Banner Bawah

Sutarya Ungkap Jalur Rempah jadi Destinasi Pariwisata Unggulan

Admin - atnews

2023-07-10
Bagikan :
Dokumentasi dari - Sutarya Ungkap Jalur Rempah jadi Destinasi Pariwisata Unggulan
Slider 1

Klungkung (Atnews) - Penulis dan Akademisi pada Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar I Gede Sutarya mengungkap jalur perdagangan rempah kuno dari India, Indonesia dan China merupakan destinasi wisata ziarah Indonesia. 

Untuk itu, diharapkan dibangkitkan jalur rempah modern menjadi destinasi pariwisata unggulan. 

Menurutnya, jalur tersebut melewati wilayah-wilayah yang memiliki peninggalan besar dengan peninggalan candi-candi Hindu dan Buddha, seperti Sumatra, Jawa dan Bali. 

Peninggalan Buddha di Muara Jambi, Prambanan (Yogyakarta), Borobudur (Jawa Tengah), dan Bali merupakan destinasi ziarah yang menarik. 

Pengembangan ini didukung data peningkatan kunjungan wisatawan awal India dan China ke Indonesia, khususnya ke Pulau Dewata dalam lima tahun terakhir. 

Hal itu diungkapkan di tengah wacana membangun kembali Jalur Rempah Nusantara dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat menuju Generasi Emas Indonesia 2045.

Demikian disampaikan di sela-sela Gede Sutarya menjadi pembicara Focus Group Discussion (FGD) Titi Banda Jembatan Rempah Yoga-Usada-Ayurveda yang digelar Ashram Gandhi Puri Indonesia di Klungkung,  Minggu (2/7).

Acara itu dihadiri pula oleh Founder Ashram Gandhi Puri Indonesia Ida Rsi Putra Manuaba (Agus Indra Udayana) yang meraih Padma Shri Award 2020 dari Presiden India, Director Swami Vivekananda Cultural Centre (SVCC) Bali Naveen Meghwal, Owner Rshi Ayurveda Hospital Dr John Sebastian, CEO Rshi Ayurveda Hospital Dr Sebastian Kurian dan Suwantana serta Praktisi Usada Bali Ni Made Puspawati dianggil Konik dengan Brand Loloh Bali.

Sutarya kelahiran Bangli, 8 November 1972 dari Keluarga Guru mengatakan, sesuai dengan data BPS (2023) bahwa kunjungan wisman India ke Indonesia  657.300 orang, Pada tahun 2019. Sedangkan wisatawan India berjumlah 111.724 tahun 2020, berjumlah 6.670 (2021) dan berjumlah 281.814 (2022).

Kunjungan wisman asal India ini termasuk lima besar ke Indonesia. Sedangkan kunjungan wisman asal China juga mencapai dua juta sebelum covid 19. China merupakan penyumbang kedua wisman ke Indonesia sebelum covid 19. 

Kedua negara ini merupakan target pasar Pariwisata Indonesia dengan jumlah penduduk berjumlah satu miliar lebih. Bahkan kedua pemimpin negara tersebut baik PM Modi dan Presiden Xi Jinping memiliki pengaruh besar terhadap dunia dalam berbagai sektor. 

Namun Indonesia sendiri memiliki destinasi heritage jalur rempah tersebut, yaitu kota-kota Kuno dengan candi-candi kunonya. Atraksi ini merupakan atraksi menarik. 

Untuk itu, Pemerintah tinggal menyediakan akses, fasilitas wisata, dan kesiapan masyarakat untuk menerima mereka. Akses tersebut memang sedang dibangun, dan fasilitas juga sedang dibangun. 

Tetapi kesiapan masyarakat perlu dibangun sejak awal sehingga tidak terkejut menerima wisatawan. Kasus Thudong, yaitu perjalanan bhiksu dari Thailand ke Borobudur (Jawa Tengah) merupakan contoh bagaimana masyarakat mulai bisa menerima perbedaan. 

Kasus ini harus terus dipromosikan ke dalam dan ke luar negeri sebagai bentuk kesiapan masyarakat Indonesia menerima wisatawan. Dengan promosi ini, wisatawan tak akan rag lagi untuk berkunjung ke Indonesia.

Pekerjaan berikutnya yang harus dilakukan adalah membangun narasi jalur rempah kuno tersebut. Karena itu, penelitian-penelitian sejarah terhadap kota-kota kuno dengan peninggalan sejarah harus terus dilakukan. 

Setelah membangun narasi, pemerintah juga harus memberikan kesempatan kepada masyarakat lokal untuk memberikan makna terhadap peninggalan-peninggalan purbakala tersebut. Caranya yaitu dengan memberikan kesempatan kepada penganut Hindu, Buddha, dan agama-agama China untuk menggunakan peninggalan-peninggalan tersebut sebagai tempat sembahyang atau melakukan ritual pada hari-hari tertentu. 

Kasus perayaan Vaisakh di Borobudur dan Tawur Agung di Prambanan merupakan kasus yang baik, untuk memberikan makna kepada kedua peninggalan besar tersebut. Narasi dan pemaknaan masyarakat lokal ini menjadi kunci dari wisata ziarah di seluruh dunia.

Narasi memberikan informasi penting dari keberadaan peninggalan-peninggalan tersebut. Misalnya tahun dibangunnya, siapa yang membangun, latarbelakang, dan bagaimana pembangunannya. 

Pemaknaan diperlukan untuk menghidupkan kembali mitos-mitos yang berkembang saputar peninggalan tersebut. Seperti mitos mendapatkan keberuntungan bila berkunjung ke peninggalan-peninggalan tersebut dan mitos-mitos lainnya. 

Setiap patung-patung dalam candi biasanya mengandung mitos yang lahir dari simbol-simbol yang ada dalam patung tersebut. Mitos ini akan hidup jika mendapatkan pemaknaan dengan melakukan persembahyangan atau ritual tertentu. 

Karena itu, keputusan empat menteri dan dua gubernur pada 11 Pebruari 2022 yang moneta plan Candi Prambanan dan Borobudur sebagai tempat ibadah umat Hindu dan Buddha merupakan keputusan yang tepat untuk membangun pemaknaan terhadap kedua peninggalan besar tersebut.

Lebih lanjut, Sutarya lulusan Doktor Pariwisata Universitas Udayana (Unud) mengatakan, pada ziarah jalur rempah ini, Bali termasuk paling siap. 

Bali memiliki peninggalan-peninggalan China di Pura Besakih, Pura Batur, Pura Karen, dan Pura Balingkang. Peninggalan-peninggalan tersebut masih bisa digunakan untuk persembahyangan orang-orang China dengan mengikuti ketentuan masuk pura. 

Peninggalan Pura Basukihan di Besakih yang merupakan peninggalan Rsi Markendya yang merupakan peziarah pertama dari India ke Bali yang kemudian menetap di Bali, masih bisa digunakan untuk persembahyangan, dengan ketentuan mengikuti aturan setempat untuk memasuki pura. 

Masyarakat lokal Bali juga masih memaknai tempat-tempat peninggalan tersebut sebagai tempat suci, sehingga Bali memiliki narasi dan pembinaan untuk mengembangkan wisata ziarah jalur rempah ini. Tetapi destinasi-destinasi yang lainnya perlu ditingkatkan kapasitasnya untuk menerima kunjungan wisatawan.

Pada masa-masa mendatang, kementerian kebudayaan perlu memikirkan untuk menggelar festival kebudayaan jalur rempah di kota-kota tersebut, dengan mengundang kebudayaan-kebudayaan dari berbagai tempat di dunia. 

Festival-festival ini akan menjadi daya tarik tersendiri. Festival ini juga akan menjadi tempat interaksi kebudayaan nasional dengan kebudayaan dunia seperti yang terjadi di masa lalu. 

Festival ini bisa dikembangkan menjadi festival dunia untuk memperingati kedatangan orang-orang barat ke Indonesia pada abad pertengahan. Pada konteks ini, gereja-gereja tua bisa menjadi destinasi menarik. 

Kedatangan orang-orang Arab ke Indonesia juga merupakan peringatan yang menarik. Pada konteks Bali, ditandai dengan tempat-tempat suci yang disebut palinggih Mekah. Tempat-tempat ini masih dimaknai sampai sekarang, sehingga masih bisa dikunjungi dengan mematuhi ketentuan memasuki pura sesuai aturan setempat.

Disamping itu, peninggalan-peninggalan ini tinggal dibangun narasinya dan memberikan kesempatan kepada masyarakat lokal untuk memaknainya. Jika hal ini didukung akses, fasilitas dan kesiapan masyarakat maka peninggalan-peninggalan tersebut akan menjadi destinasi ziarah yang ramai. 

Passar India dan China merupakan pasar yang besar. Ekonomi kedua negara ini juga sedang bang kit, sehingga kayak menjadi pasar wisata Indonesia. Pasar-pasar lainnya di Timur Tengah, Eropa dan Amerika juga merupakan pasar yang tempat untuk ziarah jalur rempah pada abad pertengahan. 

Indonesia memiliki potenti besar dalam membangun wisata ziarah jalur rempah ini sehingga layak untuk dimanfaatkan untuk membangun ekonomi nasional. (GAB/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Aktif Bayar Pajak Dukung Pembangunan Nasional

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng