Banner Bawah

Kemiripan Bali - India, Magnificent Rajasthan dan Uttar Pradesh

Admin - atnews

2024-02-19
Bagikan :
Dokumentasi dari - Kemiripan Bali - India, Magnificent Rajasthan dan Uttar Pradesh
Slider 1

Badung (Atnews) - Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Gede Arya Sugiartha menyambut baik pemaparan seminar “Magnificent Rajasthan dan Uttar Pradesh”.

Kegiatan itu dilaksanakan Konsulat Jenderal India di Bali Dr. Shashank Vikram untuk promosi perdagangan, pariwisata, dan teknologi dalam acara Magnificent Rajasthan and Uttar Pradesh di Ayodya Hotel, Nusa Dua Badung, Kamis (15/2).

Acara itu dihadiri Director of Swami Vivekananda Cultural Centre (SVCC) Bali/The Indian Council for Cultural Relations (ICCR) Bali Naveen Meghwal, Ketua Bali Tourism Board (BTB) Ida Bagus Agung Partha Adnyana, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama & Informasi Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes, KADIN Bali dan Denpasar.

Seminar itu mendapatkan pengetahuan yang luar biasa dalam berbagai topik sensitif tentang produk, teknologi, investasi, keajaiban millet, Rajasthan dan Uttar Pradesh bagi dunia.

Menurutnya ​​Rajasthan melampaui citranya sebagai tujuan wisata utama dan tempat tujuan pernikahan yang eksotis, Rajasthan kini telah berkembang menjadi wajah modern India, menawarkan serangkaian keuntungan yang patut ditiru dan lingkungan bisnis yang paling kondusif bagi investor yang ada dan calon investor.

Demikian pula, Uttar Pradesh telah menjadi tujuan investasi utama, termasuk di antara 5 negara bagian manufaktur terbesar di India, dan memberikan kontribusi hampir 8 persen terhadap output manufaktur nasional.​

Dengan banyaknya kesamaan budaya dan alam antara Bali dan India, pihaknya berharap kerjasama yang erat di berbagai sektor dapat dilakukan guna meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat kedua belah pihak.

"Kami melihat potensi kerja sama yang sangat besar yang kami nantikan termasuk peningkatan ekspor produk, investasi, dan teknologi kedua negara," ujarnya.

Selain itu, hubungan kerja sama yang erat nampaknya dapat dilakukan di bidang pertanian, perikanan, pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata.

Bali kini telah berkembang menjadi kekuatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang jauh lebih kuat dibandingkan sektor lainnya.​

Dengan dukungan kuat dari pemerintah, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait lainnya, perekonomian Bali semakin tinggi.

Pemerintah Provinsi Bali telah menyadari pentingnya melakukan upaya untuk mendukung penuh UMKM.

Sugiartha berharap ikatan dan hubungan yang kuat antara Bali dan India ini akan tumbuh subur di masa depan, dan melalui seminar yang produktif ini kami berharap negara kita masing-masing akan semakin kuat dalam hal menciptakan produk berkualitas, meningkatkan tingkat investasi, dan mengembangkan teknologi.

Dikatakan juga pengelolaan UMKM secara terpadu melalui klaster dan dukungan rantai pasok melalui kerja sama yang solid.

Pemerintah juga melakukan pengadaan 40 persen barang dan jasa dari UMKM.

Pihaknya juga terus memfasilitasi pelatihan dan pendampingan bagi UMKM. Dana alokasi khusus juga telah disediakan untuk pemberdayaan dan pembangunan.​

Selain itu, pemerintah juga mengaktifkan inkubasi bisnis bagi UMKM dan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala. Tahun lalu, Dewan Kerajinan Daerah Provinsi Bali kembali menyelenggarakan “Pameran Kebangkitan Industri Mikro, Kecil, dan Menengah Bali” yang sukses mendukung pemasaran produk UMKM.

Rata-rata transaksi para perajin yang produknya dikurasi secara ketat mencapai lebih dari Rp. 1,8 (satu titik delapan) miliar.

