Banner Bawah

Kedermawanan (Dhanam)

Admin - atnews

2023-08-17
Bagikan :
Dokumentasi dari - Kedermawanan  (Dhanam)
Slider 1

Oleh JMA DR.Ir. I Ketut Puspa Adnyana, MTP.
Penelitian batin adalah hasil antara melaksanakan Yoga, bukan tujuan akhir. Perbuatan spiritual yang pada akhirnya tidak membangkitkan kesadaran sejati sia-sia semata. Inti akhir dari pelajaran spirtual ada tiga menurut ajaran ajaran Veda. Ini juga dibicarakan dalam banyak geguritan dan lontar di Bali dan di Nusantara (jawa). Tiga perbuatan menurut ajaran Veda yang tidak ditinggalkan yaitu: tapasya, dhanam dan yajna. Ketiga hal ini: tapasya, dhanam dan yajna adalah perbuatan nyata (karma), bukan lagi pada tataran diskusi (dialektika). Kalimat singkatnya “melakukan pelayanan (seva) sesuai ajaran dharma” (dharmaanurupam sevanah kurvam).    

Dhanam tertuang dalam pustaka suci Atharavaveda, yang menekan pada upaya pemaknaan sloka yang menerangkan mengenai dhanam (kedermawanan): “Carilah kekayaan dengan seratus tangan dan dermawan dengan seribu tangan”. Sloka ini telah diterapkan dengan sangat baik oleh Karna, sampai akhir hayatnya (meskipun Karna adalah titisan iblis, yang mmperoleh pencerahan Dewa Surya Bhaskara). Kisah ini ditemukan dalam itihasa Mahabartha. Dalam pemerintahan Sri Chanakya menekankan “dharmasya moolam arthat”, sebuah negara/keluarga wajib mencari dan memiliki kekayaan untuk menjadi kuat, namun tetap di jalan kebenaran (dharmasya).

Dalam lontar Shang Hyang Kamahayanikan (karya Mpu Sindok, diterjemahkan IGB Sugriwa) mengenai kekayaan (artha) banyak diulas dalam ajaran Catur Paramitha. Mencari artha diwajibkan harus berdasarkan kebenaran (dharma) untuk memenuhi keinginan (kama) dalam mencapai kebahagian yang abadi (moksha). Pelayanan (sevanam) tidak saja dapat dilakukan oleh mereka yang memiliki kekayaan (artha), pun dapat dilakukan oleh siapa saja. Kedermawanan adalah sebuah kegiatan terkait kekayaan(dhanam) yang mempunyai nilai spiritual tinggi, karena terkait juga dengan subakarma (hasil perbuatan baik), yang akan menuntun sang Atma menuju jalannya.

Manusia ideal menurut Sarasamuscaya adalah orang yang memiliki pengetahuan, dermawan dan rupawan, atau Sang Dhnanjaya.

Dalam Manusmerthi (Dharmasastrha) kekayaan dibagi tiga, yang selanjutnya dijelaskan dalam Sarasamuscaya pun dalam Slokantara. Sepertiga kekayaan wajib di dermakan untuk kepentingan pelayanan. Melakukan pelayanan adalah perbuatan menolong diri sendiri, agar kelak sang Atma dapat meniti jalan menju yang sejati dengan lancar. Rahayu (*)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Perkuat Hubungan Indonesia Tiongkok

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius