India (Atnews) - Sejarah Pura yang didirikan oleh Ida Rsi Putra Manuaba (Agus Indra Udayana peraih PadmaShri Agus Indra Udayana).
Ketika itu Ida Bhatara Lepas Ida Pedanda Gede Made Gunung dan Ida Bhatara Lepas Ida Pedanda Gede Sebali Tianyar Arimbawa mengajak saya rapat bagaimana kelanjutan untuk membangun Padmasana batunya sudah dikirim di tepi Sungai Gangga di Rshikesh bisa distanakan. Waktu itu dikirim oleh Gubernur Bali Dewa Made Barata.
Lama tersimpan batu itu di Gudang Paramarth Niketan Ashram sampai akhirnya ketika Made Mangku Pastika Gubernur Bali pihaknya sampaikan Idenya semoga dapat disuport untuk dibangun dan akhirnya setelah beliau menjadi Presiden WHP.
Ida Rsi Putra M memberanikan bersama Shantisena Agp dipimpin I Wayan Sari Dhika bersama tukang yang disuport Mangku Pastika dan ananda Shantisena Adi Saputra, Komang Edi Susanta,Gede Hadi Suwardana, Reny Rahmawati, Risma Herawati dan Putu Widianingsih, Gita Ardiyanti dan peranan moral orang tua Guru Ketut Oka.
Bahkan didukung Ketua DPRD Badung Putu Parwata biaya perjalanan Shantisena yang juga mendampingi kami membecirakan dan memilih tempatnya bersama Pemimpin Paramarth Niketan Ashram Swami Chidananda Saraswati bisa kami Stanakan ditengah Taman Paramarth Niketan Ashram dipinggir Sungai Gangga bisa diselesaikan Pembangunan nya bulan April 2019.
Padmasana diplaspas bersama Guru Ketut Donder dan Ida Pedanda Gede Bang Buruan Manuaba.
Sampai sekarang ribuan umat Hindu Indonesia dan dunia melakukan pemujaan setelah melukat di Sungai Gangga di Padmasana Bali Devbhoomi ini.
Pihaknya belajar dari Guru Dharma dan ketulusan banyak pihak ,semua yang mengajari saya menepi menata hati kebeningan Nurani dari memohon ijin tanah sebagai tempat distanakannya Padmasana, menata dari bongkahan batu yang tercecer dan harus ditata ulang sampai akhirnya memilih menyiapkan seberapa yg cocok dari yang tersisa.Sampai sekarang berdiri utuh menjadi Padmasana yang sekaligus Jembatan Budaya Indonesia India Sanggam.
"Kami juga menyiapkan Badung sebagai tempat spesial bagi semua segment tourism untuk sahabat India di Bali," ujar Ida Rsi Putra Manuaba di India, Jumat (25/8).
Dalam kunjungan itu Putu Parwata juga bersama I Wayan Sari Dika MIKom Direktur Gandhi Vichar Studies, menawarkan lebih banyak lagi masyarakat India mengenal dan menjadikan Bali - Indonesia juga sebagai pusat kegiatan Budaya dunia.
"Astungkara kami bisa juga bangun di Haridwar sehingga bisa kita ketika Kumbhamela yang ke India ada tempat kita berbagi kerjasama untuk spiritual,kami rencana tiap tahun mengirimkan ratusan anak muda study banding ke India dan menawarkan Volunteer Program di Bali," tutup Ida Rsi Putra Manuaba dari Rshikesh dalam kunjungannya 23-25 Agustus 2023. (GAB/001)