hindia dengan melewati wilayah Indonesia. Sama halnya seperti MJO maupun Kelvin, ketika Gelombang Rossby aktif di wilayah Indonesia maka dapat berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan dan secara tidak langsung berdampak pada peningkatan curah hujan secara signifikan di beberapa wilayah indonesia.

Mencermati perkembangan dinamika atmosfer di atas, potensi hujan intensitas SEDANG-LEBAT masih dapat terjadi dalam sepekan kedepan di beberapa wilayah sebagai berikut:

1) Periode 08 - 10 Juli 2023
- sebagian Sumatera Utara, Riau, Kep. Riau, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, dan Lampung;
- sebagian Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur;
- sebagian Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara;
- sebagian Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara;
- sebagian Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.
Pada periode ini perlu di waspadai potensi hujan sangat hingga ekstrem di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

2) Periode 11 - 14 Juli 2023
- sebagian Aceh, Sumatera Utara;
- sebagian Jawa Timur;
- sebagian Bali, Nusa Tenggara Barat dan Timur;
- sebagian Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara;
- sebagian Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara;
- sebagian Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto merekomendasi terkait hal tersebut, BMKG menghimbau kepada warga masyarakat terdampak terutama di wilayah yang masuk wilayah bahaya untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan upaya mitigasi terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sekitarnya.

Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini dan lebih rinci wilayahnya hingga level kecamatan dapat langsung mengakses kanal informasi BMKG:m website https://www.bmkg.go.id.

Sedangkan, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali I Made Rentin mengatakan update data kejadian bencana Kabupaten/Kota se-Bali, Jumat, 7 Juli 2023 sampai dengan Sabtu, 8 Juli 2023 pukul 18.00 WITA.

Terdapat total Kejadian : 155 Kejadian yakni Pohon tumbang : 57 Titik, Banjir : 13 Titik,   Longsor : 62 Titik, Bangunan Roboh : 1 Titik, Bangunan Rusak : 3 Titik, Penyengker Jebol : 7 Titik, Jalan Jebol : 3 Titik, Orang Hanyut : 1 orang /Selamat, Senderan Jebol : 3 Titik, Senderan Jalan Jebol : 1 Titik, Gorong-gorong tersumbat: 1 Titik, Air Meluap : 1 Titik, Tergerus Air : 2 titik.

Dengan korban 7 orang yakni luka : 3 orang, Meninggal 4 orang: 1) I Ketut Tunas umur 68 Th, Desa Ngis, Karangasem, 2) I Komang Aditya umur 15 Th, Desa Ngis, Karangasem, 3) Ida Bagus Eka Widya Cipta, Banjar Brahmana Bukit Bangli, Kelurahan Cempaga  dan 4) Ida Au Putu Mutiari, Banjar Brahmana Bukit Bangli, Kelurahan Cempaga.

Begitu juga kerusakan bangunan 46 Unit dan infrastruktur : 2 jalan jebol. Dengan rincian sebagai berikut: Kota Denpasar yakni 1.Pohon tumbang di Jalan Drupadi No 99

