India Ajak Bali, Kerjasama Energi Hijau hingga Investasi Bandara Bali Utara
Admin - atnews
2024-02-17
Bagikan :
Slider 1
Badung (Atnews) - Konsulat Jenderal India di Bali Dr. Shashank Vikram mengajak Pemerintah Bali dan Indonesia memilih India (Bharat) melakukan kerjasama dalam membangun energi hijau.
Oleh karena, Indonesia, khususnya Bali ingin berkomitmen mengembangkan energi hijau. India siap mendukung mewujudkan energi Bali hijau hingga menyukseskan pembangunan bandara Bali Utara.
Untuk itu, pihaknya mengajak kerjasama dengan India, karena memiliki kesamaan budaya yang sudah terhubungan jutaan hingga ribuan tahun sebagaimana diungkap dalam Ramayana.
Selain itu, biaya investasi yang terjangkau dengan India, negara tersebut sudah mempelopori pengembangan energi hijau lebih dahulu.
Bahkan sudah memiliki Bhadla Solar Park merupakan PLTS terbesar di dunia. Fasilitas pembangkit listrik yang terletak di distrik Jodhpur, Rajasthan, India ini memiliki luas area sebesar 14.000 hektare (ha).
Pembangunan Bhadla Solar Park dimulai pada Juli 2015. Proyek ini dikembangkan oleh beberapa entitas seperti Rajasthan Solar Park Development Company Limited, Saurya Urja Company, dan Adani Renewable Energy Park Rajasthan.
Hal itu disampaikan ketika promosi perdagangan, pariwisata, dan teknologi dalam acara Magnificent Rajasthan and Uttar Pradesh di Ayodya Hotel, Nusa Dua Badung, Kamis (15/2).
Acara itu dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Gede Arya Sugiartha, Director of Swami Vivekananda Cultural Centre (SVCC) Bali/The Indian Council for Cultural Relations (ICCR) Bali Naveen Meghwal, Ketua Bali Tourism Board (BTB) Ida Bagus Agung Partha Adnyana, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama & Informasi Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes, KADIN Bali dan Denpasar.
Shashank Vikram juga menyambut baik rencana penambahan pembangunan bandara Bali Utara untuk mendatangkan wisatawan yang lebih banyak dari India. Begitu juga orang Bali juga banyak berwisata ke India.
Hubungan Bali dengan begitu kental, ada tradisi Bali Jatra, perayan besar - besaran di Odisha. Apalagi sekarang sudah diresmikannya Ram Temple di Ayodya. Hal itu akan jadi daya tarik baru untuk wisata spiritual.
"Pada Desember 2023 tidak ada direct flight (Vistara-red) India ke Bali, sekarang setiap hari ada, bulan depan saya dengar akan ada penerbangan tambahan yang menghubungkan Bali dengan India Selatan," kata Shashank.
Selain itu, mengenai investasi Bandara Bali Utara akan berpeluang membuka membuka lapangan pekerjaan bagi warga lokal.
Sedangkan sisi investasi dari India, dilakukan oleh sektor privat (pihak ketiga) jika hal tersebut dinilai menjadi peluang yang menarik bagi para pelaku usaha.
Sebelumnya, Bandara Internasional Kualanamu sudah secara resmi dikelola PT APA yang merupakan perusahaan kerjasama antara AP II dan GMR Airports dari India.
Bahkan India terbuka terhadap investasi dimana saja jika ada peluang termasuk pengembangan pelabuban, khususnya Pelabuhan Benoa.
Disamping itu, India juga memperkenalkan wilayah Uttar Pradesh sebagai pusat produksi teknologi software.
Bahkan perusahaan Samsung juga bangun prabik disana. Produksinya untuk kebutuhan dalam negeri dengan penduduk mencapai 1,4 miliar orang, termasuk kebutuhan ekspor seluruh dunia baik ke Afrika, Asia dan Eropa.
Selama ini, kemajuan India dalam ilmu pengetahuan dan teknologi telah diakui dunia.
Negara India (Bharat) telah melahirkan sejumlah pemenang Nobel Amartya Sen (ekonomi), Subrawanian Chandrashekar dan Chandrashekar Venkataraman (fisika), Hargobind Khorana (kedokteran).
Dua warga India lainnya, Bunda Theresa memenangi Nobel Perdamaian dan Rabindranath Tagore di bidang sastra. (GAB/ART/001)