Banner Bawah

Gerakan Eco Enzyme Makin Meluas, Pelopori Cinta Lingkungan Pulau Dewata

Admin - atnews

2024-02-06
Bagikan :
Dokumentasi dari - Gerakan Eco Enzyme Makin Meluas, Pelopori Cinta Lingkungan Pulau Dewata
Slider 1

Denpasar (Atnews) - Anggota DPD RI Dapil Bali Made Mangku Pastika mengajak Komunitas Bali Tresna Sujati (BTS) mempelopori peduli dan cinta lingkungan Pulau Dewata.

Bali dikenal Pulau Surga, pulau yang diberkati Tuhan sepatutnya mendapatkan perhatian semua pihak, khususnya para pecinta lingkungan.

Baginya berdosa besar jika tidak mampu merawat dan menjaga kelestarian lingkungan. Apalagi Bali dengan keindahannya ini ibarat potongan surga yang ada di dunia, jadi harus terus dirawat.

Dalam menggerakan semua pihak, kebijakan publik bidang lingkungan. Diharapkan dimulai dari para penggerak-penggerak lingkungan yang menghimpun diri sehingga ada kerbersamaan dan gerakan bersama yang masif.

Gerakan Eco Enzyme semakin meluas, banyak komunitas yang sudah memproduksi dan digunakan untuk berbagai keperluan. Bahkan ada pula komunitas Eco Enzyme untuk pertanian organik.

"Kegiatan Komunitas (BTS-red) ini bisa dilakukan terus-menerus," ujar Mangku Pastika yang juga Gubernur Bali dua periode 2008-2018.

Hal itu disampaikan ketika Kudapil Anggota DPD RI Mangku Pastika yang didampingi Ketut Ngastawa, Nyoman Baskara dan Nyoman Wiratmaja dengan tema "Penuangan Eco Enzyme Merawat Bumi Menjaga Lingkungan" di Denpasar, Selasa (6/2).

Mangku Pastika disambut Kepala UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali (MPRB), I Made Artana Yasa dan Sekretaris Yayasan BTS, Sad Yuli Prihartati.

Pada kesempatan itu, acara dilakukan pula penuangan cairan eco enzyme yang ketiga kalinya di MPRB.

Menurutnya, merawat lahan pertanian memang cocok menggunakan yang berhan organik semacam eco enzyme, tanpa menggunakan zat kimia.

Oleh karena zat kimia menyebabkan ketagihan, efek jangka panjang tanah akan jadi rusak, sebalik kalau organik semakin lama kebutuban pupuknya berkurang da. tanah semakin subur.

Eco enzyme merupakan cairan sejuta manfaat mampu menjernihkan air dan udara. "Kalau penggunaan zat kimia (pupuk dan pestisida kimia) itu sifatnya nyandu atau adiktif, sehingga semakin lama dibutuhkan dosis yang lebih besar. Jika tidak demikian, maka tanah menjadi rusak," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan BTS, Sad Yuli Prihartati mengharapkan dukungan semua pihak agar gerakan eco enzyme semakin populer.

Dengan cairan itu, anggota sudah melakukan berbagai inovasi untuk memberikan kontribusi kepada penyelamatan lingkungan.

Bahkan, pihaknya tengah membangun UMKM hijau yang cinta lingkungan. Untuk lebih luas gerakan itu memang diperlukan kebijakan publik dari pemerintah.

Sedangkan, Kepala UPTD MPRB Artana Yasa mengharapkan gerakan itu tidak saja di lingkungan UPTD MPRB, tetapi dilakukan juga di tempat lain.

Ia pun mengucapkan terima kasih atas kepeduliannya terhadap MPRB yang kerap dijadikan tempat berbagai perhelatan kegiatan, termasuk pra wedding. (GAB/ART/001)


Baca Artikel Menarik Lainnya : Mendes PDTT Pastikan Gaji PLD 2019 Meningkat

Terpopuler

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Carut-Marut Sampah

Carut-Marut Sampah

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Sampah Menumpuk, De Gadjah Tegaskan Presiden Prabowo Turun Tangan Hadirkan PSEL ke Bali

Sampah Menumpuk, De Gadjah Tegaskan Presiden Prabowo Turun Tangan Hadirkan PSEL ke Bali

Carut - Marut Kelola Sampah, Pemerintah dapat Digugat Citizen Lawsuit

Carut - Marut Kelola Sampah, Pemerintah dapat Digugat Citizen Lawsuit

Kemenpar Perkuat Tata Kelola Akomodasi Bali, Dorong Pariwisata Lebih Tertib dan Berkelanjutan

Kemenpar Perkuat Tata Kelola Akomodasi Bali, Dorong Pariwisata Lebih Tertib dan Berkelanjutan