Sedangkan Kabupaten Badung total kejadian 27, kerugian: masih diestimasi. Jenis kejadian: 10 Tanah longsor, 10 Pohon tumbang, 2 Banjir, 3 Bangunan Roboh, 2 Senderan Jebol. Rincianya sebagai berikut:
1. Tanah Longsor di Banjar Bantas, Desa Sibang Gede, Abiansemal
2. Pohon Tumbang di Perum Giri Hill, Permata Raya Jimbaran
3. Pohon Tumbang Jalan menuju SMPN 4 Petang, Banjar Senapan, Desa Carangsari, Petang
4. Pohon Tumbang di Pura Dalem Gede Desa Sibang Kaja, Abiansemal
5. Pohon Tumbang di Banjar Dualang, Desa Sibang Gede, Abiansemal
6. Tembok Penyengker Jebol di Pura Subak Indrakila Banjar Penikit, Desa Belok Sidan, Petang
7. Pohon Tumbang di Setra Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan
8. Pohon Tumbang di Banjar Anggungan Desa Carangsari, Petang
9. Tanah Longsor di Pura Pucak Sekar, Desa Sulangai, Petang
10. Tanah Longsor di Jalan Beng-Ayung Rafting, Banjar Beng, Desa Carangsari, Petang
11. Pohon Tumbang di Pura Taman Sari, Banjar Tanggayuda, Desa Bongkasa, Abiansemal
12. Banjir di Jalan Abiansemal-Blahkiuh, Abiansemal
13. Tanah Longsor di Banjar Karangenjung Bakti, Desa Sembung, Mengwi
14. Tanah Longsor di Jalan Puputan Jagaraga Banjar Beneh Kawan, Desa Blahkiuh, Abiansemal
15. Pohon Tumbang di Perbatasan Jembatan Gunung-Punggul, Desa Taman Abiansemal
16. Tembok Roboh di Banjar Sayan Baleran, Desa Werdhi bhuana
17. Banjir di Pura Beji Puseh lan Desa, Banjar Sayan, Desa Werdhi bhuana
18. Tanah Longsor di Desa Kuum
19. Tembok Roboh di Beji Taman Gili Dukuh, Desa Blahkiuh, Abiansemal
20. Pohon Tumbang di Jalan Gulingan Baha, Banjar Angkep Canging, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi
21. Tanah Longsor di Pura Dalem Suci, Banjar Pande, Desa Abiansemal, Kecamatan Abiansemal
22. Tanah Longsor di Desa Selat, Kecamatan Abiansemal
23. Tanah Longsor di Jalan Menuju Pura Dalem Sari, Banjar Sayan Delodan, Desa Werdhi Bhuwana 
24. Tanah Longsor di Banjar Sayan Delodan, Desa Werdhi Bhuwana 
25. Pohon Tumbang di Banjar Mulukbabi, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal
26. Senderan Jebol di Lingkungan Panglan, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi
27. Senderan Jebol di Banjar Auman, Desa Pelaga, Kecamatan Petang

 
Total Kejadian 34 di Gianyar, korban: 1 orang luka
Jenis kejadian: 16 Pohon tumbang, 16 Tanah longsor, 1 orang hanyut, gorong-gorong tersumbat 1. Rincian yakni: 
1. Pohon Tumbang di Jalan Tukad Melangit Utara RS Family Usada
2. Pohon Tumbang di Desa Selat Samplangan, Kecamatan Gianyar
3. Pohon Tumbang di Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar
4. Pohon Tumbang di Jalan Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring
5. Pohon Tumbang di Banjar Pacung, desa Bitera Kecamatan Gianyar
6. Pohon Tumbang di Banjar Belusung Kaja, Desa Pejeng Kaja, Kecamatan Tampaksiring
7. Pohon Tumbang di Jalan Banjar Jungut Sukawati, Kecamatan Sukawati
8. Pohon Tumbang di jalur jalan menuju Desa Buahan, Kecamatan Payangan
9. Tanah Longsor di Dusun Bukian menuju Melinggih Payangan
10. Pohon Tumbang di area parkir Goa Gajah, Bedulu, Blahbatuh
11. Pohon Tumbang di Banjar Tengkulak Kaja Kauh, Desa Kemenuh, Kecamatan Gianyar
12. Pohon Tumbang di Banjar Uma Anyar, Desa Pejeng Kaja, Kecamatan Gianyar
13. Pohon Tumbang di Jalan Gunung Sari, Peliatan, Ubud
14. Pohon Tumbang di Ds. Sanding, Tampaksiring
15. Tanah Longsor di Barat Pura Grya Sakti Manuaba, Banjar Tangkas, Desa Kenderan Kecamatan Tegalalang
16. Tanah Longsor di Jalan Manuaba-Sapat, Banjar Tengah Triwangsa
17. Tanah Longsor di Tempek Bucuan,Banjar Tengah Triwangsa
18. Pohon Tumbang di Bypass Darma Giri, Gianyar
19. Orang hanyut  di Ling. Taman Kaja, Kel. Ubud. Korban ditemukan dalam keadaan selamat dan menderita luka-luka
20. Tanah longsor di jalan lokasi sebelah barat Pura Puseh Beng, Kec. Gianyar
21. Gorong-gorong tersumbat di Banjar Puseh, Desa Pejeng tps Air
22. Tanah Longsor di Barat Pura Duur Bingin Tegalalang
23. Tanah Longsor di jalur basangambu-Bangli
24. Tanah Longsor di jalan menuju Banjar Malet, Manukaye, Tampaksiring
25. Tanah Longsor di Banjar Sema, Desa Sumita
26. Tanah Longsor di DTW Sebatu, Kecamatan Tegalalang
27. Tanah Longsor di Pura Taman Baginda Sebatu, Kecamatan Tegalalang
28. Pohon Tumbang di Jalan Menuju Madangan Kaja-Bonyuh, Kecamatan Gianyar
29. Pohon Tumbang di Ratna 1 No 6 Pratama Mandala
30. Pohon Tumbang di jalan di depan Hotel Mansion Ubud
31. Tanah Longsor di Banjar Pejeng Aji, Tegalalang
32. Tanah Longsor menghalangi akses Jalan Banjar Bantas, Manukaya, Tampaksiring
33. Pohon tumbang akibat longsor di jl. Raya Buahan, Payangan, depan Setra Buahan 
34. Tanah Longsor di jalur Kedisan-Cebok, Desa Kedisan, Kec. Tegallalang