Pameran tersebut menampilkan berbagai koleksi kain Endek dan Songket Bali, pakaian tenun, serta pakaian adat Kebaya.

Pemprov Bali juga akan memfasilitasi UMKM yang bergerak di bidang ketahanan pangan, berorientasi ekspor, komoditas unggulan seperti ikan lele, kacang mete, gula merah, dan makanan ringan untuk persembahan.

Sementara itu, Konsulat Jenderal India di Bali Dr. Shashank Vikram mengajak Pemerintah Bali dan Indonesia memilih India (Bharat) melakukan kerjasama dalam membangun energi hijau.

Oleh karena, Indonesia, khususnya Bali ingin berkomitmen mengembangkan energi hijau. India siap mendukung mewujudkan energi Bali hijau hingga menyukseskan pembangunan bandara Bali Utara.

Untuk itu, pihaknya mengajak kerjasama dengan India, karena memiliki kesamaan budaya yang sudah terhubungan jutaan hingga ribuan tahun sebagaimana diungkap dalam Ramayana.

Selain itu, biaya investasi yang terjangkau dengan India, negara tersebut sudah mempelopori pengembangan energi hijau lebih dahulu.

Bahkan sudah memiliki Bhadla Solar Park merupakan PLTS terbesar di dunia. Fasilitas pembangkit listrik yang terletak di distrik Jodhpur, Rajasthan, India ini memiliki luas area sebesar 14.000 hektare (ha).

Pembangunan Bhadla Solar Park dimulai pada Juli 2015. Proyek ini dikembangkan oleh beberapa entitas seperti Rajasthan Solar Park Development Company Limited, Saurya Urja Company, dan Adani Renewable Energy Park Rajasthan. 



Shashank Vikram juga menyambut baik rencana penambahan pembangunan bandara Bali Utara untuk mendatangkan wisatawan yang lebih banyak dari India. Begitu juga orang Bali juga banyak berwisata ke India.

Hubungan Bali dengan begitu kental, ada tradisi Bali Jatra, perayan besar - besaran di Odisha. Apalagi sekarang sudah diresmikannya Ram Temple di Ayodya. Hal itu akan jadi daya tarik baru untuk wisata spiritual.

"Pada Desember 2023 tidak ada direct flight (Vistara-red) India ke Bali, sekarang setiap hari ada, bulan depan saya dengar akan ada penerbangan tambahan yang menghubungkan Bali dengan India Selatan," kata Shashank. 

Selain itu, mengenai investasi Bandara Bali Utara akan berpeluang membuka membuka lapangan pekerjaan bagi warga lokal.

Sedangkan sisi investasi dari India, dilakukan oleh sektor privat (pihak ketiga) jika hal tersebut dinilai menjadi peluang yang menarik bagi para pelaku usaha.

Sebelumnya, Bandara Internasional Kualanamu sudah secara resmi dikelola PT APA yang merupakan perusahaan kerjasama antara AP II dan GMR Airports dari India.

Bahkan India terbuka terhadap investasi dimana saja jika ada peluang termasuk pengembangan pelabuban, khususnya Pelabuhan Benoa.

Disamping itu, India juga memperkenalkan wilayah Uttar Pradesh sebagai pusat produksi teknologi software.

Bahkan perusahaan Samsung juga bangun prabik disana. Produksinya untuk kebutuhan dalam negeri dengan penduduk mencapai 1,4 miliar orang, termasuk kebutuhan ekspor seluruh dunia baik ke Afrika, Asia dan Eropa.

Selama ini, kemajuan India dalam ilmu pengetahuan dan teknologi telah diakui dunia.

Negara India (Bharat) telah melahirkan sejumlah pemenang Nobel Amartya Sen (ekonomi), Subrawanian Chandrashekar dan Chandrashekar Venkataraman (fisika), Hargobind Khorana (kedokteran).

Dua warga India lainnya, Bunda Theresa memenangi Nobel Perdamaian dan Rabindranath Tagore di bidang sastra. (GAB/ART/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Gubernur Sempurnakan Sistem Jaminan Kesehatan Bali

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng