Denpasar (Atnews) - Ketua Dewan Penasehat PP Polri Daerah Bali Komjen Pol (Purn) Dr. Drs. Made Mangku Pastika, MM yang juga Anggota DPD RI Dapil Bali membuka Fun Walk & Charity yang digelar PP Polri Bali dalam Forum Komunikasi Purnawirawan TNI-POLRI “Guyub Merah Putih” di Lapangan Margarana Niti Mandala Renon Denpasar, Minggu (5/11).
Mangku Pastika didampingi Ketua Forkom Purnawirawan TNI-Polri Brigjen Pol. (Purn) Drs. Nyoman Gede Suweta yang juga ketua PP Polri Bali didampingi Ketua Panitia AKBP (Purn) Gede Kintawali.
Kegiatan itu mengusung tema “Membangun Kesetaraan untuk Persatuan Menuju Indonesia Jaya” diikuti ratusan peserta dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2023 dan Hari Pahlawan 10 November 2023.
Mangku Pastika mengatakan tema yang diangkat hari ini “Membangun Kesetaraan untuk Persatuan” sangat tepat. Sebab tidak ada persatuan tanpa kesetaraan. Diskriminasi misalnya, satu merasa lebih hebat dari yang lain.
“Dengan adanya kesetaraan itu, saya yakin, akan ada persatuan. Persatuan itu semua ya untuk Indonesia Jaya, Indonesia yang kita cita-citakan, Indonesia yang makmur, Indonesia berdasarkan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan tetap dalam kesatuan Negara Republik Indonesia,” ujar Mangku Pastika yang juga Anggota DPD RI dapil Bali ini.
Karena itu, kesetaraan untuk mempersatukan ini harus terus digaungkan ke depan. “Saya yakin PP Polri bekerja sama dengan ABRI, PPAD, PPAL, PPAU, dan masyarakat dapat membangun kesetaraan itu,” tambah mantan Gubernur Bali dua periode ini.
“Jadi saya kira itu yang paling penting, yang sebenarnya sudah lama semangatnya. Kebetulan momen bagus hari Minggu ini kita bersama-sama menyatukan pikiran itu, kita kerjakan lagi, dan ini akan berlanjut terus sehingga apa yang kita cita-citakan bisa terwujud,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Forkom Purnawirawan TNI-Polri Nyoman Gede Suweta mengatakan, momentum itu dalam mengingatkan spirit Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober kepada anak muda.
Namun perayaan dinilai kurang, meksipun sudah mendaatkan perhatian dari kaum muda.
Padahal Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 sebagai tonggak kelahiran bangsa Indonesia baik secara ideologis dan filosofis. "Maka kalau dibahasakan secara populer bahwa deklarasi kelahiran bangsa Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928," ujar Gede Suweta.
Sedangkan 17 Agustus 1945 sebagai Hari Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Untuk itu, naskah sumpah telah mengingatkan agar pemuda bisa menyatukan visi dan spirit membentuk satu kesatuan bangsa Indonesia.
Pada kesempatan itu, Pemuda Indonesia, khususnya Bali diingatkan 3 butir ikrar teks Sumpah Pemuda yakni (1) "Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia", (2) "Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia" serta (3) "Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia".
"Itulah sebabnya secara ideologis dan filosofis, tonggak kelahiran banga Indonesia adalah 28 Oktober 1928," imbuhnya.
Hal itu tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai kepahlawanan. Oleh karena, sejak hal iti dideklarasikan telaj timbul semangat yang kuat oleh para pendahulu bangsa sebagai pejuang-pejuang nasional yang disebut dengan pahlawan.
"Dimana beliau (pahlawan-red) mengorbankan segalanya, termasuk jiwa dan raganya," tegasnya.
Pengorbanan itulah disebut atau diberi nama sebagai dengan "Pahlawan" yang diperingati pada 10 November sebagai Hari Pahlawan.
Dengan demikian, Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan memiliki benang merah yang kuat untuk mengingatkan semua pihak.
Pada kesempatan itu ada pembagian sembako kepada para Vetaran dan masyarakat yang membutuhkan sebanyak 1.000 paket sembako dari sumbangan Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPP) SCTV dan Indosiar.
Dengan penyaluran bantuan tersebut, pemirsa SCTV dan Indosiar semakin percaya kepada YPP SCTV dan Indosiar yang telah serius menyalurkan donasi kepada masyarakat yang membutuhkan. (GAB/ART/001)