Denpasar (Atnews) - Helikopter type As350B3 tiba di Denpasar Bali ke titik landing di Air Bali sekitar 14.30 Wita setelah melakukan perjalanan kurang lebih 3,5 jam dari Karanganyar/Jateng yang dikirim BNPB.
Ada prosesi khusus dilakukan sebelum Helikopter bergerak, diawali ngaturang daksina pejati dan dilanjutkan nyiratin tirta ke body Helikopter termasuk crew.
Hal itu upaya niskala yang dilakukan mohon kerahayuan dan keselamatan dalam upaya operasi udara yang dilakukan dengan water bombing.
"Semoga alam semesta merestui pergerakan yang kami lakukan, proses pemadaman berhasil dan api segera padam, serta semua personil sehat dan selamat dalam bertugas," ujar Kalaksa BPBD Bali Made Rentin di Denpasar, Jumat (13/10).
Helikopter akan beroperasi di Bali sampai kebakaran TPA Suwung betul-betul dinyatakan berakhir dan api padam total.
Sebelumnya, Pemerhati Lingkungan Bali Dr Ketut Gede Dharma Putra menilai kebakaran sampah TPA Suwung secara terbuka mengerikan yang belum padam sejak Hari Kamis (12/10).
"Sangat mengerikan karena proses pembakaran sampah secara terbuka akan menyebarkan bahan berbahaya dan sangat beracun seperti dioxin, furan, arsenik, formaldehida, CO, NOx, SO2 dll," ujar Dharma Putra di Denpasar, Jumat (13/10).
Ia menyarankan masyarakat di sekitar lokasi pembakaran bisa melakukan tuntutan kepada otoritas pengelola TPA Suwung karena membiarkan bencana ini sampai terjadi.
Pasahal sudah sangat lama diingatkan akan dampak pembiaran masalah di TPA Suwung ini tanpa ada kegiatan pengelolaan yang maksimal.
Kemungkinan besar ada yang membuang puntung rokok sehingga memicu percikan api. Akibat panas matahari dan adanya gas metana menimbulkan kebakaran yang meluas
Harapannya agar pemerintah daerah meningkatkan persentase APBD khusus untuk pengelolaan persampahan.
"Anggaran persampahan saat ini masih sangat kecil, sehingga manajemen persampahan masih belum maksimal," tegasnya.
Kalaksa BPBD Bali Made Rentin membantah kemungkinan ada yang membuang puntungan rokok. Namun pihaknya menegaskan peristiwa itu murni karena faktor alam.
"Murni faktor alam. Kekeringan dan gas metan yg terkandung dalam sampah," ujarnya.
Untuk fokus dalam penanganan kebakaran TPA Suwung, pihak kepolisian bersama Satpol PP dan relawan, melakukan penjagaan di areal kebakaran, melarang warga untuk masuk dan beraktivitas di areal TPA.
Antisipasi dampak yang ditimbulkan bagi warga, misalnya gangguan kesehatan pada saluran pernafasan, telah diserahkan lebih dari 7.000 pcs masker kepada warga melalui Camat dan Lurah untuk dibagikan kepada warga / masyarakat.
Pihak kepolisian juga melakukan operasi humanis dengan membagikan masker kepada warga dan pengguna jalan (sepeda motor atau mobil) yang melintas di jalan raya dekat lokasi TPA Suwung.
Diimbau kepada petugas untuk tetap gunakan masker dan perhatikan faktor risiko dalam bertugas, dan juga kepada warga untuk memakai masker antisipasi terjadinya gangguan kesehatan pada saluran pernafasan, kami dari Satgas Gabungan menyiapkan masker untuk warga dalam jumlah cukup dan memadai.
Sementara itu, kebakaran yang melanda TPA Suwung pada Kamis (12/10) mendapat perhatian serius dari Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara. Dimana, saat ini pihaknya menginstruksikan jajaran Pemadam Kebakaran (PMK) untuk terus melaksanakan penanganan secara optimal.
Didampingi Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dan Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, Jaya Negara menjelaskan, kebakaran sampah di TPA Suwung diperkirakan terjadi pada siang tadi sekitar pukul 11.45 Wita. Dimana, kebakaran sampah ini diprediksi diakibatkan oleh situasi cuaca panas dan gas metan yang dihasilkan oleh sampah itu sendiri.
"Saat ini Tim PMK terus bergerak hingga nantinya penanganan kebakaran sampah di TPA suwung dapat segera teratasi. Petugas PMK terus melakukan atensi dalam mencegah api agar tidak meluas," tegas Jaya Negara.
Dikatakannya, sampai saat ini PMK Kota Denpasar masih berjibaku memadamkan api di TPA Suwung. Bahkan, guna mengantisipasi perluasan lokasi kebakaran, Tim Damkar menyatakan kesiapan 24 jam melakukan penanganan kebakaran sampah di tempat itu.
"Total ada 8 mobil pemadam kebakaran dari Kota Denpasar, Kabupaten Badung, serta Kabupaten Gianyar dikerahkan dalam penangan kebakaran sampah di TPA Suwung," lanjut Jaya Negara.
Walikota Jaya Negara juga memberikan atensi kepada warga sekitar yang terdampak untuk dapat dikakukan pendataan serta penanganan evakuasi ditempat yang lebih aman. Disamping itu, bersama dengan Dinas Sosial Kota Denpasar juga akan melakukan langkah-langkah terhadap warga yang terdampak asap. Selain itu, situasi lalu lintas kawasan Pedungan terdampak asap kebakaran sampah juga menjadi atensi bersama pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan.
"Kami terus lakukan pemantauan bersama dengan warga sekitar di lokasi Kelurahan Pedungan yang paling terdampak dan kita persiapkan langkah evakuasi ditempat yang lebih aman," ujarnya.
Berkaitan dengan hal ini, Jaya Negara juga memohon permakluman kepada masyarakat atas kejadian ini.
"Kami mohon permakluman kepada masyarakat dari kejadian kebakaran sampah di TPA Suwung. Dari pihak Provinsi Bali juga bersama-sama melakukan pemantauan dan antisipasi," imbuh Jaya Negara.
Berdasarkan pantauan dilapangan tim PMK masih melaksanakan proses pemadaman api. Adapun Tim PMK yang melakukan atensi dari Kota Denpasar berjumlah 6 mobil BW PMK, Kabupaten Badung 2 mobil BW PMK, dan juga dari mobil BW PMK Kabuoaten Gianyar, 2 mobil tangki air dari UPT dan BTID. Di samping itu, bantuan helikopter juga akan didatangkan dari Basarnas esok hari, untuk mempercepat proses pemadaman. Beberapa warga sudah melakukan evakuasi secara mandiri, serta pihak Puskesmas Densel IV sudah siaga menangani warga yang terdampak. (GAB/001).