Sedangkan Tabanan total kejadian : 9 dengan jenis kejadian: 3 Pohon tumbang, 6 Banjir, rinciannya sebagai berikut :
1. Banjir di Perumahan Gria Multi Jadi Desa Sanggulan
2. Banjir di Perumahan Panorama Desa Sanggulan
3. Banjir Di Perumahan Pesona Jadi Desa Sanggulan

*Total Kejadian : 3*
Kerugian : masih diestimasi
Korban: -
Jenis kejadian: 3 banjir


*KABUPATEN JEMBRANA*
1. Pohon Tumbang di Jalan Munduk Kemoning, Kelurahan Dangin Tukad Aya, Jembrana
2. Pohon Tumbang di Jalan Pulau Irian, Desa Budeng
3. Pohon Tumbang di Jalan Denpasar-Gilimanuk, Desa Banyu Biru
4. Banjir di Wilayah Desa Kaliakah
5. Banjir di Jalan Sahadewa, Kelurahan Banjar Tengah
6. Banjir di Jalan Ngurah Rai, Kota Negara
7. Banjir di Lingkungan Awen, Kelurahan Lelateng
8. Banjir di Desa Pengambengan
9. Banjar di Jalan Sudirman depan Kantor PN Jembrana


Namun total kejadian 58 ada di Karangasem, dengan kerugian Rp 435.500.000,-, Korban:  2 MD, 1 LB. Jenis kejadian: 22 Pohon tumbang, 22 Tanah Longsor, 3 Jalan Jebol, 10 senderan dan penyengker jebol , 1 air meluap. Rinciannya sebagai berikut:
1. Tanah longsor Banjar Dinas Batusesa, Desa Menanga terjadi  di 3 titik berbeda
2. Pohon tumbang sebelah timur Pura Prajapati Yanghaluh Pura Agung Besakih Banjar Dinas Batumadeg, Desa Besakih ruas jalan kabupaten terjadi tanah longsor diserta
3. Pohon Tumbang menimpa akses jalan Desa dan kabel milik PLN di Dusun Langsat, Desa Rendang 
4. Pohon tumbang  mengakibatkan jalan Nasional dihalangi di jalur Arca Desa Menanga menuju Besakih, pohon sudah bisa diatasi oleh Karya Jalan Nasinal, Anggota Polsek Rendang, dan Staf Kecamatan di Banjar Dinas Menanga Kangin, Desa Menanga
5. Pohon tumbang di Dusun Saren Kaler, Desa Nongan ruas jalan Provinsi, Desa Nongan Menuju Desa Bangbang, Bangli ( sudah tertangani oleh bina marga Prov. Bali )
6. Pelinggih tergerus milik An. I Ketut Carem di Dusun Langsat, Desa Rendang, Kec. Rendang
7. Longsor dan Pohon tumbang mengenai jalan juga mengenai kabel PLN di Dusun Bujaga, Desa Nongan, Kec. Rendang ( sudah ditangani Desa )
8. Tanah Longsor menutup jalan 4 (empat) titik di Dusun Temukus, Desa Besakih, Kec. Rendang juga tiang PLN, untuk tiang PLN yang jatuh sudah dikoordinasikan dengan PLN
9. start point GAR dan Gudang Perahu BMW rafting terkena material longsoran tanah akibat hujan deras, nihil korban jiwa lokasi di Dusun Rendang, Desa Rendang, Kec. Rendang
10. Tanah Longsor Banjar Dinas Susut, Desa Muncan menimpa akses jalan. Sudah ditangani oleh alat berat milik UD Aikon
11. Tanah longsor Banjar Dinas Alas Tunggal Kauh, Desa Duda, menutupi akses jalan (akan di assessment dan penanganan)
12. Tanah longsor mengenai jalan Dusun Telengis, Desa Selat, status jalan Desa ( Belum tertangani )
13. Tanah longsor mengenai jalan Dusun Sukawana, Desa Selat, status jalan Provinsi ( Belum tertangani )
14. Pohon bambu tumbang di Dusun Benekasa, Desa Muncan, mengenai atap rumah milik An. Jro Mangku Teja Wibawa
15. Senderan jalan di Dusun Kaje, Desa Muncan
16. Pohon tumbang menimpa akses jalan dan kabel listrik di Dusun Perangsari Kaja, Desa Duda Utara, Kec. Selat ( sudah tertangani )
17. Pohon bambu tumbang mengenai pelinggih milik An. I Wayan Sumadi Di Dusun Benekasa, Desa Muncan, Selat tidak ada kerusakkan.
18. Tanah Longsor menutupi akses jalan warga di Banjar Dinas Pesangkan, Desa Duda Timur, Ruas Jalan Provinsi ( sudah ditangani oleh warga setempat )
19. Tanah Longsor menutupi akses jalan warga, ruas jalan Selat – Manggis tepatnya di banjar Dinas Putung, Desa Duda Timur. Ruas Jalan Provinsi ( sudah ditangani warga setempat )
20. Tanah longsor di Banjar Dinas Umasari kangin, Desa Peringsari
21. Tanah Longsor Menimpa Badan jalan, Di Dusun Padang Tunggal, Desa Duda, Kec. Selat, Ruas Jalan Provinsi ( Sudah ditangani alat berat )
22. Tanah longsor  di jalan menuju Pura Yeh Sah, Dusun Susut, Desa Muncan, Kec. Selat, sementara kendaraan bisa melewati jalur tersebut
23. Senderan rumah jebol milik An. I Wayan Sudira di Dusun Meranggi, Desa Muncan, Kec. Selat kerugian ditafsir 100 juta rupiah, Nihil Korban jiwa maupun luka
24. Jalan tergerus di Desa Amertha Buana, Kec. Selat
25. Penyengker rumah jebol milik A.n I Nengah Suanda di Banjar Dinas Magetelu, Desa Tista ( belum di assessment )
26. Tanah longsor menimpa rumah dan anak A.n Jero Mangku Ketut Sutiyasa yang mengalami luka ringanBanjar Dinas Purwayu, Desa Trubuana terjadi  (Belum di assessment )
27. Tanah longsor menimpa rumah milik A.n I Nengah miarsi dan Nyoman TangkasBanjar Dinas Ngis Kelod, Desa Tribuana  (Belum di assessment)
28. Meluapnya air yang menggenangi akses jalan raya di Banjar Dinas Basangalas Kawan, Desa Tribuana terjadi meluapnya air yang menggenangi akses jalan raya (Belum di assessment)
29. Pohon tumbang Banjar Dinas Abang Kaler, Desa Abang, telah terjadi pohon tumbang menimpa akses jalan (Sudah tertangani)
30. Tanah longsor dan pohon tumbang menimpa akses jalan di Banjar Dinas Sega, Desa Bunutan, telah  (Belum di assessment dan penanganan)
31. Tanah longsor mengenai rumah  dan areal sanggah milik An. Jro mangku I Ketut Sutiyasa di Dusun Purwa Ayu, Desa Tri Buana, Abang ( Belum di Assesment )
32. Tanah longsor menimpa rumah milik An. I Nengah Naris ( 2 KK) di Dusun Ngis Kaler, Desa Tri Buana, Kec. Abang, kerusakkan Pelinggih, Dapur, dan Seke enem, jumlah keluarga  mengungsi 6 orang ke kerabat terdekat rincian pengungsi  3 lansia, Balita 1, Dewasa 2 ( belum di assessment )
33. Tanah longsor menimpa rumah I Ketut Tunas, Dusun Ngis, Desa Tri Buana, kec. Abang,3 korban jiwa. 2 korban sudah ditemukan An. I Ketut Tunas umur 68 Th ( MD ) dan Ni Nyoman Ririg ( Patah Tulang Kaki ), untuk Cucunya I Komang Aditya umur 15 juga ditemukan meninggal tertimbun material tanah longsoran
34. Pohon tumbang di Banjar Dinas Kertawarah, desa Tiyingtali yang menimpa akses jalan warga ( sudah tertangani )
35.Badan jalan tergerus air di Banjar Dinas Tukad Bungbung, Desa Ababi, status jalan Desa ( belum tertangani )
36. Senderan jalan Tukad Bangka Jebol ruas jalan Pesawangan - Bias, tepatnya 50 meter dari Pura Pesawangan di Banjar Dinas Abang Kelod, Desa Abang, Kecamatan Abang
37. Tembok Dapur milik An. I Ketut Patra roboh akibat hujan deras di Dusun Kesimpar Kelod Teben, Desa Kesimpar, kecamatan Abang
38. Bambu rebah dan mengenai atap rumah milik An. I Ketut Pasek Badak (60 tahun) Br. Dinas Abang Kelod, Desa Abang, Kecamatan Abang. Tidak ada kerusakkan
39. Pondasi penyengker rumah Banjar Dinas Tangkup Anyar, Desa Tangkup. terjadi Pondasi penyengker rumah milik A.n I Ketut Lastra jebol/longsor menimpa Pelinggih Dapdap
40. Pohon tumbang menimpa rumah milik I Ketut Wirya di Dusun Wangsean, Desa Wismakerta, kec. Sidemen
41. Pohon tumbang menimpa pelinggih milik An. I Ketut Kasurya Putra di Dusun Klungah, Desa Wismakerta, Sidemen
42. Pohon tumbang menimpa badan jalan di Dusun Delodyeh Kangin, Desa Talibeng, Kec. Sidmen shingga menyebabkan 1 desa terisolir yaitu Desa Tri Eka Buana Dusun Kebung.
43. Pohon Tumbang Br Dinas Kebung Kauh, Desa Telagatawang. rumah tertimpa pohon kelapa l Nengah Manis.
44. Jalan jebol di ruas jalan Bukit Asmara, Desa Sangkan Gunung, status jalan kabupaten 
45. Pohon bambu rebah menimpa akses jalan warga di Banjar Dinas Punia, Desa Sindu Wati
46. Tanah Longsor Dusun Kebung Kauh, Desa Telaga Tawang, Ke. Sidemen mengenai rumah milik An. I Wayan Lageh, kerugian ditafsir 25 juta rupiah
47. Senderan rumah jebol/tergerus Dusun Tangkup Anyar, Desa Tangkup, Kec. Sidemen. pemilik An. I Ketut Lastra di
48. Longsoran di jalan lingkar sanggem, desa sangkan gunung kec. Sidemen.
49. Pohon tumbang Banjar di Dinas Kalanganyar, Desa Seraya Barat telah  yang minpa akses jalan dan kabel listrik milik PLN (sudah tertangani )
50. Pohon tumbang di ruas jalan Amlapura – Denpasar tepatnya di Banjar Dinas Samuh, Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem ( Sudah tertangani )
51. Pohon tumbang yang menimpa akses jalan dan sepeda motor milik A.n I Wayan SudarmaBanjar di Dinas Kelodan, Desa Selumbung telah  (sudah Tertangani )
52. Pohon tumbang menimpa akses jalan serta menimpa kabel Telkom dan PLN di Banjar Dinas Mendira, Desa Sengkidu ( sudah tertangani )
53. Pohon tumbang menimpa akses jalan warga, Jalan Desa Banjar Dinas Triwangsa, Desa Macang  ( sudah ditangani secara mandiri oleh warga )
54. Senderan rumah Milik I Wayan Putu Pranata tergerus dan mengakibatkan akses jalan bebandem – Selat tertutup di Banjar Dinas Tengah, Desa Sibetan,  ( Bina Marga Provinsi menuju kelokasi membawa Alat Berat )
55. Tanah longsor mengenai rumah milik An. I Wayan Geredeg di Br. Dinas Telutug, Desa Sibetan, Kec. Bebandem ( belum di assessment )
56. Senderan Jebol sehingga menggerus Pewaregan DadyaTangkas Sibetan beserta sesaji pengabenan, di Dusun Kreteg, Desa Sibetan, Kec. Bebandem kerugian - 300 juta
57. Pohon tumbang menimpa jalan di Dusun Liligundi, Desa Bebandem, Kec. Bebandem ( belum tertangani )
58. Tanah Longsor mengenai jalan Sibetan – Selat, Di Dusun Tengah, Desa Sibetan, Kec. Bebandem, untuk sementara masih bisa dilewati, sudah sempat ditangani dengan alat berat oleh PUPR namun kembali longsor


