India (Atnews) - Ujjain dimasa lalu dan kuno, terlepas dari kepentingan politik dan agamanya, merupakan pusat pembelajaran bergengsi pada awal periode Mahabharata.
Sri Krishna, Balaram dan Sudama mendapat pendidikan rutin di Ashram Guru Sandipani.
Ashram Maharishi Sandipani terletak di kaki jalan Mangalnath. Para pengikut sekte Vallabh menganggap tempat ini sebagai kursi ke-73 dari 84 kursi Vallabhacharya tempat ia memberikan ceramahnya di seluruh India.
Angka 1 sampai 100 yang terdapat pada sebuah batu diyakini diukir oleh Guru Sandipani. Gomti Kund yang disebutkan dalam Purana adalah sumber pasokan air ke ashram di masa lalu. Gambar Nandi di dekat kolam berasal dari zaman Shunga.
Daerah dekat ashram dikenal dengan nama Ankpat, tempat yang diyakini pernah digunakan oleh Sri Krishna untuk mencuci tulisan-tulisannya.
Shri Sandipani Ashram Ujjain ini juga kita bisa saksikan ada satu-satunya Tempat di mana Anda akan melihat Nandi berdiri.
Fakta bahwa Ujjain kuno, terlepas dari kepentingan politik dan agamanya, menikmati reputasi sebagai pusat pembelajaran sejak periode Mahabharata, dibuktikan oleh fakta bahwa Sri Krishna, Balaram dan Sudama menerima pengajaran rutin di ashram Rishi Sandipani. Saat ini hanya di tempat inilah yang distanakan dan disucikan Murti dari Shri Krishna, BalaRama dan Sudama.
Maharishi Sandipani adalah seorang acharya yang kehidupannya berhubungan erat dengan Lord Krishna. Faktanya, Maharishi Sandipani adalah guru Krishna dan Balaram. Kakak beradik tersebut bersama temannya Sudama dari Gujarat,pergi belajar di Ashram Guru Sandipani. Keduanya melanjutkan studi mereka begitu cepat sehingga orang bijak mengira dia mendidik matahari dan bulan, menurut legenda.
Ida Rsi Putra Manuaba merasa sangat merasakan sekali bagaimana Kota Suci Ujian adalah tempat Peradaban Sanatana Dharma. Karena berbagai aliran pengetahuan dan bhakti masih dilakukan oleh penyembah nya.
Setelah menyelesaikan studi mereka, mereka meminta orang bijak untuk menyebutkan nama guru dakshina pilihannya. Karena Krishna adalah avatar Tuhan, orang bijak memintanya untuk memulihkan putranya, yang hilang di lautan di Prabhaas.
Krishna dan Balarama pergi mencari putra orang bijak itu. Ketika mereka mencapai Prabhaas, mereka menemukan bahwa putra Sandipani telah disandera oleh iblis Shankhasur (yang tinggal di shankh, atau keong) di bawah laut.
Krishna dan Balaram membawa Keong tersebut kepada Yama, yang meniup Keong tersebut dan putra Sandipani dikeluarkan.Shree Krishna menyerahkan putra Guru nya kepada Maharishi Sandipani, dan menyimpan Keong yang diperoleh dari Shankasur, yang dikenal sebagai panchjanya dalam kitab suci.
Sandipani Muni tinggal di sekitar Ujjain saat ini, yang kemudian dikenal sebagai Avantika. Di tempat yang dikenal sebagai Ankapata dekat ashram Sandipani Muni, Krishna mencuci papan tulisnya.
Angka 1 sampai 100 yang ditemukan tertulis pada batu di sini hingga saat ini diyakini diukir oleh Guru Sandipani sendiri. Di dekat ashram terdapat Gomti Kund, sebuah tangki air bertingkat di mana Krishna konon memanggil semua air suci dari berbagai pusat sehingga Guru lamanya, Sandipani Muni, tidak perlu melakukan perjalanan ke tempat-tempat suci yang jauh.
Sampai saat ini ribuan masyarakat dunia mengunjungi Dharsan Yatra Ujjain dimana setiap 12 tahun sekali dilaksanakan Maha Kumbhamela.
Ujjain juga merupakan salah satu tempat suci untuk Kumbhamela selain Nasik, Prayaraj dan Haridwar. (GAB/001)