Sedangkan di Buleleng senderan jalan jebol di jalan usaha tani Sepang-Agas, Busungbiu. Tetapi di Klungkung kerugian masih diestimasi. Korban: 6 KK (36 orang) mengungsi terdampak banjir
Jenis kejadian: 2 Pohon tumbang, 1 banjir.  Rinciannya yakni:
1. Pohon Tumbang di jalur Sidemen-Paksebali
2. Banjir mengakibatkan 6 KK (36 orang) di Banjar Sengguan, Kel. Semarapura Kangin, Kec. Klungkung mengungsi ke Balai Budaya Ida Dewa Agung Jambe
3. Pohon Tumbang di Br. Tulang Nyuh, Ds. Akah, Kec. Klungkung
 
Bangli ada kejadian 19, korban: 2 orang MD akibat longsor di Bukit Bangli, Banjar Brahmana Bukit Bangli, Kelurahan Cempaga. Jenis kejadian 3 Pohon tumbang, 14 Tanah longsor, 1 Bangunan roboh, 1 Jalan jebol. Rinciannya yakni: 
1. Pohon Tumbang di Kelurahan Kawan Jalur Tegalalang-Tambahan
2. Tanah Longsor Desa Tembuku, Jalur Bangli-Karangasem
3. Jalan Jebol di Jalur Tambahan-Bakas-Jehem, Desa Jehem
4. Tanah Longsor di ruas jalan Metro-Kedui, Desa Yangapi
5. Tanah Longsor di Jalan Bau-Susut, Kelurahan Cempaga
6. Pohon Tumbang di Desa Dausa, Kintamani
7. Tanah Longsor di Jalan Galiran, Desa Jehem
8. Bangunan Roboh di Desa Jehem
9. Tanah Longsor di Jalan Besakih, Desa Jehem
10. Tanah Longsor di Banjar Bukti, Desa Yangapi
11. Tanah Longsor di Jalan Penglipuran-Cekeng, Desa Sulahan
12. Tanah Longsor di Banjar Cingang-Kayang, Desa Kayubihi
13. Pohon Tumbang di Desa Apuan
14. Tanah Longsor di Jalan menuju Bangun Lemah Kangin, Desa Apuan
15. Tanah Longsor di Ruas Jalan Undisan-Peninjauan, Desa Undisan
16. Tanah Longsor dan pohon tumbang di ruas jalan Bangli - Karangasem, tepatnya di jalur tanjakan Desa Bangbang 
17. Tanah Longsor di kaki Bukit Bangli, Banjar Brahmana Bukit Bangli, Kelurahan Cempaga, menimpa 1 KK. 

  7 (tujuh) orang selamat, antara lain :
  - Ida ayu Trisna mirayanti, P, 19 th, luka luka lecet di kaki kanan
  - Dayu manik astiti, P, 60 th, luka  memar di kaki kiri
  - Ida ayu sriwartini, P, 51 th
  - Ida ayu Made astini, P, 67 th, luka lecet di kaki kanan
  - Ida ayu Ega Dania Santika, P, 8 th, tidak teridentifikasi cidera fisik
  - Ida Bagus esa putra, L, 12 th, luka luka lecet di kaki kanan
  - Anak agung Sumiati, P, 60 th, tidak ditemukan cidera fisik

  2 (dua) orang masih dalam evakuasi, antara lain :
  - Ida Bagus Eka Widya Cipta 
  - Ida Ayu Putu Mutiari

18. Tanah Longsor di ruas jalan Buungan-Penglipuran, Desa Tiga. 1 unit sepeda motor tertimbun. Nihil informasi korban jiwa.
19. Tanah longsor dan Pohon Tumbang diruas jalan Bangli-Susut, Desa Susut. (GAB/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Sinergi Pemda dan BPOM Pastikan Obat dan Makanan Beredar Aman Sehat

Terpopuler

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Pasca Kasus Dugaan Kekerasan Anak Panti Asuhan Ganesha Sevanam, Pemkab Buleleng Akan Merelokasi Anak Panti

Pasca Kasus Dugaan Kekerasan Anak Panti Asuhan Ganesha Sevanam, Pemkab Buleleng Akan Merelokasi Anak Panti

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Wabup Buleleng Gede Supriatna Resmikan Kantor Perbekel Desa Alasangker, Tekankan Pelayanan Masyarakat Meningkat

Wabup Buleleng Gede Supriatna Resmikan Kantor Perbekel Desa Alasangker, Tekankan Pelayanan Masyarakat Meningkat

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

Sorotan Restaurant Dharma Uluwatu, PHK Sepihak hingga Dugaan Pelecehan Simbol Agama

Sorotan Restaurant Dharma Uluwatu, PHK Sepihak hingga Dugaan Pelecehan Simbol Agama